7 gejala disleksia pada anak yang wajib diwaspadai

Anak-anak pada masa pertumbuhan sangat membutuhkan perhatian dari kedua orangtuanya, sebab kasih sayang tulus yang diberikan mampu membantu perkembangan emosi, mental serta kecerdasannya.

3,108 views   |   42 shares
  • Ketidakmampuan seorang anak dalam belajar atau disleksia mencakup berbagai macam gangguan yang menimbulkan beberapa gejala, tetapi hal ini seringkali gagal diantisipasi oleh orangtua hingga akhirnya anak benar-benar mengalami kesulitan dalam belajar. Jika sudah demikian anak kerap mendapatkan hukuman dari orangtua bahkan dari pihak sekolah akibat tidak mampu mengikuti pelajaran sekolah.

  • Apa yang menyebabkan disleksia?

  • Menurut dr. Anjana Thadhani, disleksia yang dialami oleh seorang anak umumnya terjadi dalam keluarga yang memiliki keturunan disleksia. Akan tetapi, secara medis hingga saat belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebabnya. Namun demikian, beberapa peneliti justru menemukan fakta bahwa penyebab disleksia bukan disebabkan oleh sistem pengajaran yang salah, tetapi lebih diakibatkan oleh gangguan pada otak si penderita.

  • Apa saja gejala disleksia?

  • Gejala disleksia yang dialami oleh seorang anak umumnya berbeda-beda sehingga sangat sulit untuk dikenali. Namun, ada beberapa gejala awal yang bisa dikenali oleh orangtua seperti kesulitan dalam berbicara, sulit berkonsentrasi dan tidak bisa membedakan kata (marah dengan kata merah) atau huruf (b dengan d, p dengan q, atau n dengan u). Selain itu, gejala disleksia juga bisa ditandai oleh beberapa kondisi berikut ini:

    • Rendahnya kemampuan untuk menuruti perintah seperti mandi dan kemudian menggosok gigi

    • Ketidakmampuan untuk mengurutkan angka atau abjad

    • Kesulitan untuk menghafal informasi lisan seperti nama orang, nama jalan, atau nomor telefon

    • Kesulitan dalam membaca atau sering salah menyebut sesuatu

    • Lambat memproses percakapan (lemot)

    • Cenderung menghindari kegiatan membaca, menulis, dan berhitung

    • Kepercayaan diri yang rendah

    • Kesulitan mengenakan pakaian atau sering salah menggenakan alas kaki, dan sebagainya

  • Apa disleksia bisa dicegah?

  • Sebelum memutuskan apakah buah hati Anda mengalami disleksia atau tidak, Anda sebaiknya mencari tahu terlebih dahulu kelebihan serta kekurangannya. Setelah itu, segera konsultasikan dengan dokter jika menemukan beberapa gejala yang telah disebutkan di atas.

  • Deteksi dini tentu saja dapat mencegah perkembangan disleksia, deteksi yang dimaksud akan membuat Anda siap guna menghadapi dan menyebuhkan disleksia. Beberapa hal yang disarankan oleh para ahli untuk mencegah perkembangan disleksia, di antaranya adalah:

  • Advertisement
  • Berikan perhatian pada anak

  • Anak-anak pada masa pertumbuhan sangat membutuhkan perhatian dari kedua orangtuanya, sebab kasih sayang tulus yang diberikan mampu membantu perkembangan emosi, mental serta kecerdasannya.

  • Bantu anak dalam proses belajar

  • Demikian pula dalam proses belajar, anak-anak hendaknya didampingi oleh kedua orangtua agar mereka merasa didukung sehingga mampu meningkatkan daya konsentrasi.

  • Berikan makanan bergizi

  • Mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang erat kaitannya dalam membantu meningkatkan kecerdasan anak, sehingga hal ini harus menjadi perhatian utama dari orangtua jika mengharapkan buah hatinya tubuh sehat dan terhindar dari disleksia.

  • Bekerja sama dengan guru

  • Dalam mengatasi disleksia orangtua tidak bisa bekerja seorang diri, tetapi sangat memerlukan bantuan dari guru pembimbing di mana buah hatinya belajar. Dengan demikian diharapkan guru-guru di sekolah memahami kondisi yang sedang dialami oleh muridnya dan dapat menyesuaikan metode pembelajaran yang sesuai untuknya.

  • Terapi anak disleksia

  • Anak yang mengalami disleksia dikategorikan dalam anak berkebutuhan khusus (ABK). Untuk itu, orangtua dapat mencari bantuan dari para ahli untuk mengatasi disleksia yang sedang dialami oleh buah hatinya. Ada 2 jenis terapi yang saat ini direkomendasikan oleh para ahli, di antaranya: Terapi integrasi sensori dan terapi orthopaedagogy.

  • Disleksia dapat mempengaruhi kecerdasan serta rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, jangan biarkan ketika buah hati Anda menunjukkan gejala disleksia di awal pertumbuhannya. Jadilah orangtua yang peduli dan tingkatkan keharmonisan rumah tangga agar anak-anak Anda dapat tumbuh, berkembang serta belajar dalam suasana yang nyaman dan penuh kehangatan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Saya seorang guide paruh waktu di Bali, anak kedua dari 5 bersaudara. Saya sangat menyukai alam dan bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara.

7 gejala disleksia pada anak yang wajib diwaspadai

Anak-anak pada masa pertumbuhan sangat membutuhkan perhatian dari kedua orangtuanya, sebab kasih sayang tulus yang diberikan mampu membantu perkembangan emosi, mental serta kecerdasannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr