Pernikahan bukan buat Anda

Sesudah menikah selama setahun setengah saya mengambil kesimpulan bahwa pernikahan bukan buat saya. Sebelum mengambil kesimpulan, harap baca lebih lanjut.

23,420 views   |   291 shares
  • Sesudah menikah selama setahun setengah saya mengambil kesimpulan bahwa pernikahan bukan buat saya. Sebelum mengambil kesimpulan, harap baca lebih lanjut.

  • Saya berkenalan dengan istri saya di sekolah lanjutan ketika kami berusia 15 tahun. Kami berteman selama 10 tahun sampai...sampai kami memutuskan kami tidak lagi ingin menjadi hanya teman. Saya anjurkan agar Anda menikahi sahabat karib Anda, kedua pihak akan menikmati manfaatnya.

  • Walaupun saya jatuh cinta kepada sahabat saya, tidak berarti saya bebas dari rasa takut dan cemas ketika akan menikah. Makin dekat harinya makin besar rasa takut saya sehingga serasa akan lumpuh. Apakah saya siap? Apakah saya membuat keputusan yang benar? Apakah Kim orang yang cocok untuk saya nikahi? Apakah dia akan membuat saya bahagia?

  • Lalu suatu malam, saya menuturkan perasaan dan kekuatiran saya ini kepada ayah saya.

  • Mungkin setiap dari kita pernah mengalami dalam hidup ini saat-saat ketika tampaknya waktu berhenti dan segala sesuatu di sekeliling kita tidak bergerak, menandakan saat-saat yang tidak akan terlupakan.

  • Saat seperti itu saya alami ketika ayah saya memberi nasehat. Dengan senyum yang bijak beliau berkata, "Seth, kamu sangat egois. Sederhana saja inilah nasehat Ayah: Pernikahan bukan untukmu. Kamu tidak menikah untuk membuat dirimu bahagia, melainkan untuk membuat seseorang bahagia. Lebih dari itu, pernikahan bukanlah untuk dirimu saja, kamu menikah untuk keluargamu. Bukan untuk mertua atau ipar, tetapi untuk calon anak-anakmu. Siapa yang dapat membantu kamu membesarkan mereka? Siapa yang kamu inginkan mempengaruhi mereka? Pernikahan bukan untukmu, bukan tentang dirimu. Pernikahan adalah tentang orang yang kamu nikahi."

  • Pada saat itulah saya tahu bahwa Kim adalah orang yang tepat untuk saya nikahi. Saya sadar bahwa saya ingin membuatnya bahagia, melihat senyumnya dan membuatnya tertawa setiap. Saya ingin menjadi keluarganya, dan keluarga saya ingin dia menjadi bagian dari keluarga kami. Kalau saya melihat dia bermain bersama kemenakan-kemenakan saya, saya tahu saya ingin membina keluarga bersamanya.

  • Nasehat ayah saya mengejutkan tetapi juga menyadarkan saya. Ini berlawanan dengan "falsafah" toko Walmart, jika tidak memuaskan, kembalikan dan tukar dengan yang baru.

  • Pernikahan yang sejati (dan cinta yang tulus) bukan mengenai diri Anda. Melainkan mengenai orang yang Anda kasihi—keinginan, kebutuhan, dan impiannya. Tuntutan egois, "Apa untungnya bagi saya?" harus diganti dengan,"Apa yang dapat saya berikan?"

  • Advertisement
  • Beberapa waktu lalu istri saya menunjukkan apa artinya mengasihi tanpa sikap egois. Selama beberapa bulan hati saya dipenuhi dengan rasa takut campur tidak suka. Lalu ketika perasaan yang menekan itu sudah meluap sampai tak tertahankan, emosi meledak. Saya bersikap egois dan tidak peduli.

  • Sebaliknya dari bersikap sama, Kim melakukan sesuatu yang luar biasa—dia menunjukkan kasih sayangnya yang berlimpah. Tanpa menghiraukan rasa pedih dan sakit hati yang saya sebabkan, dengan penuh cinta dia memeluk saya dan menghibur jiwa saya.

  • Pernikahan adalah mengenai keluarga. Saya sadar saya lupa akan nasehat ayah saya. Sementara pernikahan bagi Kim ialah untuk mengasihi saya, bagi saya pernikahan adalah tentang diri saya saja. Ketika saya menyadari hal ini, saya menangis dan berjanji kepada istri saya untuk berubah menjadi lebih baik.

  • Siapa saja yang membaca artikel ini, sudah menikah, nyaris menikah, lajang, atau bahkan yang bertekad melajang—saya berkata pernikahan bukan untuk Anda. Tidak ada hubungan sejati berdasarkan cinta bagi Anda. Cinta adalah bagi orang yang Anda cintai.

  • Dan anehnya, makin besar Anda mencintai orang itu, makin besar cinta yang Anda terima. Bukan hanya dari pasangan Anda, tetapi juga dari teman-teman dan keluarga mereka. Juga dari banyak orang lainnya yang mungkin tidak akan Anda kenal seandainya cinta Anda hanya untuk diri Anda sendiri.

  • Sesungguhnya, cinta dan pernikahan bukan untuk Anda, melainkan untuk orang lain.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irma Shalimar dari artikel asli berjudul "Marriage isn't for you"_ karya Seth Adam Smith

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Seth Adam Smith is an avid reader, writer and a man on a "literal" odyssey to publish his books. Website:

Situs: http://www.SethAdamSmith.com

Pernikahan bukan buat Anda

Sesudah menikah selama setahun setengah saya mengambil kesimpulan bahwa pernikahan bukan buat saya. Sebelum mengambil kesimpulan, harap baca lebih lanjut.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr