Mengenalkan huruf dan angka pada anak usia dini

Mulailah mengenalkan huruf dan angka pada anak usia dini dengan menciptakan suasana bermain yang menyenangkan dan gunakan alat peraga yang tepat sesuai keinginannya.

7,632 views   |   25 shares
  • Sebagai generasi tahun 90-an, saya mulai belajar membaca, menulis dan berhitung saat masuk sekolah dasar. Saya pun terkejut saat mengetahui bahwa sekarang kemampuan membaca menjadi syarat masuk sekolah dasar. Muncul pertanyaan di benak saya, "Sejak umur berapa anak harus belajar huruf dan angka? Bukankah usia playgroup dan taman kanak – kanak merupakan usia bermain?"

  • Karena diharuskan, mau tidak mau orangtua mengajarkan anaknya membaca sejak usia dini. Saat ini banyak cara yang berkembang untuk menciptakan anak jenius, tapi perlu diingat bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam setiap hal dan tidak ada jaminan anak yang pintar membaca sejak dini akan lebih sukses saat mereka besar nanti.

  • Sebelum Anda mengajarkan anak membaca huruf dan angka, ada baiknya Anda melihat bagaimana cara berpikirnya agar cara belajarnya pun lebih efektif dan menyenangkan, berdasarkan pada tipe berikut ini:

    • Visual learner: anak dengan tipe ini memiliki ingatan yang kuat dan cepat dalam menghafal sesuatu yang bersifat visual seperti gambar atau simbol yang menarik. Biasanya dengan melihat, mereka mampu membaca sendiri dengan menghafal.

    • Auditory learner: Penyampaian kalimat yang jelas, lantang, berulang akan membuat anak tipe ini tertarik, mereka mengenal huruf atau angka lewat cara mengucapkannya, seperti A = aah, B = beeh, 1 = satu, 2 = dua dan seterusnya.

  • Huruf dan angka bisa mulai diperkenalkan sebelum anak berumur 1 tahun dengan cara yang sederhana dan menyenangkan seperti membacakannya buku cerita, bernyanyi abjad atau mengajaknya berhitung 1 - 10 sambil memasukkan mainan ke kotak. Selanjutnya kegiatan tersebut bisa dikembangkan dengan berbagai alat peraga sesuai keinginan anak Anda, seperti:

    • Poster dan kartu alfabet.
  • Setelah anak Anda sudah mengenal huruf A - Z. Pasang poster alfabet berukuran besar, tempel di dinding kamar, selain itu Anda bisa membuat kartu - kartu huruf. Agar si kecil tidak bosan, buatlah huruf yang berdampingan dengan benda seperti huruf A dengan Apel, B dengan Bus dan seterusnya.

  • Untuk membantunya menghafal, carilah suasana bermain yang santai. Anda bisa mengajarinya 3 huruf pertama, ulanglah selama bebererapa hari. Jika si kecil sudah mulai menghafal, teruskan dengan huruf berikutnya hingga huruf G pada minggu pertama. Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam melakukan hal ini, sesekali bertanyalah, "kakak, mana ya huruf A? Apel merah mana ya kak?" Jangan memaksanya untuk langsung menjawab atau menunjuknya, jika sudah terbiasa pasti ia akan menunjuknya dengan senang hati.

  • Advertisement
    • Flash Card.
  • Flash Card adalah kartu berukuran besar yang berisi 1 kata sederhana dengan huruf kecil dan berwarna mencolok, seperti kata ibu, jaket dan lain – lain. Kelompokan flash card, seperti warna, buah, benda, keluarga. Tunjukkan 1 kartu hanya sekitar 1 detik dan mulailah dengan 5 kata pertama yang diulang – ulang selama 5 - 15 menit, sebanyak 2 – 3 kali dalam 1 hari. Saat ini banyak yang menjual flash card yang dilengkapi juga dengan gambar.

    • Video Interaktif atau aplikasi gadget.
  • Jika poster dan kartu tidak menarik untuk si kecil, cobalah menggunakan video interaktif atau aplikasi pada gadget anda. Pilihlah video alfabet dan angka dari tokoh favoritnya, namun Anda harus ketat dalam membatasi durasi penggunaan gadget dalam 1 hari.

    • Alat peraga lainnya.
  • Gunakan balok huruf, white board atau papan magnet. Ajaklah si kecil berbincang santai. Ambillah satu kata yang ia katakan, seperti makan, lalu susun balok membentuk kata makan atau tulis pada papan tulis.

  • Anda dapat menggunakan magnet alfabet dan angka yang dapat ditempel di white boardatau kulkas. Tempelkan pula spons alfabet dan angka di dinding kamar mandi, aktivitas mandi pun tidak hanya bermain air tapi Anda bisa mengajaknya bernyanyi abjad.

  • Jika Anda mampu menciptakan suasana bermain yang menyenangkan, berapa pun usia si kecil, mereka akan belajar menyerap banyak hal. Jangan memaksa, tundalah jika ia belum mau untuk memulainya, karena hal ini akan berisiko membuatnya tertekan. Gunakan pendekatan dengan alat peraga yang tepat agar belajar menjadi hal yang menyenangkan.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Mengenalkan huruf dan angka pada anak usia dini

Mulailah mengenalkan huruf dan angka pada anak usia dini dengan menciptakan suasana bermain yang menyenangkan dan gunakan alat peraga yang tepat sesuai keinginannya.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr