Menjadi pasangan proaktif, Bagaimana caranya?

Dalam pertengkaran yang terjadi, kita sering menyalahkan keadaan, pasangan dan merasa menjadi korban. Sikap seperti ini yang disebut dengan reaktif, dan pada umumnya berdampak negatif. Gantilah dengan sikap positif dengan proaktif. Bagaimana Caranya?

1,473 views   |   19 shares
  • Dalam dunia pekerjaan, kita sering mendengar istilah "Jadilah proaktif, bukan reaktif". Sebetulnya apa arti dari proaktif dan reaktif, ya?

  • Dari buku 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif tulisan Stephen Covey, dijelaskan bahwa dari artinya sendiri reaktif adalah sifat cenderung, tanggap, atau segera bereaksi terhadap sesuatu yg timbul atau muncul. Sikap reaktif adalah sikap seseorang yang gagal membuat pilihan respons ketika mendapatkan rangsangan (stimulus).

  • Contoh mudahnya adalah, bila seseorang selalu menjadi marah kalau dihina, maka orang tersebut dikatakan "reaktif" karena selalu memberikan tanggapan (respons) yang sama terhadap suatu rangsangan (stimulus). Binatang secara umum adalah makhluk yang reaktif. Bila Anda pukul, reaksinya hanya dua, takut atau marah. Suatu tanggapan yang mudah diduga sebelumnya.

  • Proaktif bertolak belakang dengan reaktif. Bila reaktif tidak mampu memilih respons atau tanggapan, bersikap langsung menyerang tanpa pikir panjang, maka proaktif adalah kemampuan seseorang untuk memilih respons. Sikap proaktif adalah sikap seseorang yang mampu membuat pilihan di kala mendapatkan rangsangan (stimulus).

  • Sikap proaktif ini sendiri sangat berguna bagi manusia terutama dalam menghadapi rintangan maupun dalam berinteraksi dengan manusia lain. Sikap proaktif menunjukkan tingkat kecerdasan emosi (EQ) yang tinggi. Seseorang bisa bertahan saat menghadapi musibah, bisa menumbuhkan motivasi saat kondisi tidak menyenangkan, juga bisa memberikan respons positif yang disesuaikan dengan situasi, semua itu merupakan sikap proaktif yang menunjukkan pengelolaan emosi secara baik.

  • Nah, sikap proaktif ini tak hanya bisa diterapkan dalam dunia karier, namun juga dalam berumah tangga. Iya, hal ini pernah juga dituliskan oleh Reza M. Syarief dalam bukunya Life Excellence. Dalam sebuah konflik rumah tangga yang terjadi, sikap reaktif atau proaktif kah yang akan menyelamatkan rumah tangga Anda dan pasangan?

  • Dengan bersikap reaktif, biasanya kita akan sibuk menyalahkan keadaan, menyalahkan pasangan, dan merasa diri sebagai korban. Lalu sibuk tenggelam dengan keluhan, tanpa melakukan hal yang berarti untuk menyelesaikan masalah dari akarnya. Setiap tindakan yang dilakukan pasangan menjadi salah, dan Anda akan begitu mudah marah.

  • Sementara dengan bersikap proaktif, kita akan berusaha menyelesaikan masalah. Misalnya dengan berusaha menyelami pikiran pasangan pada saat itu. Anda akan berusaha masuk ke dalam saluran pemikiran pasangan dan mengubah saluran pikiran Anda. Ketika sudah ada kesaamaan frekuensi, Anda akan merasakan yang dirasakan oleh pasangan. Inilah yang dinamakan mengasah kepekaan akan kebutuhan pasangan.

  • Advertisement
  • Hal yang selanjutnya dilakukan si proaktif adalah bertindak. Jika Anda ingin diperlakukan dengan baik, maka Anda harus memerlakukannya dengan baik terlebih dahulu. Apa pun yang Anda inginkan, Anda akan memulainya dari diri sendiri. Mendidik hati dan pemikiran Anda untuk selalu bisa melihat sisi positif dari hal yang paling menyebalkan.

  • Berusaha mengenal dan memahami pasangan lebih dulu, sebelum ia memintanya. Mengetahui apa yang diinginkannya, dan melakukannya sejak awal. Membahagiakan pasangan dengan tulus, dan ia pun lama kelamaan akan melakukan hal yang sama. Maka, rumah tangga Anda akan berada di jalur kerja sama yang seimbang.

  • Proaktif adalah perubahan dari dalam ke luar, yakni dapat melakukan perubahan ke arah positif sehingga pasangan menjadi lebih dapat bekerja sama. Proaktif, berarti, ada ruang untuk berpikir dan memilih respons setelah stimulus datang. Bersikap proaktif juga akan membuka keran emosi Anda sedikit demi sedikit, dan tidak menumpuknya lalu suatu saat dapat meledak.

  • Oleh karena itu hiduplah selaras dengan prinsip agar membawa konsekuensi positif, melanggar prinsip akan menghasilkan konskuensi negatif. Sekali lagi manusia proaktif bertanggung jawab atas pilihannya, apabila yang dipilih berakibat negatif/kesalahan maka akuilah dan belajar darinya.

  • Untuk melakukannya, tentu kita harus membuang gengsi dan rasa ke-aku-an jauh-jauh. Sebab, rumah tangga ini milik Anda berdua, dan tanggung jawab Anda berdua. Jalanilah berdua dengan tulus dan sepenuh hati.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjadi pasangan proaktif, Bagaimana caranya?

Dalam pertengkaran yang terjadi, kita sering menyalahkan keadaan, pasangan dan merasa menjadi korban. Sikap seperti ini yang disebut dengan reaktif, dan pada umumnya berdampak negatif. Gantilah dengan sikap positif dengan proaktif. Bagaimana Caranya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr