Hal-hal yang mengubah pandangan saya tentang pernikahan untuk selamanya

Pernikahan bukanlah hal yang mudah. Memberikan diri Anda terhadap seseorang sepenuhnya bukanlah hal mudah. Cinta tidaklah mudah.

919 views   |   4 shares
  • Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran saya sebelum saya menikah. Maksud saya, bagaimana Anda dapat mengantisipasi kejadian masa depan ketika Anda mengambil keputusan itu? Sepertinya di hari itu saya hanyalah seorang Kilee yaitu gadis yang menyukai bermain basket, lukisan, berpacaran, dan bersenang-senang dengan teman-teman. Kemudian setelah itu saya menikahi pria yang layak untuk bersama-sama memulai petualangan besar ini, serta bersamanya saya menikmati sisa hidup saya.

  • Banyak pengantin baru yang berpikir bahwa pernikahan selalu indah layaknya melihat keindahan warna kupu-kupu dan pelangi. Mungkin hal itu sangat berlebihan, yang pasti kita semua tidak bisa mengantisipasi kehidupan yang ternyata bisa menjadi begitu kerasnya. Terdapat banyak alasan untuk setiap kejadian ini, namun pada kenyataannya Anda dan dia sekarang adalah satu tim dan sebagai tim harus mampu untuk bekerja sama dengan baik. Di samping itu dengan terbentuknya sebuah tim, semua hal akan lebih mudah, bukan?

  • Kini kami berdua telah banyak mengalami pergumulan sejak kami menikah. Kami telah menghadapi cobaan yang mengerikan di antara kami, sehingga mampu membuat sebuah tembok yang kuat dalam hubungan pernikahan kami.

  • Suatu hari ketika terbangun dari tidur, saya tersadar bahwa saya tidak mencintai suami saya

  • Dia hanyalah orang asing yang tidur di sebelah saya. Pada saat itu, saya mempertanyakan dan merenungkan tentang semua yang telah saya lakukan hingga saat itu. Kesadaran ini menyatakan bahwa saya tidak dapat "jatuh cinta" dengan dia, meskipun begitu saya telah membuat janji akan mengubah pandangan saya tentang pernikahan ini untuk selamanya.

  • Beberapa orang menyebutnya "kehilangan cinta". Saya tidak tahu bagaimana menyebutnya. Kehilangan cinta rasanya sangat mendadak. Saya tidak mencintai kamu lagi. Saya tidak mengharapkan hal itu. Harapan cinta kami ini "gugur" perlahan-lahan di pagi hari penuh realita itu. Itu terjadi pada saat kebohongan-kebohongan yang terungkap dalam pernikahan kami. Itu terjadi ketika berbagai macam keputusan dibuat yang akhirnya memisahkan kami. Itu terjadi ketika komunikasi dan kedekatan emosi kami mulai pudar.

  • Ketika saya bangun di pagi hari waktu itu, saya menyadari bahwa saya tidak mencintai suami saya dan saya pun tidak tahu harus berbuat apa. Seluruh hidup saya, saya telah mengucapkan sumpah tidak akan pernah bercerai. "Perceraian bukanlah pilihan keputuan yang benar," "Kami pasti bisa melalui kejadian apa pun." Ini merupakan bahan pembicaraan kami saat berkencan, dan kami pun telah bersepakat akan selalu bersama-sama untuk melewatinya." Saat saya memilih untuk menikah, saya telah mendaftarkan diri untuk ikut andil dalam perjalanan hidup pernikahan kami.

  • Advertisement
  • Ketika saya menyadari bahwa saya tidak mencintainya, kini saya akan menghadapi konsekuensi yang cukup besar. Apakah kami akan melalui perjalanan ini bersama-sama? Atau saya mencurahkan apa yang saya pikir tentang pernikahan-dan apakah pernikahan saya ini sungguh-sungguh- dan saya meninggalkannya?

  • Setelah saya banyak berdoa, saya memilih untuk melalui segala permasalahan yang terjadi dalam pernikahan kami bersama-sama. Saya memilih untuk melanjutkan pernikahan ini, dan saya belajar banyak pelajaran yang begitu indah.

  • Cinta adalah pilihan

  • Di sini saya pikir saya telah menguasai cinta. Kami pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan pada saat berkencan. Namun, saya merasakan perasaan yang indah pada saat berpacaran, bertunangan, menjadi pengantin baru dan perasaan ini tidak bertahan selamanya.

  • Untuk sementara, saya mengalami situasi sulit dalam percintaan. Saya mengalami begitu jatuh. Saya biarkan diri saya hanya duduk merasakan kesakitan yang menimpa hidup saya, dan menunggu sesuatu untuk berubah. Suami saya berusaha untuk berubah, dan saya pun mengetahui bahwa perubahan tersebut tidak akan pernah berhasil apabila saya tidak berupaya untuk mencintainya. Cinta tidak datang begitu saja.

  • Setiap hari, bahkan sekarang, saya pun masih ingat telah menetapkan pilihan: Saya memilih untuk mencintai suami saya. Saat saya merasa cinta saya sedang goyah, saya bertanya pada diri saya mengapa. Mengapa saya merasakan ini?. Apa yang telah terjadi pada saya yang menjadikan penyebab persoalan ini? Jika dia membuat pilihan-pilihan yang mempengaruhi kemampuan saya untuk mencintai, saya mengevaluasi perilakunya dan saya berniat menanyakan apa alasannya sampai dia berperilaku seperti itu? Banyak kesadaran hubungan dan pribadi muncul selama masa tersebut.

  • Kemudian, karena saya memilih untuk melanjutkan pernikahan ini, saya memilih untuk mencitai. Saya melakukan sesuatu untuk melayaninya. Saat saya melayaninya, saya merasa diri saya lembut dan membuat cinta kami menyala lagi. Perasaan begitu indah kembali muncul.

  • Pernikahan bukanlah hal yang mudah. Memberikan diri Anda terhadap seseorang sepenuhnya bukanlah hal mudah. Cinta tidaklah mudah.

  • Saat jalan yang dilalui amat buruk, mungkin akan terlihat lebih mudah menyerah. Menyerah bukanlah jawabannya. Setidaknya, bukan untuk saya pada waktu itu. Dan tidak sekarang juga.

  • Terkadang, mengakhiri pernikahan itu tidak apa-apa. Terkadang, Anda harus mengakhirinya

  • Hanya dikarenakan saya tidak memilihnya itu bukan berarti saya tidak belajar, saya dapat memutuskannya jika menurut saya itu adalah jalan terbaik. Saya akan menjadi pembohong jika saya tidak merenungkan tentang perceraian. Sebelum saya menikah, saya pikir perceraian bukanlah sebuah pilihan. Sekarang saya tahu bahwa perceraian itu merupakan suatu pilihan, dan saya mengerti alasan seseorang mengambil jalan itu terutama saat pasangan sudah menyerah akan perkawinannya atau jika sudah melibatkan perundungan dalam perkawinan tersebut.

  • Advertisement
  • Ketika saya bangun dan menyadari saya tidak mencintai suami saya, maka saya berubah. Perubahan tersebut mengajarkan tiga pelajaran besar bagi saya: Saya tahu cinta merupakan sebuah pilihan. Saya tahu bagaimana memilih cinta. Dan saya tahu bahwa kadang kala Anda harus pergi. Karena pengalaman inilah, saya berubah untuk selamanya.

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Andrean Setiadarma dari "Things that changed my view of marriage forever" kaya Kilee Luthi.

Baca, hidupkan, bagikan!

Kilee lulus dari Brigham Young University dengan jurusan Family and Consumer Science Education. Ia punya ketertarikan dalam hal perkembangan anak dan pengasuhan, hubungan antarmanusia, nutrisi, kesejahteraan dan fashion design.

Hal-hal yang mengubah pandangan saya tentang pernikahan untuk selamanya

Pernikahan bukanlah hal yang mudah. Memberikan diri Anda terhadap seseorang sepenuhnya bukanlah hal mudah. Cinta tidaklah mudah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr