4 hal yang anak-anak ingin lihat dalam rumah tangga

Hubungan pasutri tidak selalu dipenuhi senyum ceria dan anak-anak perlu menyadari itu. Inilah empat hal yang hendaknya sering dilihat anak-anak dalam rumah tangga.

1,215 views   |   14 shares
  • Saya menjadi penengah dari dua rumah tangga karena saya bukan bagian dari satu rumah tangga saja. Orangtua saya bercerai ketika saya masih kecil dan ibu saya tidak pernah menikah lagi. Saya tidak menyalahkan beliau karena mengambil keputusan itu sesudah menikah dengan ayah. Beliau mengalami banyak perundungan perasaan yang meninggalkan bekas luka mendalam di hatinya seumur hidup. Dengan kata lain, saya yakin beliau ingin melindungi kami dari rumah tangga yang berkemungkinan buruk.

  • Saya dapat menulis buku tentang dampak perceraian bagi anak-anak, tetapi artikel ini bukan tentang hal itu. Saya hanya ingin menuturkan sedikit riwayat tentang keluarga saya karena saya merasa bahwa tadinya saya tidak memahami apa itu hubungan yang positif. Kini, bertahun-tahun kemudian, sesudah memiliki keluarga sendiri, saya menyadari apa itu hubungan keluarga yang dinamis. Saya dan suami berusaha keras dalam perkawinan kami demi satu sama lain, namun saya juga membiarkan anak-anak melihat sisi baik dan buruk dalam rumah tangga kami.

  • Kebanyakan teman saya berkata mereka tidak pernah melihat orangtua mereka bertengkar atau mendengar ayah ibu mereka mengambil keputusan keuangan. Mulanya saya pikir begitulah saya akan menangani urusan keluarga saya. Ternyata kejadiannya tidak begitu. Saya dan suami ingin anak-anak kami menyadari apa sebetulnya yang dapat membuat perkawinan harmonis setiap harinya. Saya ingin mereka paham bahwa perkawinan bukanlah cerita dongeng di mana tokoh-tokohnya bahagia selamanya. Dalam dunia nyata, suami istri harus berusaha memupuk rumah tangga mereka setiap hari.

  • Inilah daftar hal-hal yang menurut saya pribadi perlu dilihat anak-anak kita lakukan sebagai pasangan dalam pernikahan. Apa yang dapat Anda tambahkan dalam daftar ini?

  • 1. Doa

  • Bagi saya, ini yang paling sulit. Sejak kecil mungkin saya dididik beragama, tetapi saya tidak pernah berdoa bersama sekeluarga. Saya diajar bahwa doa adalah urusan pribadi dengan Allah. Karena itu saya mulanya merasa aneh berdoa dengan suami atau dengan keluarga. (Anak-anak saya tidak merasa begitu) Kami mulai dengan doa sebelum makan, dimulai dengan suami saya. Tak lama kemudian anak-anak mau berdoa di meja makan. Sekarang, bagi anak-anak tidaklah aneh melihat kami, sebagai pasangan, berdoa mengenai hal-hal kecil. Sebelum keputusan besar diambil, anak-anak tahu kami akan berdoa lebih dulu. Jika Anda ingin anak-anak Anda mengenal Allah, mereka perlu melihat keinginan Anda yang sungguh-sungguh untuk mengenal Dia. Dari pengalaman sendiri saya tahu bahwa dampaknya akan menakjubkan bagi rumah tangga Anda bila Anda doa bersama.

  • Advertisement
  • 2. Mengambil keputusan

  • Anak-anak perlu melihat orangtua berunding sebelum mengambil keputusan, besar maupun kecil. Bagi anak-anak Anda yang penting bukanlah melihat siapa yang menang. Yang penting adalah menunjukkan bahwa pada saat-saat ketika Anda berdua tidak sependapat, Anda masih dapat berkompromi. Dengan demikian anak-anak mengerti apa artinya kerja sama.

  • 3. Berselisih

  • Tidak ada salahnya anak-anak melihat ketika Anda berdua kesal terhadap pasangan Anda. Yang saya maksud bukan pukul memukul atau mencaci maki satu sama lain. INI TIDAK PANTAS. Anak-anak tidak akan trauma jika mereka melihat ayah ibunya tidak sependapat. Inilah kesempatan untuk mengajar anak-anak bagaimana menangani konflik secara dewasa dan penuh respek.

  • Saya mempunyai teman yang mengidolakan perkawinan orangtuanya. Dia tidak pernah melihat mereka bertengkar atau berselisih pendapat. Ketika dia menikah, dia mempunyai pengharapan yang keliru terhadap suaminya. Ini menyebabkan ketegangan besar dan akhirnya perceraian.

  • 4. Tunjukkan kasih sayang

  • Apa untungnya bertengkar dengan pasangan Anda? Anda berdua akan berbaik kembali. Nomor 3 dan 4 sebetulnya sama tetapi menunjukkan kasih sayang adalah penting. Anda ingin anak-anak mengerti bahwa Anda berdua saling mencintai. Bukankah kita semua ingin anak-anak kita menemukan seseorang yang akan mencintai mereka dan menunjukkan kepada mereka bahwa mereka dicintai?

  • Anak-anak perlu tahu bahwa sesudah menikah, mereka tetap harus berusaha membina hubungan dengan pasangannya. Anak-anak saya tertawa dan menutup mata bila melihat saya dan suami berciuman, tetapi ada rasa senang di wajah mereka. Mereka tahu kami saling mencintai karena kami menunjukkannya bukan hanya dalam perkataan, tetapi juga dalam tindakan.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irma Shalimar dari artikel asli "4 things your kids need to see you do in your marriage" karya Sarah West.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Sarah adalah penulis lepas serta penulis buku "Walking the Talk: A Parent's Guide on Intimacy and Healthy Relationships", yang diterbitkan November 2015 lalu. Ia juga menulis di beberapa majalah dengan topik seputar keluarga dan rohani, serta topik mengenai penguatan hubungan keluarga dan orangtua. Anda bisa menghubungi Sarah melalui blog pribadinya, www.heartskeeper.com

4 hal yang anak-anak ingin lihat dalam rumah tangga

Hubungan pasutri tidak selalu dipenuhi senyum ceria dan anak-anak perlu menyadari itu. Inilah empat hal yang hendaknya sering dilihat anak-anak dalam rumah tangga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr