Tugas suami dan istri, apa sajakah?

Setiap kita memiliki tugas masing-masing dalam menjalani pernikahan bersama. Namun yang utama adalah saling memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing. Juga menjaga pernikahan berdua, tanpa ada rasa mendominasi

12,692 views   |   84 shares
  • Dalam pertengkaran suami dan istri, ada seringkali terbersit keluhan seperti "Itu seharusnya tugasmu, bukan tugasku" atau "Kenapa semua harus aku, lalu apa tugasmu?" ya kan? Sesekali pasti ada saja rasa seperti itu, meski tak selalu terucap. Sebab, jika benar-benar terlontar, biasanya konflik akan berlangsung semakin sengit.

  • Tahukan Anda, bahwa sebenarnya, di Indonesia, tugas suami dan istri sudah tertulis dalam hukum. Sebab, dalam hal mewujudkan tujuan dari suatu perkawinan sangat diperlukan kerja sama yang baik antara suami dan istri dalam hal menjalankan hak dan kewajiban masing-masing pihak.

  • Yang dimaksud dengan hak adalah sesuatu yang seharusnya diterima seseorang setelah ia memenuhi kewajibannya. Sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang seharusnya dilaksanakan oleh seseorang untuk mendapatkan hak. Dalam hal ini apa yang dinamakan hak istri merupakan kewajiban dari suami, begitu pula sebaliknya. Secara umum menurut pasal 33 dan pasal 34 Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan, suami-istri wajib saling setia dan mencintai, hormat-menghormati, dan saling memberi bantuan secara lahir dan batin. Suami wajib melindungi dan memenuhi keperluan hidup rumah tangga sesuai dengan kemampuannya. Begitu pula sang istri, istri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaik-baiknya.

  • Berbicara mengenai hak dan kewajiban istri-suami maka hak dan kewajiban tersebut dapat dipisahkan menjadi dua kelompok, Pertama hak dan kewajiban yang berupa kebendaan, yaitu mahar dan nafkah. Kedua hak dan kewajiban yang bukan kebendaan. Yang merupakan hak dan kewajiban yang berupa kebendaan antara lain adalah :

    1. suami wajib memberikan nafkah pada istrinya. Maksudnya adalah suami memenuhi kebutuhan istri meliputi makanan, pakaian, tempat tinggal dan kebutuhan rumah tangga pada umumnya.

    2. suami sebagai kepala rumah tangga. Dalam hubungan suami-istri maka suami sebagai kepala rumah tangga dan istri berkewajiban untuk mengurus rumah tangga sehari-hari dan pendidikan anak. Akan tetapi, ini tidak berarti sang suami boleh bertindak semaunya tanpa memperdulikan hak-hak istri. Apabila hal ini terjadi maka istri berhak untuk mengabaikannaya.

    3. istri wajib mengatur rumah tangga sebaik mungkin.

  • Sementara, hak dan kewajiban suami-istri yang bukan kebendaan adalah:

    1. suami wajib memperlakukan istri dengan baik. Maksudnya suami harus menghormati istri, memperlakukannya dengan semestinya dan bergaul bersamanya secara baik.

    2. suami wajib menjaga istri dengan baik. Maksudnya suami wajib menjaga istri termasuk menjaga harga diri istri, menjunjung kemuliaan istri dan menjauhkannya dari fitnah.

    3. suami wajib memberikan nafkah batin kepada istri.

    4. suami wajib bersikap sabar dan selalu membina ahlak istri. Maksudnya suami wajib untuk bersikap lemah lembut terhadap istrinya dan harus bersikap tegas ketika melihat istrinya melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan agama. Sikap tegas di sini dimaksudkan untuk mendidik dan membina ahlak istri.

    5. istri wajib melayani suami dengan baik. Maksudnya seorang istri wajib mentaati keinginan suaminya selama keinginan tersebut tidak bertentangan dengan syariat agama.

    6. istri wajib memelihara diri dan harta suami. Maksudnya istri harus benar-benar menjaga diri jangan sampai menjadi perhatian orang yang mengakibatkan fitnah. Seorang istri juga wajib menjaga harta milik suami, dengan tidak membelanjakannya untuk hal-hal yang tidak penting.

    7. istri wajib untuk tidak menolak ajakan suami ke tempat tidur.

  • Advertisement
  • Selain hak dan kewajiban suami-istri, dalam suatu perkawinan juga terdapat kedudukan suami-istri. Secara garis besar kedudukan suami-istri dalam pasal 31 ayat (1) Undang-undang No.1 tahun 1974 tentang perkawinan adalah sama. Baik kedudukannya sebagai manusia maupun dalam kedudukanya dalam fungsi keluarga.

  • Luar biasa ya? sepakatkah Anda dengan tugas-tugas tersebut?

  • Memang, dalam menjalani pernikahan, baik suami maupun istri rasanya wajib saling mengenal dan memahami satu sama lain. Sebab pernikahan adalah kerja sama tim. Suami ditempatkan sebagai pemimpin, karena tanggung jawabnya jauh lebih besar, juga bebannya. Bukan sebagai pembenaran untuk bersikap arogan dan semaunya. Pemimpin yang baik, bukan orang yang seenaknya, bukan?

  • Begitu juga dengan istri, sebagai anggota tim, maka harus siap seiring dan sejalan dengan kesepakatan bersama. Pernikahan bukan dominasi salah satu, dan bukan kompetisi siapa yang menang dan siapa yang kalah setiap kali terjadi konflik. Pernikahan adalah melangkah bersama dan saling memperhatikan, satu sama lain. Tugas suami dan istri yang utama adalah menjalani pernikahannya dengan cinta.

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Tugas suami dan istri, apa sajakah?

Setiap kita memiliki tugas masing-masing dalam menjalani pernikahan bersama. Namun yang utama adalah saling memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing. Juga menjaga pernikahan berdua, tanpa ada rasa mendominasi
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr