7 perilaku pria yang menandakan dia seorang yang jantan

Tanda-tanda sederhana berikut ini memperlihatkan martabat, percaya diri dan jantan tulen

47,804 views   |   136 shares
  • Pesan editor: Versi asli artikel ini telah diterbitkan dalam Gwinnett Daily Post. Artikel ini diterbitkan kembali di sini dengan seizin mereka.

  • Baru-baru ini, kami pergi ke sebuah restoran bersama anak perempuan dan keluarganya di mana kami harus antri selama 20 menit di lobi restoran yang penuh. Banyak pengunjung yang duduk di kursi yang disediakan, termasuk beberapa pria yang masih bugar.

  • Anak perempuan saya yang sedang hamil tua dan mengajak anak yang berusia 15 bulan yang tidak mau diam yang tentu saja meminta banyak perhatian ibunya. Begitulah, dia berdiri menanti, dengan perut yang buncit sambil menggandeng anak balita yang tidak bisa diam —- dan tidak seorang pria pun yang berdiri menawarkan kursi untuknya bahkan memandang ke arahnya.

  • Untunglah, ada seorang kakek (yaitu saya) membantu mengajak bermain anak yang nakal itu. Akhirnya, ada pasangan yang dipanggil sehingga anak perempuan saya dapat duduk. Tetapi, saya tidak habis pikir, "Mengapa kaum pria itu tidak meluangkan tempat duduk mereka?"

  • Tidak lagikah sikap jantan merupakan pola hidup? Tidak lagikah anak-anak lelaki diajari tata sopan santun? Ataukah kita sudah terlalu terlibat pada urusan sendiri sehingga gagal melihat keadaan di sekitar kita?

  • Apa pun masalahnya, saya ingin menyarankan bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih baik ketika kita, sebagai pria, mempraktikkan tata sopan santun umum —- terutama yang ada hubungannya dengan kaum wanita —- dan mendorong anak-anak lelaki kita melakukan hal yang sama.

  • Bagi beberapa orang, ini mungkin nampak diskriminasi kaum wanita. Tetapi dengan makin meningkatnya perkosaan dan kekerasan domestik, kita akan memperparah keadaan dengan tidak mengajar anak-anak lelaki menghormati kaum wanita.

  • Berikut adalah beberapa perilaku khas untuk pria yang perlu dimiliki yang akan menjadi teladan buat anak lelaki mereka:

  • Jangan duduk saja

  • Seperti contoh saya tadi, terlalu banyak kaum pria yang nampaknya merasa nyaman sementara ada seorang ibu yang sedang kerepotan mengurusi anak balitanya atau seorang nenek yang bersandar pada tongkatnya. Kebiasaan itu harus dihentikan. Di tempat umum, seorang pria hendaknya selalu menawarkan tempat duduknya untuk seorang wanita. Wanita itu mungkin menolaknya, yang adalah merupakan haknya, tetapi paling sedikit pria itu hendaknya menawarkan niat baiknya.

  • Menahan pintu tetap terbuka

  • Kita menahan pintu tetap terbuka buat kaum wanita bukan karena mereka tidak dapat melakukan sendiri. Kita melakukannya sebagai tanda rasa hormat. Jika Anda terlalu terlibat dalam urusan sendiri atau takut beberapa wanita tersinggung, maka tahanlah pintu tetap terbuka untuk siapa saja, baik untuk kaum pria maupun wanita, yang kebetulan ada di belakang Anda.

  • Advertisement
  • Membawakan barangnya

  • Saya suka ngeri kapan saja saya melihat seorang wanita sedang membawa kardus berat atau beberapa kantung belanjaan, atau seorang ibu muda yang sedang menggendong anak balitanya dan menggandeng tangan anak satu lagi sedangkan ada kaum pria di situ tidak melakukan apa pun.

  • Bukan berarti kaum wanita tidak sanggup mengatasi sendirian. Mereka tidak seharusnya demikian. Menawarkan jasa mungkin membutuhkan keberanian —- "Bagaimana kalau mereka pikir saya mencurigakan?" —- tetapi itu semua adalah hal yang benar yang patut dilakukan.

  • Memegangi kursinya

  • Ini tidak selalu praktis, dan kesempatan untuk itu semakin jarang dengan adanya kursi modern dan restoran cepat saji. Meskipun demikian, di tempat resmi, seorang pria hendaknya selalu memegangi kursinya sementara dia siap untuk duduk. Sekali lagi, ini bukan karena kaum wanita tidak dapat menarik kursinya sendiri. Ini adalah tanda rasa hormat dan, mungkin, sebuah pengakuan pentingnya suatu keadaan (seperti dalam acara pesta atau makan malam suatu perayaan).

  • Berjalan di trotoar

  • Ketika seorang pria berjalan dengan seorang wanita di tepi jalan atau dekat jalan yang ramai kendaraan, hendaknya dia menempatkan diri antara dia dan lalu lintas. Yang penting adalah bukan menganggap kaum wanita sebagai kaum lemah yang selalu membutuhkan perlindungan; tetapi dengan menempatkan diri kita di tempat yang berbahaya adalah lambang bahwa kaum wanita memiliki peran penting sebagai ibu anak-anak kita.

  • Membantu mengenakan mantelnya

  • Saya selalu merasa tidak nyaman melihat seorang wanita, mungkin sedang memegang tas tangannya atau barang-barang lain di tangannya, sedang mencoba mengenakan mantelnya. (Entah bagaimana, tetapi kalau itu seorang pria, maka akan terlihat lucu).

  • Jangan hanya mengamatinya. Turun tangan, peganglah mantelnya, dan bantulah dia mengenakannya. (Jika merasa tidak nyaman, Anda juga dapat membantu kaum pria yang berusaha mengenakan jasnya).

  • Berdirilah

  • Berdiri sewaktu seorang wanita datang ke dalam ruangan mungkin sudah kuno di zaman sekarang. Jujur saja, ini tidak selalu praktis atau bahkan diharapkan, terutama di tempat kerja. Tetapi, ada saatnya ketika itu menjadi pertanda hormat yang wajib —- seperti ketika beberapa pria duduk di rumah seseorang dan seorang ibu rumah tangga berjalan masuk ke ruangan itu atau ketika seorang wanita memasuki pertemuan hanya untuk kaum pria.

  • Sekali lagi, perilaku pria semacam itu mungkin membutuhkan keberanian untuk mempraktikkannya. Mungkin ada yang tidak senang atau bahkan mencemoohkan, dan mungkin Anda bahkan disebut mendiskriminasi kaum wanita (atau lebih buruk lagi).

  • Advertisement
  • Ingatlah, cara kita, sebagai pria, berperilaku terhadap kaum wanita di tempat umum adalah kepanjangan cara kita berpikir tentang kaum wanita. Jika kita sungguh-sungguh menghargai kaum wanita, kita akan memperlakukan mereka dengan hormat dan santun —- dan bila kita memperlakukan mereka secara demikian terus menerus, kita akan makin sulit menganggap mereka sebagai objek dan kaum lemah.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Effian Kadarusman dari artikel asli "7 gentlemanly behaviors that mark a real man" karya Rob Jenkins.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Rob Jenkins is a popular newspaper columnist in the Atlanta, Georgia suburbs, writing mostly about family life and the suburban rat-race with his signature candor and wit. For the last 12 years, his column has run weekly in The Gwinnett Daily Post, Georgia's second-largest daily, and in several other area papers. Rob's stories and articles have also appeared in Gwinnett Magazine, The Atlanta Journal-Constitution, The Knoxville News-Sentinel, and the Chronicle of Higher Education. Rob's latest book is "Family Man: The Art of Surviving Domestic Tranquility." (www.familymanthebook.com). He and Bonnie, his wife of 31 years, have four children, only one of them still on the payroll. Rob Jenkins is a newspaper columnist, a happily-married father of four, and the author of "Family Man: The Art of Surviving Domestic Tranquility," available on Amazon. E-mail Rob at or follow him on Twitter @FamilyManRob.

7 perilaku pria yang menandakan dia seorang yang jantan

Tanda-tanda sederhana berikut ini memperlihatkan martabat, percaya diri dan jantan tulen
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr