Mengapa anak butuh belajar mengerjakan tugas-tugas rumah tangga?

Pekerjaan rumah tangga juga mengajarkan anak bagaimana bersikap empati dan responsif terhadap orang lain yang membutuhkan.

790 views   |   16 shares
  • Orangtua masa kini kerap mendorong anak-anaknya agar mengerjakan sesuatu yang berharga supaya dapat membantu mereka meraih keberhasilan. Akan tetapi, ada satu hal yang kerap diabaikan oleh orangtua padahal hal tersebut mampu memprediksi kesuksesan seorang anak, yaitu mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

  • Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh Prof. Marty Rossmann dari Univesitas Minesota, membimbing anak sejak dini mengerjakan pekerjaan rumah tangga mampu membantu anak membangun keterampilan, tanggung jawab serta kemandirian yang bersifat permanen. Prof. Rossmann menganalisa data yang melibatakan 85 orang anak dari tiga periode yang berbeda (Prasekolah, usia 10-15 tahun dan pertengahan usia 20an). Dari hasil penelitian tersebut, Rossman menemukan fakta bahwa orang dewasa yang yang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tangga sejak dia berusia 4 tahun atau lebih, memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan teman-teman yang pada akhirnya sangat mendukung bagi pencapaian kesuksesan karier akademik dan awal menjadi mandiri secara finansial.

  • Pekerjaan rumah tangga juga mengajarkan anak bagaimana bersikap empati dan responsif terhadap orang lain yang membutuhkan. Seorang psikiater, Richard Weissbourd, dalam penelitian yang pernah dia publikasikan, mensurvei sekitar 10,000 anak usia SMA dan meminta mereka untuk menyebutkan hal-hal apa saja yang paling penting dalam kehidupan ini, seperti: Pencapaian, kebahagiaan atau kepedulian terhadap orang lain. Hasilnya, ternyata sekitar 80% dari mereka lebih memilih pencapaian atau kebahagiaan daripada kepedulian terhadap orang lain.

  • Hal ini tentu saja tidak seimbang ujar Weissbourd. Oleh sebab itu, berikut adalah beberapa cara terbaik untuk memotivasi anak agar mereka semakin giat mengerjakan tugas-tugas rumah tangga dengan cara yang tepat.

  • 1. Berhati-hatilah dengan ucapan Anda

  • Dalam jurnal pengembangan anak usia 3 dan 6 tahun, para peneliti di Amerika menemukan fakta bahwa mengucapkan kata "terima kasih" kepada anak karena telah menolong, secara signifikan mampu meningkatkan keinginan mereka untuk lebih terlibat dalam urusan rumah tangga. Umumnya mereka termotivasi karena apa yang telah mereka lakukan sangat dihargai, sehingga mereka akan berusaha untuk semakin menciptakan kesan positif sebagai orang yang suka membantu.

  • 2. Jadwalkan waktu untuk mengerjakan tugas rumah tangga

  • Tulis tugas masing-masing anak di kalender atau di buku harian mereka untuk menjaga konsistensi.

  • Advertisement
  • 3. Kerjakan tugas dari hal yang paling kecil

  • Seperti sebuah permainan video game, mulailah mengerjakan tugas dari hal-hal yang ringan dulu. Dampingi serta beri petunjuk bagaimana mereka harus memulai agar apa yang mereka kerjakan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.

  • 4. Sebutkan apa saja tugas-tugas penting

  • Untuk membangun perilaku empati tugas-tugas harus dikerjakan secara rutin dan fokus pada kepentingan keluarga seperti membersihkan debu di ruang tamu, merapihkan tempat tidur atau mencuci piring. Psikolog menambahkan bahwa dengan melibatkan anak-anak dalam memilih tugas, membuat mereka lebih mungkin untuk makin terlibat dalam urusan rumah tangga.

  • 5. Bicarakan tugas-tugas yang berbeda

  • Agar semakin tercipta kerja sama yang baik, alih-aliah mengatakan "Kerjakan tugasmu", Weissbourd menyarankan supaya mengatakan, "Mari kita kerjakan tugas kita." Cara ini akan mampu menyadarkan anak bahwa tugas yang ada bukanlah sekedar tugas, tetapi adalah sebuah cara bagaimana kita bisa melayani orang lain.

  • 6. Jadilah fleksibel

  • Jangan gunakan tugas rumah tangga sebagai sesuatu mengikat yang harus dikerjakan. Ketika anak-anak tidak bersedia mengerjakannya, jangan pernah melakukan ancaman bahkan memberikan hukuman kepada mereka. Sebaiknya, bicarakan apa yang menjadi kendala sehingga mereka enggan mengerjakan bagiannya. Lebih baik, tunjukkan teladan Anda agar apa yang Anda lakukan mampu menyadarakan anak dan memotivasi mereka kembali.

  • Diadaptasi dari artikel berjudul, Why Children Need Chores? karya Ms. Wallace. Diterbitkan oleh The Wall Street Journal.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

Mengapa anak butuh belajar mengerjakan tugas-tugas rumah tangga?

Pekerjaan rumah tangga juga mengajarkan anak bagaimana bersikap empati dan responsif terhadap orang lain yang membutuhkan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr