Kenali gejala saat anak Anda membutuhkan kacamata

Gangguan pada mata anak bisa menyebabkan ia harus menggunakan kacamata. Kenali gejala umum yang dilakukan anak Anda dengan matanya, sehingga ia bisa menjalani pemeriksaan mata sesegera mungkin.

757 views   |   5 shares
  • Saat Ayah, Ibu, Kakak menggunakan kacamata. Apakah hal ini akan dialami juga oleh Adik? Faktor genetik memang memiliki pengaruh seorang anak mengalami mata minus atau rabun jauh dan mengharuskannya menggunakan kacamata.

  • Namun saat ini mata minus pada anak tidak hanya disebabkan faktor genetik. Ada faktor lain seperti -salah satunya- penggunaan gadget sebagai 'teman' dalam aktivitas harian anak. Memang tidak salah mengenalkan gadgetpada mereka, apalagi sekarang banyak aplikasi yang menawarkan unsur edukatif yang dapat dijadikan sebagai salah satu sarana belajar. Namun keadaan ini akan menjadi bumerang bagi kesehatan mata anak, apabila orang tua tidak mengawasi durasi penggunaannya.

  • Terlalu sering berkutat dengan gadget dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan refraksi mata. Refraksi mata ialah perjalanan sinar pantulan dari suatu benda yang menjalar ke kedua mata hingga ditangkap oleh saraf mata di retina dan disatukan oleh saraf optik ke otak. Gangguan ini tidak hanya menyebabkan seorang anak mengalami rabun jauh, tetapi juga rabun dekat (mata plus) dan silindris.

  • Lalu bagaimana orang tua dapat mendeteksi apakah si kecil membutuhkan kaca mata? Ada beberapa gejala umum yang patut diwaspadai, antara lain:

    • Memiringkan kepala atau menyipitkan mata saat ia melihat jarak jauh agar kelihatan jelas.

    • Matanya menjadi sensitif dengan cahaya.

    • Megalami kesulitan fokus dalam melihat objek sehingga menonton TV harus dengan jarak dekat dan mengalami kesulitan membaca dalam jarak normal.

    • Mengucek mata dan sering mengedipkan mata.

    • Mata sering berkaca – kaca atau memerah.

    • Gerakan mata yang tidak normal.

    • Mata juling ke arah dalam atau luar.

    • Mengeluh pusing.

  • Jika Anda menemukan beberapa gejala diatas pada si kecil, segeralah membawanya ke dokter mata. Semakin cepat terdeteksi, orang tua dapat dengan cepat dapat mencari solusi untuk mengoreksi gangguan matanya. Jika terlambat penanganannya, tidak menutup kemungkinan anak Anda mengalami mata malas (amblyopia).Kondisi tersebut terjadi saat mata kanan dan kiri memiliki perbedaan penglihatan yang jauh sehingga hanya salah satu mata yang dominan fungsi penglihatannya, sedangkan mata lainnya menjadi lemah.

  • Pemeriksaan mata yang paling umum dilakukan adalah dengan membaca chart huruf. Jika si kecil belum bisa membaca, sekarang ada teknik streak retinoscopydimana dokter bisa memeriksa refleksi retina sambil si kecil duduk dengan tenang.

  • Advertisement
  • Jadi ayo, Ayah dan Ibu, rutinlah memeriksakan kesehatan mata anak Anda setahun sekali terutama saat mereka telah memasuki usia sekolah.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Kenali gejala saat anak Anda membutuhkan kacamata

Gangguan pada mata anak bisa menyebabkan ia harus menggunakan kacamata. Kenali gejala umum yang dilakukan anak Anda dengan matanya, sehingga ia bisa menjalani pemeriksaan mata sesegera mungkin.
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr