11 hal yang harus Anda lakukan jika ingin rumah tangga jauh dari risiko perceraian

Sebisa mungkin, kita harus mengukuhkan pernikahan kita agar setiap harinya semakin kuat dan kokoh, sehingga saat masalah dan tantangan datang silih berganti dalam kehidupan pernikahan, kita tidak mudah terpancing dan goyah terhadap keadaan.

2,765 views   |   43 shares
  • Ketika semasa pacaran kita berhak memutuskan hubungan itu dengan alasan apa pun. Namun berbeda ketika telah menikah, alasan apa pun tidak membenarkan setiap pasangan bercerai. Putus ketika berpacaran tidak sama dengan bercerai ketika menikah. Sebelum memutuskan menikah kita berhak untuk menjalin hubungan dengan beberapa orang. Jika tidak cocok, kita bisa bilang putus. Tetapi jika telah menikah, kita harus bisa bertahan dan hidup dengan pasangan pilihan kita. Komitmen kita untuk menikah lebih sakral dan lebih penuh tanggung jawab. Oleh sebab itu, sebagai suami istri, kita harus memiliki kunci pernikahan agar pintu rumah tangga kita tidak mudah hancur akibat dorongan permasalahan dan tidak mudah jatuh akibat dobrakan pertengkaran dari pihak luar maupun yang datang dari dalam diri kita sendiri yang dapat menghancurkan pernikahan kita. Jangan biarkan perceraian mengambil semua kebahagiaan pernikahan yang kita telah bangun bersama pasangan dan anak-anak kita.

  • Kita tentu tidak ingin pasangan dan anak-anak kita menjadi terluka dan terlantar akibat perceraian bukan?. Sebisa mungkin, kita harus mengukuhkan pernikahan kita agar setiap harinya semakin kuat dan kokoh, sehingga saat masalah dan tantangan datang silih berganti dalam kehidupan pernikahan, kita tidak mudah terpancing dan goyah terhadap keadaan.

  • Berikut ini 11 kunci pernikahan yang dapat kita pakai untuk membuka setiap pintu kebahagiaan demi mengukuhkan pernikahan dan menjauhkan pernikahan kita dari perceraian :

  • 1.Pertahankan kemesraan layaknya orang berpacaran

  • Tumbuhkan rasa cinta kita setiap harinya sama seperti waktu dahulu kita berpacaran. Rasa cinta akan selalu tumbuh bukan karena kita jatuh cinta tetapi karena kita membangun cinta. Pertahankan kemesraan agar kejenuhan tidak terjadi.

  • 2. Selalu ingat bahwa Tuhanlah yang mempersatukan kita dalam pernikahan

  • Jangan lupa bahwa Tuhanlah yang menyatukan kita dalam ikatan pernikahan dan tentunya Tuhan berkehendak agar pernikahan kita berjalan bahagia dan langgeng. Dan percayalah bahwa Tuhan akan selalu menumbuhkan rasa sayang di antara kita.

  • 3. Jadikan kasih sebagai penyatu hubungan

  • Dengan kasih yang sejati, pernikahan kita tidak akan mudah hancur. Gapailah kasih sejati itu, dengan demikian kita mengizinkan jiwa kita untuk dapat menerima segala kekurangan pasangan.

  • 4. Jaga hati dan tubuh kita dari setiap godaan yang datang

  • Tidak dipungkiri godaan itu pasti ada. Sebagai manusia kita masih lemah untuk melawan setiap godaan tersebut. Namun kita bisa mencoba untuk mengubah cara berpikir kita yang salah dan menyimpang. Pikiran dan perasaan yang tetap pada tujuan pernikahan akan mengarahkan kita untuk bertindak dengan benar pula. Tetap menjaga hati dan segala panca indra kita terhadap hal hal yang negatif.

  • Advertisement
  • 5. Jangan marah berkepanjangan

  • Menyimpan rasa sakit dan amarah yang berlarut-larut sangatlah berbahaya. Jika disepelehkan akan mengancam kehidupan pernikahan kita

  • 6. Jangan jadikan perceraian sebagai jalan keluar terhadap masalah yang ada

  • Perceraian hanya akan membuat masalah baru muncul. Jika masih bisa diperbaiki dan dicari jalan keluarnya, berdamailah. Perceraian bukan solusi yang benar.

  • 7. Bentuk rumah tangga sendiri tanpa campur tangan orang lain

  • Memutuskan untuk menikah berarti harus siap membangun rumah tangga sendiri. Kita harus bertanggung jawab dan berani mengambil setiap keputusan bersama tanpa harus membebani keluarga yang lain.

  • 8. Hargai pendapat dan keputusan pasangan

  • Antara suami istri berhak mengemukankan pendapatnya masing masing, Anda wajib menerima dan menghargainya. Kemudian musyawarahlah untuk membuat keputusan secara bersama.

  • 9. Terbuka dan jujur terhadap apa pun

  • Kejujuran yang pahit akan lebih baik untuk kelangsungan pernikahan daripada kebohongan yang manis. Belajarlah terbuka terhadap pasangan apa pun keadaannya.

  • 10. Hindari kritikan yang dapat melukai perasaan

  • Mengkritik dengan kata-kata kasar atau sengaja mencari-cari kesalahan pasangan tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik. Justru kritikan pedas hanya menorehkan luka hati.

  • 11. Bersikaplah bijaksana dalam hal keuangan

  • Setelah menikah, semua penghasilan atau pendapatan suami dan istri adalah milik bersama. Untuk itu, saling terbukalah dalam hal keuangan sehingga suami istri dapat bersikap bijaksana dalam mengelola keuangan rumah tangga.

  • Rahasia pernikahan bahagia bukanlah memiliki pasangan yang sempurna. Jangan mengharapkan pasangan yang sempurna karena dapat menimbulkan kekecewaan. Tetapi Berusahalah menjadi pendamping yang cocok, tepat dan serasi buat pasangan kita.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

11 hal yang harus Anda lakukan jika ingin rumah tangga jauh dari risiko perceraian

Sebisa mungkin, kita harus mengukuhkan pernikahan kita agar setiap harinya semakin kuat dan kokoh, sehingga saat masalah dan tantangan datang silih berganti dalam kehidupan pernikahan, kita tidak mudah terpancing dan goyah terhadap keadaan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr