Kunci utama membangun pernikahan bahagia adalah dengan membangun cinta

Pengorbanan suami istri dalam membangun cinta harus selaras dengan cinta yang dibangun setiap harinya. Jika kita membangun cinta, kita harus bisa mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam pembangunan cinta itu.

2,461 views   |   35 shares
  • Banyak orang berkata, mengapa kamu memilih dia menjadi pasangan hidupmu, padahal banyak yang lebih baik di luar sana?

  • Jawabannya pasti karena jatuh cinta.

  • Mengapa mereka menikah?

  • Jawabannya karena mereka saling jatuh cinta.

  • Mengapa jatuh cinta menjadi alasan semua pasangan kekasih memadu kasih dalam hubungan yang lebih serius? Segitu ajaibnyakah jatuh cinta itu?. Dan sedasyat itu kah akibat dari jatuh cinta?.

  • Terus, mengapa orang mudah jatuh cinta? Jawabannya karena saat kita jatuh cinta, mata, telinga dan mulut kita seakan tertutup terhadap keburukan dan kelemahan pasangan kita.

  • Mengapa kita seperti terhipnotis oleh perasaan jatuh cinta itu?. Itulah hebatnya orang yang sedang merasakan indahnya jatuh cinta. Tak ada satu pun orang yang bisa menghalangi atau menghadang perasaan seperti itu. Bahkan bagi sebagian orang yang sedang dilanda rasa itu, rintangan atau hambatan yang akan menghadang tidak berarti apa pun dibanding rasa cinta yang dirasakan.

  • Namun, jika ada pertanyaan. Mengapa kehidupan pernikahannya menjadi bahagia?. Apakah jawabannya karena mereka saling jatuh cinta?. Sebenarnya bukan karena itu. Kehidupan pernikahannya bisa menjadi bahagia karena mereka membangun cinta itu setiap harinya. Membangun cinta memang tidak semudah orang jatuh cinta. Jatuh cinta bisa terjadi pada pandangan pertama tetapi membangun cinta harus terjadi setiap saat setelah pernikahan. Dan untuk sebagian orang hal tersebut sangat sulit untuk diterapkan. Mengapa demikian? Karena membangun cinta membutuhkan pengorbanan dan kerja keras. Membangun cinta berarti mendewasakan cinta menjadi lebih matang melalui sikap kita dalam menghargai, memahami, bersikap setia, penuh tanggung jawab, tidak egois dan rela berkorban demi kebahagiaan pasangan.

  • Saat memasuki dunia pernikahan, tidak ada yang bisa ditutupi lagi. Mungkin sebelum menikah, kita dibutakan dan ditulikan terhadap kelemahan dari pasangan kita. Di penglihatan dan pendengaran kita, hanya yang manis manis saja. Namun, ketika kita menikah otomatis kita akan menghabiskan waktu bersama mulai dari bangun pagi sampai malam hari kita terlelap yang akan menemani pasti pasangan kita sehingga segala belang pasangan akan tersingkap seiring berjalannya waktu. Tentu saja kita tidak bisa terus terusan tidak acuh di depan pasangan kita bukan?.

  • Di sinilah kita belajar bedanya jatuh cinta dan membangun cinta. Walau berbeda, jatuh cinta dan membangun cinta sama sama berjuta rasanya. Orang yang sedang jatuh cinta akan mengungkapkannya dengan kata-kata mesra, pelukan dan sikap yang romantis. Beda halnya dengan membangun cinta, terkadang ketika kita berusaha membangun cinta, yang kita ungkapkan ataupun yang kita terima dari pasangan kita berupa perasaan jengkel atau kecewa. Namun sebagai pasangan yang dewasa, kita harus mengubah perasaan jengkel itu menjadi sikap yang dewasa pula. Dewasa dalam menyikapi setiap konflik dan berusaha bersama-sama mencari solusinya demi pencapaian tujuan pernikahan yang lebih baik.

  • Advertisement
  • Pengorbanan suami istri dalam membangun cinta harus selaras dengan cinta yang dibangun setiap harinya. Jika kita membangun cinta, kita harus bisa mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam membangun cinta itu. Agar pada saat membangun, tidak ada yang merasa terluka. Suami istri harus bisa saling memperhatikan perasaan pasangannya. Suami istri tidak bisa menjadi musuh dalam selimut. Musuh tidak bisa diajak kerja sama dalam membangun cinta. Bahkan sebelum menikah, kita sibuk mencari teman hidup. Lalu jika kita mencari teman hidup,mengapa kita harus menjadi musuh dari pasangan kita saat ini?

  • Setiap keadaan sekalipun begitu berat bagi kita, tetaplah untuk selalu mengingat komitmen pernikahan kita. Kita memutuskan untuk menikah, pasti ada tujuannya. Dan tentunya tujuannya adalah untuk mencapai kebahagiaan bersama. Jika diperjalanan rumah tangga, kita berjumpa dengan banyak kerikil masalah dan jalan buntu, percayalah jalan keluar akan selalu tetap ada jika kita mau berusaha memperbaikinya. Mulailah pernikahan kita dengan jatuh cinta lalu lanjutkan dengan membangun cinta dan percaya suatu saat nanti kita bisa menikmati kebahagiaan bersama pasangan dan anak anak kita di istana cinta yang telah kita bangun.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Melisa adalah lulusan Sarjana Ekonomi UNMER. Saat ini menetap di Sulawesi Barat. Pekerjaannya adalah sebagai istri dan ibu dari kedua buah hatinya. Gemar menulis sejak masih SD, dan menurutnya menulis adalah sarana tepat untuk berbagi pengalaman.

Kunci utama membangun pernikahan bahagia adalah dengan membangun cinta

Pengorbanan suami istri dalam membangun cinta harus selaras dengan cinta yang dibangun setiap harinya. Jika kita membangun cinta, kita harus bisa mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dalam pembangunan cinta itu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr