Terlahir dan tumbuh dari keluarga broken home tidak selamanya buruk

Terlahir dan tumbuh pada keluarga broken home membuat kita harus senantiasa bersyukur, artinya karena Tuhan memberikan kita kemampuan yang lebih dari anak-anak lain yang hidupnya mulus tanpa hambatan.

2,621 views   |   27 shares
  • Hidup manusia tidak semuanya berjalan mulus dan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang berada di puncak, ada kalanya terjatuh. Ada kalanya seseorang hidup dengan penuh cinta kasih dari sekelilingnya, ada pula seseorang dijauhi dan dibenci oleh orang lain. Hidup adalah misteri. Satu yang pasti, semua orang menginginkan memiliki kehidupan yang bahagia. Dan jikalau hidup ini bisa dipilih dan diatur sesuai keinginan kita, pasti kita akan memilih terlahir dari keluarga yang harmonis , berkecukupan dan penuh cinta kasih dari orangtua.

  • Terlahir, tumbuh dan hidup di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis dan penuh tantangan tentu bukan keinginan kita. Seringkali dalam keadaan terhimpit dan banyak tekanan seperti itu kita mudah berontak, marah, kecewa, merasa hidup ini tidak adil untuk kita bahkan terkadang kita hanya bisa pasrah seolah-olah takdir ini tidak bisa diubah. Terlahir dari keluarga broken hometidak lantas membuat hidup kita harus hancur dan tidak menghasilkan hal-hal positif bagi kita.

  • Tumbuh ditengah keluarga broken home akan mempengaruhi mental dan jiwa anak menjadi terganggu. Hidup adalah anugrah dari Tuhan, tetapi hidup bahagia adalah perjuangan kita sendiri. Memang benar papatah yang berkata "Hidup adalah pilihan". Sekarang yang menjadi bagian kita adalah bagaimana cara kita memilih untuk hidup bahagia walaupun kita berada di tengah-tengah ketidakbahagiaan?

  • Terlahir dan tumbuh pada keluarga yang tidak harmonis memang akan menimbulkan pemikiran-pemikiran negatif dari pihak luar. Tekanan batin, tekanan psikologis dan hubungan sosial yang tidak sehat mungkin akan kita rasakan. Namun, semua hal negatif itu bisa kita ganti dengan hal positif jika kita mau berusaha keluar dari keterpurukan terhadap kondisi keluarga kita yang kita anggap hancur.

  • Terlahir dari keluarga yang orangtuanya suka bertengkar tidak lantas membuat kita tumbuh dengan mengikuti jejak mereka. Kita tidak boleh hanya diam dan tutup telinga dengan keadaan orangtua kita seperti itu. Kita harus berjuang untuk mengubah keadaan kita menjadi bahagia. Jangan biarkan orang lain menilai kita sebagai "sampah masyarakat". Buktikan bahwa dalam keadaan seburuk apa pun yang kita alami, kita tidak menjadi pribadi yang buruk juga. Buktikan dengan sikap dan suatu prestasi yang dapat kita banggakan . Buktikan bahwa anak yang terlahir dan tumbuh dari keluarga broken home tidak selamanya memiliki image buruk. Buktikan bahwa kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain .

  • Advertisement
  • Lalu, bagaimana cara kita menyikapinya? Satu-satunya jalan adalah mempunyai tekad yang kuat, berusaha melakukannya, kerja keras dan berdoa tentunya. Tidak ada hasil tanpa usaha. Selalu ingat, untuk tidak pernah menyesal terlahir sebagai anak broken home. Orangtua kita juga tentunya tidak menginginkan keluarganya berantakan tetapi mereka memilih jalan seperti itu dan setiap keputusan mereka harus kita terima. Tetapi kita tidak boleh memilih untuk ikut terjerumus pada kondisi mereka. Kita berhak memutuskan jalan yang terbaik untuk hidup kita sendiri.

  • Terlahir dan tumbuh pada keluarga broken home membuat kita harus senantiasa bersyukur, artinya karena Tuhan memberikan kita kemampuan yang lebih dari anak-anak lain yang hidupnya mulus tanpa hambatan. Untuk itu kita tidak perlu malu dan kecewa pada keluarga kita, kita hanya butuh memperbaiki keadaan menjadi lebih baik dengan berpikir positif, tidak mudah terpengaruhi oleh keadaan, mencoba hal-hal baru yang dampaknya positif, dan carilah tempat atau seseorang untuk berbagi keluh kesah kita.

  • Intinya " Tidak selamanya dan tidak semua anak broken home itu ber- image negatif, semua tergantung kita, maukah kita mengendalikannya?" Dan satu lagi, percayalah Tuhan mempunyai rencana yang indah bagi setiap kehidupan kita.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Terlahir dan tumbuh dari keluarga broken home tidak selamanya buruk

Terlahir dan tumbuh pada keluarga broken home membuat kita harus senantiasa bersyukur, artinya karena Tuhan memberikan kita kemampuan yang lebih dari anak-anak lain yang hidupnya mulus tanpa hambatan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr