Jangan khawatir dan panik bila si kecil demam

Hampir semua orangtua akan dibuat panik jika demam menyerang anak mereka. Ada beberapa fakta penting yang kita harus tahu agar kita para orangtua tidak perlu panik atau khawatir lagi bila anak kita demam.

2,366 views   |   18 shares
  • Tentu saja sebagai orangtua, kita akan merasa khawatir dan cemas bila anak kita terserang penyakit. Apalagi jika anak kita masih berusia balita atau masih kecil, kekhawatiran kita bisa bertambah dua kali lipat. Penyakit memang bisa menyerang siapa pun dan kapan pun ia mau. Penyakit akan datang dan mudah masuk ke dalam tubuh ketika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan menurun.

  • Salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak-anak adalah demam. Mungkin semua anak didunia ini pernah mengalami yang namanya demam. Dan hampir semua orangtua akan dibuat panik jika demam menyerang anak mereka. Ada beberapa fakta penting yang kita harus tahu agar kita para orangtua tidak perlu panik atau khawatir lagi bila anak kita demam.

  • Pada umumnya demam tidaklah berbahaya. Demam sebenarnya bukan penyakit, namun demam lebih diartikan sebagai alarm yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres yang sedang terjadi pada tubuh. Demam pada anak bukan hanya terjadi ketika anak sedang mengalami sakit, bisa jadi karena faktor lain misalnya saat gigi tumbuh. Demam bisa dibilang gejala awal yang harus segera diantisipasi. Penyebab utamanya adalah infeksi, terutama infeksi virus atau bakteri. Semua organ tubuh bisa terkena infeksi. Demam merupakan reaksi tubuh berupa peningkatan suhu tubuh dalam memproduksi panas. Demam mengaktifkan sistem imun tubuh. Di satu sisi demam memang diperlukan sebagai salah satu mekanisme pertahanan tubuh untuk menyingkirkan virus penyebab infeksi setelah itu kekebalan tubuh anak menjadi lebih kuat.

  • Saat demam semakin tinggi atau panasnya bertambah, kita tidak perlu panik. Tingginya demam tidak berarti penyakit semakin parah. Justru pada suhu tinggi, virus akan mati dan pada suhu rendah virus akan berkembang biak. Namun bukan berarti kita tidak melakukan apa-apa ketika suhu tubuh anak semakin panas. Kondisi tubuh anak yang lemah tidak memampukannya untuk bisa melawan dan mengatasi virus yang menjangkiti tubuhnya seorang diri, anak membutuhkan penanganan dan bantuan yang tepat dari orangtuanya. Sebagai pertolongan pertama yang paling sering kita lakukan ketika anak kita demam adalah dengan memberikan obat penurun panas dan antibiotik berbahan kimia. Sesungguhnya tujuan pemberian obat demam bukan untuk menormalkan suhu tubuh melainkan untuk sedikit menurunkan suhu tubuh agar anak sedikit lebih nyaman dan tidak rewel. Perlu kita ketahui juga, sebenarnya ada bahan-bahan alami yang memiliki fungsi yang baik yang dapat kita berikan sebagai langkah awal ketika anak demam. Air kelapa sangat baik untuk menghilangkan toksin dan madu sebagai pengganti antibiotiknya. Dua bahan alami ini bisa menjadi alternatif bagi kita sebagai pengganti obat penurun panas. Kandungan dalam air kelapa dan madu sangat baik untuk memberi nutrisi dan kebugaran bagi tubuh anak.

  • Advertisement
  • Inilah beberapa hal penting yang harus kita ketahui agar kita sebagai orangtua dapat memberikan tindakan yang tepat ketika anak demam :

  • 1. Ukur suhu tubuh anak dengan termometer agar kita yakin bahwa anak memang demam. Normalnya, demam berkisar 37,5 °c sampai 40°c

  • 2. Amati perilaku anak dan jangan panik

  • 3. Beri minum dan minum untuk mencegah dehidrasi

  • 4. Beri minuman oralit bila anak sering muntah atau diare

  • 5. Jangan beri obat penurun panas jika demam tidak tinggi. Ingat, virus subur di suhu rendah.

  • 6. Jangan memberikan dua macam obat penurun panas. Risiko efek sampingnya akan meningkat.

  • 7. Kompres anak dengan air hangat atau menggunakan plester kompres.

  • Segeralah membawa anak ke dokter jika kondisi anak menurun dan menunjukkan tanda tanda berikut ini :

  • 1. Bila suhu tubuh anak mencapai >40°c

  • 2. Tidak mau minum lagi

  • 3. Menangis terus menerus

  • 4. Tidur terus menerus, dan sulit dibangunkan

  • 5. Kejang-kejang

  • 6. Sesak nafas

  • 7. Lemas dan gelisah

  • 8. Kaku sekujur tubuh

  • 9. Muntah-muntah dan diare

  • Perlu diingat demam bukanlah musuh melainkan usaha tubuh dalam mempertahankan kekebalannya terhadap infeksi. Semoga bermanfaat!

Baca, hidupkan, bagikan!

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Jangan khawatir dan panik bila si kecil demam

Hampir semua orangtua akan dibuat panik jika demam menyerang anak mereka. Ada beberapa fakta penting yang kita harus tahu agar kita para orangtua tidak perlu panik atau khawatir lagi bila anak kita demam.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr