Rahasia seorang Ayah yang mungkin semua anak tidak mengetahuinya!

Mengapa masih ada anak yang berpikir bahwa ayah adalah sosok yang dingin, cuek atau kurang perhatian? Mengapa banyak anak yang menomorduakan kasih sayangnya terhadap ayahnya?

2,349 views   |   83 shares
  • Kita patut bersyukur dan berterima kasih kepada orangtua kita. Bahkan pengorbanan yang kita akan berikan kepada mereka tidak sebanding dengan pengorbanan mereka selama ini. Kehadiran orangtua dalam kehidupan kita memang sangat membantu kita dalam melewati hari-hari. Walaupun terkadang berat bagi kita, mereka pasti akan berusaha meringankan beban kita. Itulah hebatnya kedua orangtua kita.

  • Namun, mengapa masih saja ada anak yang membandingkan pengorbanan antara ayah dan ibunya? Mengapa masih ada yang menganggap ibu lebih berjasa daripada ayah? Mengapa masih ada anak yang berpikir bahwa ayah adalah sosok yang dingin, cuek atau kurang perhatian? Mengapa banyak anak yang menomorduakan kasih sayangnya terhadap ayahnya?

  • Ayah memang tidak mengandung dan melahirkan kita tetapi darahnya mengalir dalam tubuh kita. Pelukan ayah memang tidak sehangat pelukan ibu tetapi tangannyalah yang senantisa menjaga dan melindungi kita. Ayah memang tidak bisa menjaga kita sebaik ibu tetapi doa ayah selalu menyertai kita.

  • Selama kita dalam kandungan, ibulah yang memberi makanan yang bergizi dan susu agar kita dapat tumbuh sehat selama di dalam kandungan ibu. Tetapi tahukah kita dari mana ibu mendapatkan makanan dan minuman yang sehat itu jika ayah tidak bekerja dan membelinya untuk kita?

  • Ketika kita kecil, ibulah yang menggendong dan menenangkan kita saat kita menangis. Tetapi tahukah kita, di saat kita tidur ayah sering mengecup kening kita sambil berkata bagaimana kabar mu hari ini nak? Maafkan ayah tidak bisa menemanimu bermain karena ayah harus bekerja mencari uang untuk bisa membelikanmu mainan agar kamu tidak selalu merengek kepada ibumu.

  • Ketika kita sakit, ibulah yang senantiasa menjaga, merawat dan menemani kita sampai kita sembuh. Tetapi tahukah kita, betapa cemasnya ayah dengan keadaanmu sehingga ia harus bergegas pergi membelikanmu obat walaupun di tengah malam sekalipun?

  • Saat kita berada jauh dari rumah, ibulah yang setiap saat menelpon kita hanya sekedar menanyakan dan memastikan keberadaan kita baik baik saja, Tetapi tahukah kita, bahwa sebenarnya ayahlah yang selalu mengingatkan ibu untuk menelpon kita.

  • Saat remaja, kita lebih mudah mendapat izin dari ibu untuk keluar malam bersama teman-teman. Di mata kita, sikap tegas dan larangan ayah hanya membuat kita kehilangan masa remaja kita. Tetapi tahukah kita, bahwa ayah melarangmu keluar malam karena ia tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kita di luar sana? Ayah akan memberi izin ketika kita sudah dapat menjaga diri kita sendiri karena ayah tahu bahwa anak remaja seperti kita masih labil dan gampang terpengaruh hal-hal buruk.

  • Advertisement
  • Ketika kita harus pulang kemalaman karena suatu hal yang harus dikerjakan, ibulah yang paling sibuk menelpon kita untuk memastikan di mana kita berada, bersama siapa dan berapa lama lagi kita pulang. Tetapi tahukah kita, bahwa ayahlah yang setia menunggu kita di depan pintu sambil melihat jam yang terus berjalan?

  • Saat kita memerlukan uang untuk membayar uang kuliah dan membeli keperluan lainnya, ibulah yang akan berkata " ia nak nanti ibu siapkan uangnya". Tetapi tahukah kita, bahwa ayahlah yang akan berpikir dan bekerja keras untuk mendapatkan uang tersebut agar kita bisa membayar uang kuliah tepat waktu?

  • Ketika ibu berdoa, ada nama kita disebut dalam sujud sembahnya. Tetapi tahukah kita, ayah menyimpan setiap doanya dalam lubuk hatinya agar hanya Tuhan saja yang tahu bahwa ayah juga memanjatkan doa-doa kebahagiaan untuk kita? Di saat kita di atas pelaminan dan akan hidup berumah tangga sendiri, tahukah kita, ayahlah orang paling bahagia dan diam diam akan meneteskan air mata? Air matanya telah terbayarkan dengan melihat kebahagiaan pernikahan kita.

  • Ayah menangis karena ia tidak berhak lagi melarangmu keluar malam. Ayah menangis karena ia tidak akan menunggumu lagi di depan pintu. Ayah menangis karena ia tidak bisa mengecup keningmu lagi ketika kamu tertidur. Ayah menangis karena tidak ada lagi anak yang merengek meminta mainan.

  • Sekarang sudah tahukah kita, betapa cinta ayah terhadap kita sama besarnya dengan cinta ibu. Hanya saja ayah harus terlihat kuat dan tabar agar kita dapat menjadi anak yang mandiri dan kuat.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Rahasia seorang Ayah yang mungkin semua anak tidak mengetahuinya!

Mengapa masih ada anak yang berpikir bahwa ayah adalah sosok yang dingin, cuek atau kurang perhatian? Mengapa banyak anak yang menomorduakan kasih sayangnya terhadap ayahnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr