Waspadai bahaya air putih bagi kesehatan bayi

Jika Anda merasa sudah memberi ASI namun bayi masih terlihat haus, dan bermaksud memberikan tambahan air putih, sebaiknya jangan! Tahukah Ibu, pemberian air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan sangat berisiko bagi kesehatannya.

347 views   |   4 shares
  • Minum air putih minimal 8 gelas perhari sangat dianjurkan, karena memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Akan tetapi anjuran tersebut tidak berlaku untuk bayi di bawah usia 6 bulan. Air putih, walau higienis dan berkualitas sekalipun, tetap memiliki resiko berbahaya bagi tubuh bayi.

  • Bayi dibawah usia 6 bulan, memiliki organ tubuh yang belum berfungsi maksimal. Termasuk ginjal yang berfungsi mengatur keseimbangan cairan tubuh.

  • Air putih yang mengandung mineral dan elektrolit belum mampu diolah oleh tubuh bayi sehingga pada prosesnya, zat yang dibutuhkan malah justru terbuang keluar lewat urin dan keringat. Padahal zat seperti sodium dibutuhkan dalam proses metabolisme tubuh dan perkembangan otak bayi.Gejala bayi kekurangan sodium antara lain sering merengek, mengantuk, kesadaran menurun, mengalami penurunan suhu tubuh, wajah bengkak serta kejang.

  • Selain sodium, zat penting lain yang juga ikut terbuang adalah natrium. Kekurangan natrium dalam tubuh dapat membuat bayi tidak peka dan tidak responsif terhadap rangsangan.

  • Selain itu, pemberian air putih yang tidak higienis rentan menyebabkan diare. penyakit ini sangat berbahaya jika dialami oleh bayi di bawah usia 6 bulan. Selain berisiko, pemberian air putih pada bayi bisa membuatnya minum ASI lebih sedikit. Jika hal ini dibiarkan bayi akan kekurangan asupan gizi yang didapatkannya dari ASI.

  • Sebaiknya cukup berikan bayi Anda ASI eksklusif sebagai sumber cairan dan gizi untuk perkembangan tubuhnya. Anda tidak perlu khawatir ia kekurangan cairan, karena kandungan 88% air pada ASI mampu memenuhi kebutuhan cairan pada bayi setiap harinya sebanyak 1.5 ml air/kkal energi. ASI juga mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan bayi untuk berkembang optimal.

  • Lalu kapan waktu yang tepat bayi boleh minum air putih? Saat bayi sudah memasuki usia 6 bulan dan siap memperoleh MPASI (Makanan Pendamping ASI), maka saat itu pula bayi boleh minum air putih dalam jumlah yang terbatas. Namun perlu diingat, walau sudah boleh minum air putih, ASI dan MPASI tetap menjadi asupan utama untuk bayi.

  • Air putih dapat diberikan sebanyak 2 – 5 sendok setelah mereka selesai makan. Rumus pemberian air putih pada bayi adalah ½ x 30 x berat badan mereka. Contoh, jika berat bayi 7,5 kg, berarti ia memiliki porsi minum air putih 105 ml/ hari. Ibu tidak perlu khawatir bayi kekurangan cairan karena sumber kebutuhannya sudah terpenuhi lewat ASI.

  • Jika anak Anda sudah memasuki umur 1 tahun dan aktif bergerak, berikan air putih secara berkala dengan selingan ASI. Nantinya saat mereka lepas dari ASI, selalu ingatkan anak minum air putih untuk mengganti cairan yang dikeluarkan akibat dari aktivitas mereka.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Waspadai bahaya air putih bagi kesehatan bayi

Jika Anda merasa sudah memberi ASI namun bayi masih terlihat haus, dan bermaksud memberikan tambahan air putih, sebaiknya jangan! Tahukah Ibu, pemberian air putih pada bayi di bawah usia 6 bulan sangat berisiko bagi kesehatannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr