Minimalisir dampak perceraian pada buah hati tercinta

Perceraian orangtua bukan hal yang mudah diterima, apalagi bagi anak. Suka atau tidak, anak selalu menjadi korban dari perceraian orangtua. Banyak anak yang akhirnya menderita dan tumbuh dengan sebuah trauma karena dampak perceraian orangtuanya.

781 views   |   13 shares
  • Perceraian orangtua bukan hal yang mudah diterima, apalagi bagi anak. Suka atau tidak, anak selalu menjadi korban dari perceraian orangtua. Inilah konsekuensi sebuah perceraian. Banyak anak yang akhirnya menderita dan tumbuh dengan sebuah trauma karena dampak perceraian orangtuanya. Ini terjadi karena kesalahan orangtua dalam mengasuh anak mereka setelah bercerai. Tapi jika perceraian itu terjadi, Anda sebagai orangtua dapat meminimalisir dampak perceraian pada anak Anda, dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Yakinkan si kecil bahwa ia akan selalu dicintai orangtuanya apa pun yang terjadi

  • Ketika Anda dan pasangan berpisah, hak asuh anak tentu hanya akan diberikan kepada salah satu dari Anda. Dan ini akan membuat si kecil mau tidak mau harus membagi waktunya. Biasanya, ketika anak terpisah dari salah satu dari orangtuanya, mereka akan merasa kehilangan separuh kasih sayang yang dulu dimilikinya. Apalagi jika Anda atau mantan pasangan Anda tidak dapat menyempatkan waktu untuk bertemu sang buah hati, anak akan merasa sedih bahkan kerap kali jika anak belum dewasa, mereka akan menjadi sangat kecewa dan berpikir negetif terhadap keadaannya. Dan ini akan berefek besar pada pertumbuhan anak. Untuk itu, yakinkan anak Anda bahwa meskipun orangtuanya tidak lagi bersama, ia akan selalu dicintai apa pun yang terjadi.

  • Apa pun yang terjadi jangan berkelahi di depan anak

  • Penelitian membuktikan, bahwa anak yang melihat langsung perkelahian orangtuanya memiliki emosi yang dua kali lebih sensitif dibanding anak yang tidak pernah melihat secara langsung perkelahian orangtuanya. Untuk itu, meskipun Anda dan mantan pasangan Anda telah berpisah dan kerap kali masih sering beradu argument masalah pengasuhan anak, cobalah untuk tidak berkelahi di depan anak. Justru perlihatkanlah pada anak bahwa meskipun Anda berpisah, hubungan Anda berdua justru semakin baik. Dengan begitu, anak akan menilai bahwa perpisahan orangtuanya adalah hal terbaik yang dapat membuat orangtuanya jauh lebih baik.

  • Dorong anak untuk selalu terbuka dalam mengutarakan isi hatinya

  • Tentunya setiap anak tidak ingin orangtuanya berpisah. Akan selalu ada kesedihan tersendiri yang akan menghantui hari-hari si kecil ketika orangtuanya berpisah. Jangan pernah biarkan anak diam ketika menghadapi situasi seperti ini. Dorong anak untuk bicara, untuk selalu berbagi, dan selalu terbuka kepada Anda orangtuanya. Biarkan anak melampiaskan perasaan yang dirasakannya. Jika anak dapat selalu mengungkapkan isi hati kepada orangtua meskipun orangtua mereka telah berpisah, dan komunikasi di antara orangtua dan anak dapat berjalan dengan baik, ini dapat mengurangi rasa frustasi atau kesedihan mereka.

  • Advertisement
  • Minta dukungan keluarga dan lingkungan untuk kebahagian anak

  • Memiliki orangtua yang bercerai akan membuat anak merasa minder atau malu dengan lingkungan sekitarnya. Bekerjasamalah dengan orang dewasa lain, baik keluarga, tetangga, guru-guru anak dan lainnya untuk selalu memberikan dukungan moral pada anak dan tidak membahas atau menyebutkan tetang perpisahan orangtuanya. Dukungan dari orang-orang sekitar ini, akan membantu anak untuk membangkitkan kembali kepercayaan dirinya dan membuatnya dapat melewati masa duka dan bahkan melupakan bahwa orang orangtuanya telah berpisah.

  • Bertransisilah dengan damai dan janganlah terlalu mengorbankan anak

  • Banyak pasangan yang bercerai, meninggalkan kebencian. Sehingga setelah bercerai, meraka seakan-akan terus mengarahkan senjata untuk berperang terhadap satu sama lain. Meskipun Anda membenci mantan pasangan Anda, jangan pernah mengorbankan perasaan anak Anda. Karena bagaimanapun, anak selalu membutuhkan kedua orangtuanya. Untuk itu, buanglah keegoisan Anda dan berdamailah dengan mantap pasangan Anda demi anak. Tidak perlu berteman baik jika memang tidak bisa, cukup bersikap rasional, tenang dan tetaplah tersenyum ketika bertemu mantan pasangan Anda di depan anak Anda.

Baca, hidupkan, bagikan!

Saya lulus dari Institut Kesenian Jakarta, dengan Jurusan Musikologi. Kebahagiaan saya adalah membangun rumah tangga harmonis bersama suami dan bersamanya membesarkan putra semata wayang kami. Menjadi guru musik dan dapat berbagi pengalaman hidup dengan menulis adalah kegemaran saya.

Minimalisir dampak perceraian pada buah hati tercinta

Perceraian orangtua bukan hal yang mudah diterima, apalagi bagi anak. Suka atau tidak, anak selalu menjadi korban dari perceraian orangtua. Banyak anak yang akhirnya menderita dan tumbuh dengan sebuah trauma karena dampak perceraian orangtuanya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr