6 perangkap yang membuat Anda mengira tak lagi cinta pada pasangan

Meniadakan suara yang memberitahu Anda bahwa cinta Anda telah padam dengan cara menghindari enam perangkap berikut.

1,550 views   |   6 shares
  • Pernikahan dapat merupakan sebuah perjalanan panjang dan sulit, penuh dengan rintangan yang selalu menghalangi Anda memiliki hubungan yang bahagia. Tetapi jangan kecil hati atau terkecoh. Jika Anda ingin tetap mempertahankan keluarga dan pernikahan Anda, belajarlah mengenali dan menghindari enam perangkap berikut:

  • 1. Jantung Anda berdebar-debar tetapi bukan oleh pasangan hidup Anda

  • Jantung Anda mungkin berdebar-debar setelah melihat rekan kerja atau salah seorang bekas pacar Anda, tetapi hendaknya tak seorang pun ada di tengah hidup Anda dan pasangan hidup Anda. Kadang-kadang rasa tertarik muncul tanpa diminta, Anda tidak selalu dapat mengendalikan hasrat dalam tubuh Anda. Namun demikian, jika jantung Anda berdebar-debar dan mulai berkeringat dingin, ada sesuatu yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan kendali diri. Mungkin Anda tidak dapat mengendalikan bagaimana tubuh Anda bereaksi, tetapi Anda dapat mengendalikan pikiran dan mata Anda. Tetap berpikir pada pasangan hidup Anda. Minta Tuhan membantu Anda tetap fokus memikirkan pasangan hidup Anda dan menjauhkan diri dari gangguan.

  • 2. Pasangan hidup Anda sedikit berubah dan 'aus'

  • Waktu menikah dulu, pasangan hidup Anda sangat menarik dan riang dengan banyak kualitas yang Anda sukai. Ketika waktu berlalu, mungkin telah bertambah beberapa kilo, lebih banyak mengernyit daripada tersenyum, dan kebiasaan baru menggantikan kebiasaan 'manis' tempo dulu.

  • Jika itu yang terjadi, perceraian bukan jawabannya. Ingatlah akar pernikahan Anda adalah cinta. Dulu, mungkin cinta itu tertutupi oleh wajah tampan atau cantik atau hobi yang menarik, tetapi cinta itu masih tetap ada di sana. Temukan kembali. Manusia berubah ketika mereka bertambah umur, cari cara untuk mengasihi pasangan hidup yang telah berubah daripada menggunakan waktu fokus pada "tempo dulu".

  • 3. Orang lain merupakan opsi yang menarik

  • Pikiran semacam ini mungkin menyusup dalam benak Anda, tetapi itu tidak benar. Orang tertentu mungkin nampak merupakan pilihan yang lebih baik, tetapi Anda sedang tidak realistis dalam memikirkan hubungan Anda seutuhnya. Hanya karena sedang bekerja dengan seseorang tidak mengungkapkan bagaimana orang itu mengatasi masalah di rumah, mengatur anggaran, atau berurusan dengan anak-anak.

  • Apa yang dapat Anda lakukan?

  • Hindari membahas masalah pernikahan Anda dengan orang lain. Jangan mengeluh kepada teman-teman atau rekan kerja tentang isu yang timbul dalam rumah tangga. Kemukakan hubungan positif untuk konsumsi orang lain. Jika Anda sedang memiliki masalah dalam pernikahan, Anda dan pasangan hidup Anda yang harus membahasnya — bukan Anda dengan seorang rekan kerja.

  • Advertisement
  • 4. Anda pantas mendapat perlakuan yang lebih baik

  • Jika Anda sedang diperlakukan dengan kasar dan kejam, maka pernyataan tersebut adalah benar. Namun demikian, jika pikiran semacam itu muncul setelah sedikit bertengkar, dan tidak sepakat, maka inilah saatnya untuk mempertimbangkan kembali.

  • Untuk menghindari pikiran semacam ini menjadi sebuah perangkap, jangan memikirkannya. Juga jangan membiarkan orang lain mengatakan kepada Anda apa yang akan membuat Anda bahagia. Anda paling tahu apa yang terbaik buat Anda. Temukan hal-hal yang baik dalam hubungan Anda. Hargai janji-janji yang Anda buat sewaktu menikah.

  • 5. Sudah tidak romantis lagi

  • Ada beberapa alasan untuk berkurangnya asmara dalam sebuah hubungan: ketidakseimbangan hormon, depresi, masalah keuangan, kelelahan, dan lain-lain. Tetapi, itu bukan alasan untuk membubarkan sebuah pernikahan.

  • Untuk menghindari perangkap mengakhiri pernikahan Anda disebabkan oleh api asmara yang padam, bicarakanlah masalah itu dengan pasangan Anda. Banyak pasangan nikah dapat mengatasinya dengan cara membahas mengapa seks dan asmara sudah tidak ada lagi dalam pernikahan mereka. Jika diperlukan, mintalah nasihat dari profesional seperti dokter, ahli nutrisi, dan/atau psikolog.

  • 6. Bulan madu telah berakhir

  • Anda dulu selalu merasa berbesar hati di sekitar gadis itu atau pria itu. Anda berdua tidak akan melakukan sesuatu tanpa melakukannya bersama. Tetapi waktu itu telah berlalu ditambah dengan banyaknya tagihan yang harus dibayar dan anak-anak yang harus diperhatikan. Beban tanggung jawab kehidupan mungkin nampak telah merampas indahnya sebuah awal yang dimulai. Bila itu terjadi, banyak pasangan hidup mengira bahwa cinta telah padam dan yang tinggal hanyalah masalah.

  • Yang benar adalah bahwa kasih itu beradaptasi, berubah, dan tumbuh. Pada mulanya Anda jatuh cinta setengah mati. Sekarang cinta yang Anda rasakan lebih mantap, fokus, dan dewasa.

  • Dengan mengakui bahwa bulan madu memiliki akhir adalah penting untuk menjaga agar perangkap ini tidak merusak pernikahan Anda. Dalam setiap hubungan saat-saat 'bahagia' itu hilang. Sekali bulan madu telah berakhir, hendaknya Anda dan pasangan hidup Anda mengubah fokus. Fokus pada bagian cinta yang lebih berarti yang mendatangkan kebahagiaan abadi.

  • Sayangnya, novel, film, musik, majalah, dan opini yang lantang di sekitar kita selalu memberi tahu kita tentang perangkap semacam itu tak terhindarkan. Kita selalu diberitahu bagaimana perceraian dan ketidaksetiaan adalah sebuah bagian dalam hidup dan kadang-kadang dibutuhkan untuk mendapatkan kebahagiaan.

  • Advertisement
  • Itu tidak benar.

  • Tidak ada yang dapat dibandingkan dengan kemapanan dan sukacita yang ditemukan dalam hubungan yang setia. Hubungan yang sempurna memang tidak pernah ada, tak peduli dengan siapa Anda berhubungan. Putuskan sekarang untuk berbicara dengan pasangan Anda tentang masalah-masalah yang akan melanda pernikahan Anda, dan berjanjilah untuk dengan segenap hati dan tenaga membuat pernikahan Anda sebuah pernikahan yang bahagia.

  • Lain kali, kalau ada suara yang membujuk Anda untuk mengalah kepada salah satu perangkap itu, katakan dengan lantang dan jelas: "Saya yang memutuskan hubungan saya. Saya mengasihi pasangan hidup saya. Saya yang memutuskan kebahagiaan saya, dan tak seorang pun dapat mengubahnya."

  • Artikel ini diterjemahkan dari judul asli "6 ciladas que o levam a creditar que voce nao ama mais seu conjuge". Artikel ini telah diterjemahkan dan diterbitkan dengan seizinnya.

  • Erika Strassburger adalah seorang Brasilia, seorang ibu dengan tiga anak lelaki, Sarjana S1 dalam Administrasi Business, penulis bebas dan kurator social. Website: http://erikastrassburger.blogspot.com.br/

  • Diterjemahkan dan disadur oleh Effian Kadarusman dari "6 pitfalls that trick you into thinking you don't love your spouse" karya Erika Strassburger.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Erika Strassburger mora no Rio Grande do Sul, tem bacharelado em Administração de Empresas, escreve artigos para o site Família, é cristã SUD, pintora amadora de telas a óleo e mãe de três lindos guris, o mais velho com Síndrome de Down.

Situs: http://erikastrassburger.blogspot.com.br/

6 perangkap yang membuat Anda mengira tak lagi cinta pada pasangan

Meniadakan suara yang memberitahu Anda bahwa cinta Anda telah padam dengan cara menghindari enam perangkap berikut.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr