Bagaimana cara menghadapi anak-anak yang sedang bertengkar?

Perselisihan dalam hubungan antar anak (kakak dan adik) wajar terjadi, tetapi hal itu tidak lagu menjadi wajar jika intensitas perkelahian tersebut sering dan sudah mulai melukai bahkan membuat cedera salah seorang saudaranya.

2,076 views   |   33 shares
  • Banyak faktor yang menjadi penyebab anak – anak kita sering bertengkar, mulai dari berebut mainan, sama – sama egois, iri dengan saudaranya yang lain, atau mungkin pembullyan. Perselisihan dalam hubungan antar anak (kakak dan adik) wajar terjadi, tetapi hal itu tidak lagu menjadi wajar jika intensitas perkelahian tersebut sering dan sudah mulai melukai bahkan membuat cedera salah seorang saudaranya. Perlu perlakuan khusus memang untuk menghadapi masalah seperti ini. Lalu bagaimana tindakan orangtua saat kejadian ini terjadi, apakah Anda hanya menjadi penonton saja? atau adakah tindakan lainnya?

  • 1. Melerai mereka

  • Tindakan utama yang pasti kita lakukan adalah melerai mereka, tidak mungkin kita hanya melihat mereka saling pukul memukul. Hal ini menghindari kejadian yang tidak kita inginkan akan terjadi. Dengan melerai mereka kita telah meredakan suasana yang panas tersebut dengan perhatian kita kepada mereka.

  • 2. Jangan emosi dan dengarkan penjelasan dari mereka

  • Terkadang orangtua geram melihat anak – anak mereka sedang bertengkar, bukan menenangkan mereka malah memarahi dan memukul kedua anak yang sedang bertikai. Hal ini tidak dibenarkan karena bukan menyelesaikan masalah tetapi menumbuhkan kebencian anak kepada kita. Pikiran yang tenang dan tidak emosi adalah tindakan yang tepat, cari tahu penyebab mereka bertengkar. Jangan menerima hanya dari satu sumber saja (anak) tetapi dari sumber yang lainnya. Sehingga Anda dapat menyelesaikan pertikaian tersebut.

  • 3. Jangan memberikan perlakuan yang sama kepada anak

  • Anak telah membawa sifat dan karakter sejak dia lahir, tentunya tiap anak memiliki watak dan karakter yang berbeda pula. Perlakuan yang beda di sini bukan berarti kita bertindak tidak adil kepada mereka (anak), tetapi mencoba memberikan perlakuan yang sesuai dengan karakter dan sifat mereka. Jika memaksakan memberikan perhatian yang sama rata kepada mereka, maka perhatian yang kita berikan kepada mereka akan diabaikan oleh mereka dan akhirnya sia – sia perhatian kita tersebut.

  • 4. Hukuman dan hadiah

  • Menegakkan peraturan yang tegas kepada mereka juga bisa diterapkan. Tetapi hal ini akan lebih efektif jika kita gunakan sistem punish and reward, seperti contoh jika selama sebulan mereka tidak bertengkar, maka hadiah akan mereka dapatkan seperti makan ice cream bersama atau lain sebagainya dan sebaliknya selama sebulan jika terjadi pertengkaran maka hukuman yang akan mereka terima.

  • Advertisement
  • 5. Berusaha lebih dekat dengan anak

  • Salah satu penyebab anak – anak bertengkar adalah kurangnya perhatian dari orangtua, sehingga mereka berusaha mencari perhatian itu dengan cara bertengkar dengan saudaranya. Memang tidak ada yang menandingi perhatian orangtua kepada anaknya. Berusaha lebih dekat dengan anak akan memudahkan kita memberikan pengertian tentang arti menghargai, berempati, komunikasi yang baik, bagaimana bernegosiasi dengan baik, dan juga saling perhatian antar saudara. Jika anak sudah dekat dengan kita maka kita akan lebih mudah memasukkan pemikiran yang positif terhadap mereka. Mendoktrin anak memang perlu kita lakukan sejak dini agar ajaran yang kita berikan dapat berakar kuat di hati dan pikiran mereka.

  • 6. Mencoba untuk tidak selalu terlibat langsung

  • Memang baik kita terlibat langsung dalam pertengkaran mereka dengan menjadi mediator bagi mereka, tetapi sekali – kali coba untuk tidak melibatkan diri dalam pertengkaran mereka. Memang cara ini cukup bertentangan dengan tips pada poin yang pertama, tetapi dengan cara ini kita mengajarkan mereka untuk menyelesaikan pertengkaran mereka. Melihat bagaimana mereka menerapkan nasihat yang sudah kita berikan, hal ini juga membuat mereka tidak bergantung kepada kita dalam menyeselaikan pertengkarannya.

  • 7. Menjadi teladan yang baik bagi mereka

  • Orangtua adalah panutan bagi anak kita. Memang betul kita menasihati mereka untuk tidak salaing bertengkar dan saling mengasihi satu dengan lainnya, tetapi kita sendiri masih bertengkar dengan pasangan kita. Maka perlu kita perbaiki diri sendiri dan menjadi contoh yang baik bagi mereka.

  • 8. Berkonsultasi dengan orang yang paham akan masalah ini

  • Jika memang pertengkaran tersebut semakin menjadi – jadi dan sudah melukai hingga menimbulkan cedera yang serius kepada yang lainnya, maka kita perlu berkonsultasi dengan orang yang berpengalaman dan ahli dalam hal seperti ini. Tidak perlu ragu untuk pergi ke psikolog anak untuk meminta pertolongan.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Saya tidak dapat melakukan apa yang dapat kamu lakukan, tetapi saya dapat melakukan apa yang kamu tidak dapat lakukan, bersama - sama kita bisa melakukan hal yang besar - Bunda Theresia

Bagaimana cara menghadapi anak-anak yang sedang bertengkar?

Perselisihan dalam hubungan antar anak (kakak dan adik) wajar terjadi, tetapi hal itu tidak lagu menjadi wajar jika intensitas perkelahian tersebut sering dan sudah mulai melukai bahkan membuat cedera salah seorang saudaranya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr