Apa sih arti komitmen dalam pernikahan?

Komitmen adalah sesuatu yang harus dipegang erat dalam sebuah hubungan. Tapi sebetulnya apa arti komitmen? Karena ternyata tak sesederhana; merasa nyaman dalam hubungan dan ingin melanjutkannya.

8,112 views   |   73 shares
  • Ternyata kumpulan psikolog dari UCLA telah menjawab pertanyaan tersebut dalam studi yang dilakukan berdasarkan analisis dari 172 pasangan yang telah menikah di atas 11 tahun.

  • Benjamin Karney, profesor pskologi di Relationship Institute, UCLA, mengatakan "Saat orang berkata, saya berkomitmen dalam hubungan, hal ini biasanya berarti; saya sangat nyaman berada dalam hubungan ini, dan ingin melanjutkannya." Padahal, komitmen tak sesederhana itu.

  • Jadi, menurut dia, berkomitmen dalam hubungan yang berjalan baik-baik saja, adalah hal yang amat mudah. Komitmen yang sebenarnya, adalah pernyataan; saya berkomitmen dalam hubungan ini, meski sebetulnya tidak berjalan semulus jalan tol. Saya dan pasangan telah menemukan pemecahan masalah, lalu kami melakukan banyak pengorbanan dan melakukan segalanya agar hubungan pernikahan ini dapat berjalan terus selamanya. Jadi, bukan hanya karena Anda menyukai hubungan bersamanya, namun juga siap untuk melakukan langkah-langkah perjuangan demi menjaga hubungan.

  • Pasangan yang rela melakukan pengorbanan dalam menjalani hubungan, adalah mereka yang mampu menyelesaikan masalah dengan efektif, bahkan dapat diprediksikan sebagai hubungan pernikahan dengan kemungkinan cerai rendah.

  • Nah, dalam penelitian, dari 172 pasangan ini, 78,5 persen masih berada dalam pernikahan setelah 11 tahun. sementara sisanya, 21,5 persen, telah bercerai. Dan terbukti memang mereka yang rela berkorban demi pernikahannya tetap berjalan baik, adalah mereka yang tidak bercerai.

  • Lalu, sebetulnya apa artinya berkomitmen dalam pernikahan? Karney menjelaskan, "Artinya setiap pasangan akan melakukan apa pun agar hubungannya berhasil, masalah bisa terselesaikan, dan tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri."

  • Saat terjadi perselisihan antar pasangan, ada begitu banyak pilihan dalam meresposnnya.

  • Karney mengatakan, "Anda bisa memilih hubungan dalam bentuk 'kompetisi', artinya, jika pasangan bisa mengatur Anda, maka Anda juga bisa mengaturnya. Anda bahkan bisa mengatakan 'Kamu salah! Dengarkan aku!' namun, jika hubungan ini amat penting bagi Anda, biasanya tidak demikian respons yang diberikan."

  • Ya, jadi, jika Anda dan pasangan amat mementingkan keberlangsungan hubungan, maka, setiap terjadi konflik Anda dan dia akan mengingat tujuan utama sejak awal dalam menjalani hubungan. Apakah untuk menjadi pemenang dalam kompetisi? Atau untuk mempertahankan pernikahan? Tujuan yang dipilih, akan menghasilkan sikap yang berbeda. Pasangan yang lebih banyak berpikir untuk melindungi hubungannya agar dapat senantiasa langgeng, tidak akan memanjangkan masalah.

  • Advertisement
  • Kuncinya adalah prioritas. "Menurut data dari penelitian kami, pasangan yang memprioritaskan keberlangsngan hubungan ketimbang agenda dan kebutuhan pribadi, adalah mereka yang cenderung berhasil dalam menjaga keutuhan pernikahan. Memang tidak mudah," kata Bradburry. Ini berarti, setiap ada masalah, kita harus mampu berpikir; apa yang paling dibutuhkan untuk menjalankan hubungan ini?

  • Lalu bagaimana kita bisa menjalankan tantangan ini?

  • "Carilah cara untuk berkompromi, atau setidaknya, lakukan perbincangan mendalam yang dapat membuka mata masing-masing, mengenai hubungan yang kini berjalan," lanjut Bradburry. Sebab, banyak pasangan yang sukar sekali menahan ego dan mengobrol serius mengenai hal-hal yang esensial dalam menjalani pernikahannya. Padahal ini sangat penting untuk dilakukan, karena hasil dari diskusi tersebut akan menjadi 'patokan' masing-masing saat menjalani masa-masa sulit dalam perjalanan ke depannya.

  • Diskusi ini juga akan lebih mudah dilakukan jika masing-masing saling memahami bahwa pengorbanan harus dilakukan. Sebab suami dan istri adalah tim, tidak ada lagi saya dan kamu, yang ada kini adalah: kita.

  • "Mereka yang mengakhiri pernikahannya selalu mengatakan bahwa mereka sangat komit dalam pernikahan, namun tidak pernah bisa mengungkapkan 'sayang, kita harus berhasil dalam mengatasi segala konflik, karena hubungan kita amat penting'. Pasangan yang berhasil melewati badai pertengkaran dan tetap bahagia dalam pernikahannya adalah mereka yang berhasil menahan ego untuk menjadi pemenang," kata Bradburry.

  • Dalam sebuah pernikahan, ketidaksepakatan adalah sesuatu yang wajar. Namun konflik, adalah pilihan. Menyuruh pasangan Anda untuk berubah, adalah hal yang mudah. Alih-alih melakukannya, mungkin diri Anda dululah yang harus berubah. "Cobalah lakukan dulu hal itu, lalu lihat apa yang terjadi," lanjut Bradburry.

  • Ya, bagaimanapun, hubungan milik Anda dan pasangan. Anda boleh setuju atau tidak dengan penelitian tadi. Namun, bisa jadi, studi yang telah dilakukan tersebut adalah pengingat bagi kita semua. Jika memilih untuk menikah dengan seseorang, lakukan dengan hati-hati dan bijak. Dan meski sudah melaksanakannya, jangan pernah berharap bahwa ke depannya akan semudah membalikkan telapak tangan.

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Apa sih arti komitmen dalam pernikahan?

Komitmen adalah sesuatu yang harus dipegang erat dalam sebuah hubungan. Tapi sebetulnya apa arti komitmen? Karena ternyata tak sesederhana; merasa nyaman dalam hubungan dan ingin melanjutkannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr