Cara untuk mengatasi ketika suami mengabaikan emosi Anda

Bahwa wanita memang lebih emosional dibandingkan dengan pria. Sebenarnya hal tersebut bukanlah kesalahan pria sepenuhnya. Tetapi hal ini disebabkan karena pola didikan di masa lalu, yang menjadikan pria seperti demikian.

1,281 views   |   6 shares
  • Sebenarnya saya tidak mau mempercayai satu stereotipe tertentu. Tetapi sejak menjadi konselor pernikahan, saya jadi meyakini ada satu stereotipe yang benar adanya. Bahwa wanita memang lebih emosional dibandingkan dengan pria. Sebenarnya hal tersebut bukanlah kesalahan pria sepenuhnya. Tetapi hal ini disebabkan karena pola didikan di masa lalu, yang menjadikan pria seperti demikian. Ketika anak perempuan terjatuh dari sepeda, maka orangtuanya akan segera memeluknya, menciumnya dan menanyakan bagian mana yang sakit. Tetapi ketika anak laki-laki terjatuh dari sepeda, maka ia diminta untuk berdiri sendiri dan melupakan rasa sakitnya akibat terjatuh.

  • Pria juga dididik untuk menunjukkan lebih banyak agresi, dibandingkan dengan emosi lembut seperti rasa takut, sakit hati dan malu (dalam buku William Pollack Real : Anak laki-laki lebih banyak diajarkan untuk menjadi tidak emosional)

  • Sayangnya, karena pola ini banyak laki-laki tidak mengetahui bagaimana berkomunikasi secara emosional dengan pasangannya. Sehingga ketika wanita menikahi pria seperti ini, maka dapat dipastikan ia akan merasa sangat frustrasi dan merasa terabaikan oleh sikap suaminya.

  • Apa yang harus kita lakukan, ketika suami mengabaikan emosi yang kita rasakan. Ada cara untuk mengatasi sikap suami yang demikian. Tentu saja semuanya bertujuan untuk membuat pernikahan kita menjadi lebih hangat, dalam dan peduli satu sama lain.

  • Memberikan reward positif ketika suami bersikap emosional

  • Jika diingat-ingat mungkin lebih banyak sikap tidak peduli daripada sikap emosional yang ditunjukkan suami. Ketika suami melakukan hal kecil yang sangat emosional, seperti meletakkan lenggannya untuk Anda bersandar. Maka seketika itu juga Anda dapat langsung memeluknya atau mengucapkan terima kasih kepadanya. Berikan penguatan positif untuk semua sikapnya yang emosional, maka dengan begitu suami akan semakin sering melakukannya.

  • Cobalah untuk menenangkan diri

  • Kita dapat memulai mengubah pola tersebut pada anak-anak kita sedari dini. Ketika anak sedang membutuhkan kita dan saat itu kita tidak dapat mendampingi. Anda dapat menyuruhnya untuk sabar dan menunggu. Setiap kali Anda melakukan itu, maka Anda telah mengajarkan anak Anda untuk menenangkan dirinya sendiri. Atau istilah yang lebih ilmian adalah self regulation. Dengan regulasi diri yang baik, maka secara tidak langsung telah mengajarkan anak disiplin, bersabar dan mengontrol emosinya.

  • Sebagai orang dewasa, terkadang kita perlu belajar untuk lebih menenangkan diri. Misalnya saja ketika terjadi sesuatu hal yang tidak beres, bukan berarti kita harus mengeluh. Begitu pula ketika ada seseorang yang marah, bukan berarti kita harus menanggapi amarahnya tersebut.

  • Advertisement
  • Begitu pula sebagai seorang istri, hanya karena suami Anda tidak emosional seperti yang Anda inginkan. Bukan berarti Anda merasa diabaikan. Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menenangkan diri sendiri, seperti membaca buku atau menghubungi teman-teman Anda. Sambil menunggu suami Anda menjadi lebih peka. Terkadang sebagai istri, kita harus menunggu sedikit lebih lama, yang juga berfungsi untuk menenangkan diri.

  • Cari hal berharga yang harus dilakukan

  • Seperti disebutkan di atas, kadang-kadang Anda harus menunggu sedikit lebih lama dari hanya beberapa saat untuk suami Anda untuk menjadi emosional (setelah semuanya terpola puluhan tahun, sehingga tidak akan mudah merubahnya dalam semalam). Sementara itu, Anda dapat menemukan banyak hal berharga yang harus dilakukan untuk mengulur waktu Anda, seperti bergabung dengan klub buku atau memulai keanggotaan di gym. Ada banyak pengalaman berharga dan persahabatan yang bisa Anda dapatkan dari jenis tempat-tempat sosial. Pastikan Anda mengalihkan pada aktivitas positif, jika tidak maka justru masalah yang lebih besar akan terjadi dalam pernikahan Anda.

  • Mengambil langkah-langkah untuk membuat perubahan

  • Jika suami mulai menunjukkan perubahan, maka berhentilah merasa diabaikan. Suami akan menyadari dengan sendirinya. Ia akan berusaha memperbaikinya, dan tentu saja support Anda sangat berarti di sana. Ketika suami tidak berkeberatan untuk menemui konselor pernikahan berdua dengan Anda, berikanlah apresiasi positif atas keputusannya. Tentu saja hal ini dilakukannya karena ia juga peduli dengan kondisi pernikahannya dengan Anda.

  • Emosi yang seimbang dan sesuai pada tempatnya adalah hal yang paling penting dalam sebuah pernikahan. Cobalah empat tips yang sudah saya berikan, untuk kualitas pernikahan yang lebih baik lagi dengan suami Anda.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Irni Fatma Satyawati dari artikel asli "How to cope when your husband ignores your emotions" karya Aaron Anderson.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Aaron Anderson adalah seorang terapis dan pemilik dari The Marriage and Family Clinic di Denver, Colorado. Dia seorang penulis, pembicara dan ahli hubungan. Kunjungi blognya RelationshipRx.net untuk informasi ahli guna memperbaiki hubungan Anda.

Cara untuk mengatasi ketika suami mengabaikan emosi Anda

Bahwa wanita memang lebih emosional dibandingkan dengan pria. Sebenarnya hal tersebut bukanlah kesalahan pria sepenuhnya. Tetapi hal ini disebabkan karena pola didikan di masa lalu, yang menjadikan pria seperti demikian.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr