Cinta saja tidak akan bisa menghentikannya untuk tidak meninggalkan Anda

Tidak ada lagi kebahagiaan selain bisa melihat kebahagiaan dari setiap mata anggota keluarga, maka jagalah baik-baik hubungan pernikahan selayaknya Anda tidak sembarangan menaruh telur ayam yang mudah pecah.

1,585 views   |   17 shares
  • Cinta pada umumnya membawakan persatuan dua insan untuk dapat hidup bersama yaitu menikah. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, dalam penyampaiannya membutuhkan banyak sekali pengorbanan yang berarti dari masing-masing pihak.

  • Dalam perjalanannya, pernikahan akan melewati banyak sekali rintangan kehidupan baik ketika masih berdua saja maupun telah berlima dengan anak-anaknya, tidak menutup kemungkinan setelah melewati puluhan tahun bersama sekalipun juga masih mengalaminya. Yang bisa membuatnya mereka tetap bersatu selama ini hanyalah sebuah kerendahan hati untuk saling berempati satu sama lain, serta tetap memegang teguh komitmen yang telah mereka sepakati bersama.

  • Namun suatu ketika hanya karena 4 alasan berikut tembok besar cinta mereka menjadi rapuh dan runtuh, dan akhirnya mereka tidak memiliki jalan lain kecuali untuk berpisah.

  • 1. Orang terdekatnya telah Anda lukai

  • Anda sangat mencintai pasangan Anda, namun di dalam pernikahan bukan hanya menjalin hubungan baik dengan pasangan saja, melainkan juga menyayangi keluarganya pula. Suatu ketika dalam perjalanan kehidupan pernikahan Anda dengannya terdapat sebuah permasalahan yang menyangkut orangtua, sebut saja ayahnya. Tanpa sepengetahuan pasangan, Anda tidak segan-segan menghina ayah pasangan Anda dan mencaci-maki ayah pasangan dengan sangat tidak manusiawi. Padahal sosok ayah pasangan adalah seorang ayah yang sabar, selalu berikap bijaksana dan telah banyak menolong kekurangan yang telah Anda alami dalam krisis perekonomian keluarga Anda.

  • Pernikahan Anda mungkin masih bisa terselamatkan jika ayah pasangan tidak membuka mulut. Namun suatu ketika pasangan Anda akhirnya tahu karena telah terjadi sesuatu dengan ayahnya, dan tidak disangkanya itu dikarenakan Anda. Apakah menurut Anda itu masih terhitung hal yang kecil, atau jika Anda dalam posisi sebagai pasangan apakah masih menerimanya? Sebenarnya hanya Tuhan yang tidak memiliki batas kesabaran. Tidak seorang pun yang tidak berani membela orangtuanya selama mereka itu benar.

  • 2. Anda sering mengacuhkan kebutuhannya

  • Pernikahan yang sehat memerlukan dua peran di mana kedua pasangan saling melengkapi dan saling membutuhkan. Apabila sebuah keegoisan dalam hubungan masih saja terjadi maka akan seperti layaknya kereta yang memiliki dua roda yang di salah satu rodanya tidak dapat berputar searah. Anda memiliki pandangan yang berbeda dan hanya berjalan menurut keinginan Anda sendiri. Anda tidak memperdulikan apa pendapat pasangan dan apa yang seharusnya dibutuhkan pasangan, sedangkan pasangan Anda justru ingin selalu mendapatkan perhatian dari Anda. Berusahalah untuk merendahkan hati ketika mulai kembali untuk membenahi kesalahan yang pernah terjadi dan bangkit untuk dapat membahagiakan pernikahan Anda bersama.

  • Advertisement
  • 3. Komitmen yang terbentuk telah Anda hancurkan sendiri

  • Anda dan pasangan membuat komitmen dalam kehidupan masing-masing dalam sebuah janji suci perkawinan. Segala kepercayaan, tenaga, waktu, dan hati akan dipertaruhkan dalam komitmen tersebut. Akan begitu sia-sia seandainya komitmen yang terbentuk selama bertahun-tahun Anda hancurkan hanya karena satu kasus misalnya "perselingkuhan" atau "kekejaman" yang Anda lakukan terhadap pasangan. Persiapan yang matang seharusnya memang benar-benar dibutuhkan untuk memulai kehidupan yang baru dalam perkawinan, hanya dengan begitu pernikahan akan memiliki keteguhan komitmen.

  • 4. Anda selalu menyia-nyiakan kepercayaannya

  • Kesalahan pertama mungkin bisa dia terima, dan kesalahan kedua mungkin bisa diterima kembali asalkan dengan sebuah perjanjian. Kesalahan yang ketiga masih terjadi kemungkinan besar dia masih bersama Anda, namun sudah tidak percaya lagi kecuali terdapat niat dari Anda untuk berubah dan terbukti nyata. Selanjutnya, dapatkah dia mempercayai Anda lagi?

  • Tidak seorangpun yang ingin menghancurkan pernikahannya sendiri, tapi tidak seorangpun juga yang ingin hatinya terus menerus disakiti. Setiap pasangan dalam sebuah pernikahan akan saling mengharapkan, harapan untuk setia, harapan untuk diberi kebahagiaan, dan harapan untuk selalu bersama dalam kerukunan. Tidak ada lagi kebahagiaan selain bisa melihat kebahagiaan dari setiap anggota keluarga. Untuk itu, jagalah baik-baik hubungan pernikahan selayaknya Anda tidak sembarangan menaruh telur ayam yang mudah pecah.

Bantu kami menyebarkan

Saya adalah ayah dari seorang putra usia 2,5 tahun, saya saat ini bekerja di kantor pos. Di waktu luang saya memanfaatkan waktu untuk menulis dan bermain dengan putra saya. Semoga tulisan-tulisan saya dapat menginspirasi para pembaca.

Cinta saja tidak akan bisa menghentikannya untuk tidak meninggalkan Anda

Tidak ada lagi kebahagiaan selain bisa melihat kebahagiaan dari setiap mata anggota keluarga, maka jagalah baik-baik hubungan pernikahan selayaknya Anda tidak sembarangan menaruh telur ayam yang mudah pecah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr