Pentingnya evaluasi dalam pernikahan

Dalam dunia bekerja, kita akan mengalami banyak pertemuan untuk melakukan evaluasi atas kinerja selama bekerja. Pernahkah melakukan hal ini dengan pasangan? Ternyata hal ini amat penting, apalagi kita menikah untuk selamanya

1,560 views   |   19 shares
  • Menjalani hubungan pernikahan tidak akan mungkin selalu indah, tanpa konflik. Sebetulnya setiap manusia butuh konflik, kok. Hidup tanpa konflik ya sudah pasti terasa hambar, dan konflik yang terselesaikan akan membuat kita semakin kenal pada pasangan. Namun, konflik pun harus diatasi dengan baik, karena jika tidak, masalah tidak selesai dan hanya akan menumpuk untuk kemudian meledak di kemudian hari.

  • Ledakan ini yang biasanya mengancam keutuhan rumah tangga. Hal ini dipertegas oleh Indra Noveldy, relationship coach ini menandaskan bahwa sebenarnya pernikahan itu tidak ada urusan dengan usia pernikahan. "Mau usia pernikahan masuk 5 tahun, 10 tahun, ataupun 20 tahun, kalau kita tidak belajar, tidak mendalami pasangan, maka sampai kapan pun pernikahan akan penuh turbulensi."

  • Penulis buku 'Menikah untuk Bahagia'ini pun mengungkapkan untuk usia pernikahan di atas 5 tahun, biasanya masalah yang timbul adalah akibat akumulasi masalah sebelumnya. Masalah yang terus dibiarkan dan didiamkan sebelumnya. Akibatnya masalah tersebut bisa meledak di tahun ke-7 ataupun tahun ke-15.

  • "Kenapa banyak pasangan suami istri yang mendiamkan masalah? Karena setiap kali coba diangkat dan dibicarakan, yang terjadi malah konflik. Suasana jadi tidak enak yang pada akhirnya banyak yang berpikir, 'Ya, sudahlah daripada suasana jadi tidak enak, lebih baik diam saja'. Padahal jika terus seperti ini, dibiarkan saja, tentu akan meledak, kan? Ini yang disebut bom waktu dalam pernikahan", ungkapnya.

  • Mengatasinya, Indra Noveldy mengungkapkan langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi masalahnya . Untuk bisa mengidentifikasi masalah tentu diperlukan dasar ilmu yang cukup. "Pertanyaannya sudah berapa banyak pasangan yang punya dasar ilmu yang cukup untuk membuat analisa? Jika menganalisa masalah saja belum mampu bagaimana bisa memecahkan masalah?"

  • Untuk itulah Indra Noveldy menyarankan agar semua pasang an suami isteri melakukan evaluasi pernikahan setidaknya setahun sekali. "Kita harus memberanikan diri untuk mengaudit hubungan. Kebanyakan dari kita hanya menunggu saja. Jangan sampai menunggu lebih lama hingga akhirnya sudah masuk dalam stadium 4," begitu katanya.

  • Advertisement
  • Apa saja yang perlu di valuasi? "Berani nggak nanti tanya ke pasangan, apakah kamu bahagia menikah dengan saya? Tapi tanyanya jangan dengan nada mengancam, ya. Kebanyakan pasangan yang menganggap pertanyaan ini sebuah jebakan. Pertanyaan seperti dalam deep conversation seperti ini memang perlu dilatih, jangan cuma sekedar chit chat. Gali jawabannya. Dengan pasangan kita juga harus pintar menggalinya, tapi jangan seperti polisi yang menginterogasi maling. Untuk itu kita juga perlu ilmu berkomunikasi".

  • Biar bagaimanapun memang tidak bisa dipungkiri, kalau berbicara soal benang merah dari sekian banyaknya masalah yang terjadi dalam rumah tangga, kata kuncinya adalah komunikasi.Sayangnya, sampai saat ini masih banyak yang tidak sadar kalau komunikasi dengan pasangannya belum dilakukan dengan baik.

  • "Banyak yang lupa bahwa rumus komunikasi itu sebenarnya adalah mendengar, bukan bicara. Dan mendengar butuh keahlian dan butuh dilatih. Banyak orang yang hanya mau bicara, bicara, dan bicara pada pasangannya, tanpa mau mendengar. Dia tidak sadar dengan berbicara terus menerus sebenarnya dia tidak mengenal siapa pasangannya. Dia hanya sibuk membicarakan dirinya sendiri, jadi dalam komunikasi yang perlu dipelajari adalah kemampuan untuk mendengar".

  • Hal ini juga disetujui oleh Anna Surti Ariani, S. Psi.,M.Si. Menurut Anna, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat kesepakatan lebih dahulu. Mau dibawa ke mana pernikahan ini? Bagaimana cara mengatasinya? Apakah kedua belah pihak perlu waktu untuk intropeksi lebih dulu? Atau apakah perlu atau tidak bantuan dari pihak luar?

  • "Ada kalanya untuk memperbaiki pernikahan, pasangan perlu bantuan dari orang lain. Bisa ngobrol dan konsultasi dengan orangtua, sahabat, pemuka agama ataupun konselor pernikahan," katanya.

  • Apabila keduanya memang sudah sepakat untuk memperbaiki hubungan dengan memaafkan pasangan yang sudah berselingkuh, maka perlu usaha untuk memperbaiki hubungan. Mencari cara bagaimana hubungan menjadi lebih memuaskan dan menyenangkan untuk kedua belah pihak.

  • Jadi, konflik perlu, namun kemampuan menyelesaikan konflik lebih diperlukan lagi. Jangan khawatir, biasakan mengevaluasi hubungan sebagai keran untuk mengeluarkan emosi sedikit demi sedkit. Agar nantinya tidak langsung meledak dan menghancurkan hubungan secara instan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pentingnya evaluasi dalam pernikahan

Dalam dunia bekerja, kita akan mengalami banyak pertemuan untuk melakukan evaluasi atas kinerja selama bekerja. Pernahkah melakukan hal ini dengan pasangan? Ternyata hal ini amat penting, apalagi kita menikah untuk selamanya
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr