Apa yang kita harapkan bagi setiap istri untuk tahu tentang suaminya?

Kami lebih dari sekedar ayah dari anak-anak, namun juga suami Anda, cintailah kami dengan sungguh-sungguh.

1,363 views   |   26 shares
  • Menjadi suami itu sulit. Kami telah berusaha sekeras mungkin untuk menjadi suami terbaik selama kami bisa, dan kami sering kali merasa senang ketika mengalami kegagalan. Saya pikir, tidak setiap waktu. Kami memiliki hari yang baik dan hari yang buruk serta beberapa hari yang membuat kami tertekan. Tetapi meskipun begitu, kami masih tetap di sini di samping Anda dan selalu mencoba untuk dapat melakukannya.

  • Hal ini sudah bukan hal yang unik lagi bagi kami. Kehidupan ini sulit bagi semua orang. Setiap orang berusaha membuat untuk menyelaraskannya dalam kehidupan dan mencari kebahagiaan sepanjang jalan kehidupan mereka. Tetapi bagi suami, terdapat beberapa hal unik yang menjadikannya sebuah kesulitan utama bagi kami. Sudah menjadi sifat kami di mana hal itu tidak terucapkan dan sulit memberitahukan maksud kami kepada mereka, karena kami tidak dapat mengutarakan perasaan kami. Kami harus bisa menjadi "jantan" dan "menjadi dewasa."

  • Tetapi di dalam itu semua, terdapat beberapa hal yang kami harapkan untuk Anda mengetahuinya sebab itu akan sangat membantu kami. Jadi tolong dengarkanlah.

  • Berikut 7 hal dari kami(suami) berharap istri kami memahami kami

  • 1. Kami bukanlah seorang pangeran tampan yang mempesona, kami adalah suami Anda

  • Kami tidak suka jika Anda berharap kami bisa menjadi pangeran tampan yang mempesona. Kenyataannya, itu terlalu berlebihan. Tidak semua dari kami tahu bagaimana cara berkuda atau mengalahkan seekor naga. Tidak semua dari kami itu gagah dan sopan dibandingkan dengan pangeran tampan, jadi jangan mengharapkan kami seperti itu. Beberapa dari kami lebih memilih membaca buku, reparasi mobil ataupun bermain video game. Dan bukan berarti dari hal ini kami tidak sempurna. Hal ini hanya menyatakan bahwa kami adalah orang yang unik. Cintailah siapa pun dan apa pun kami ini.

  • 2. Tidak, itu bukan saja tentang fisik Anda, kami menginginkan keintiman dengan Anda

  • Kami(suami) mengerti. Sejak Anda masuk masa remaja Anda pernah bersama anak-anak lelaki yang tanpa Anda ketahui dia menatap dada Anda. Kami juga mengerti ketika Anda mengalami kencan yang buruk di mana mereka semua membutuhkan Anda hanya demi tubuh Anda. Akan tetapi itu bukanlah kami. Kami adalah suami dan kami mencintai Anda. Kami tidak ingin melakukan hubungan intim dengan Anda dengan alasan yang sama seperti lelaki lain yang memanfaatkan Anda. Janganlah mengelompokan kami seperti lelaki lain. Berhubungan intim itu penting bagi kami dan akan membantu kami menunjukkan serta merasakan cinta saya sendiri tanpa harus menunjukkan dan merasakannya dengan orang lain.

  • Advertisement
  • 3. "Istri bahagia, hidup bahagia," itu merupakan sindiran

  • Itu terdengar lucu ketika seseorang mengatakan, "Istri bahagia, hidup bahagia," bukan begitu?. Saya memiliki sebuah lelucon untuk Anda: Apa yang Anda katakan tentang seorang wanita dengan dua mata hitam? Tidak ada. Anda telah mendengarkan kedua leluconnya, lucu bukan?. Tidak ada seorang pun menganggap jika istri bahagia, maka hidup akan menjadi bahagia sebab itu hanyalah lelucon. Dengan mengharapkan kita membuat istri bahagia maka suami akan bahagia, justru hal itu tidak membuat suami menjadi lebih baik. Sebab hal tersebut membuat suami menjadi tunduk.

  • 4. Jangan mengharapkan suami untuk melakukan sesuatu dengan cara Anda(istri) sendiri

  • Kami(suami)benar-benar mendengarkan Anda ketika menyuruh agar kami lebih sering mencuci piring. Dan kami mencoba, dan benar-benar mencobanya. Tapi hanya ketika mengerjakannya dengan cara kami tidak seperti kebiasaan Anda tidak berarti kami telah salah melakukannya. Dan, ketika Anda mendapatkan kesalahan kembali seperti tidak menggunakan spon yang telah tersedia, hal itu akan membuat kami merasa enggan melakukannya lagi. Kami tidak melakukan cara yang sama seperti cara Anda ketika mengerjakan sesuatu sebetulnya itu bukanlah hal yang buruk. Tolong hargailah perbedaan kami, jangan menyalib kami untuk hal itu.

  • 5. Kami juga memiliki perasaan, dan Anda telah benar-benar menyakitinya

  • Setiap kali kami ingin untuk berhubungan intim dan setiap kali Anda mengatakan pada kami untuk, "Jadilah laki-laki," itu menyakiti kami. Kami mungkin tidak memperlihatkannya pada awalnya namun setelah itu terjadi, kami akan mengelak dan mencari hal lain sebagai bahan kesibukan daripada menghabiskan waktu bersama Anda. Bukan seperti itu sebenarnya yang kami kehendaki. Kami memiliki alasan mengapa kami menikahi Anda. Perlakukanlah pasangan dengan perasaan peka yang sama seperti Anda ingin diperlakukan juga.

  • 6. Mereka juga anak-anak kita, jadi mari kita didik mereka juga

  • Tidak, cara kami mendidik mereka tidak sama dengan cara yang Anda lakukan. Kami cenderung lebih kasar dan cukup memicu adrenalin dalam hal mendidik anak-anak. Terkadang kami akan menyuruh anak-anak untuk melompat dari balkon ke trampolin. Hal tersebut bukan berarti kami orangtua yang buruk. Ini hanya beginilah cara ayah. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa anak-anak mendapatkan banyak sekali manfaat dari didikan seorang ayah. Jadi jangan mencari kesalahan kami ketika cara mendidik kami tidak sama seperti yang Anda lakukan. Kami akan tetap mencintai anak-anak kami dengan segala kehidupan kami. Dan kami hanyalah menanamkan sebuah hal baik untuk masa depan mereka seperti Anda.

  • Advertisement
  • 7. Jangan menilai pernikahan kita dari bagaimana saya mendidik

  • Sebagai seorang istri, Anda lebih dari seorang ibu dan pengasuh, dan sebagai seorang suami juga sama. Jangan menilai pernikahan kita dengan seberapa baiknya saya bersama anak-anak. Mengasuh itu tidak mudah, terkadang perkerjaan dan kewajiban saya lainnya datang pada saat yang bersamaan. Menilai kebaikan saya sebagai seorang suami dan sebaik apa saya bersama anak-anak seperti saya menilai seberapa baiknya Anda sebagai seorang istri dengan seberapa baik Anda memasak. Kami para suami lebih dari sekedar ayah dari anak-anak Anda. Kami adalah suami Anda. Cintailah kami.

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Andrean Setiadharma dari "What we wish every wife knew about her husband" karya Aaron Anderson.

Bantu kami menyebarkan

Aaron Anderson adalah seorang terapis dan pemilik dari The Marriage and Family Clinic di Denver, Colorado. Dia seorang penulis, pembicara dan ahli hubungan. Kunjungi blognya RelationshipRx.net untuk informasi ahli guna memperbaiki hubungan Anda.

Apa yang kita harapkan bagi setiap istri untuk tahu tentang suaminya?

Kami lebih dari sekedar ayah dari anak-anak, namun juga suami Anda, cintailah kami dengan sungguh-sungguh.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr