9 hal yang tidak boleh dilakukan setelah pertengkaran

Masa-masa sulit biasanya memang wajar terjadi usai terjadinya pertengkaran, dengan pasangan. Bisa dimaklumi, namun tetap harus ingat hal-hal yang pantang dilakukan setelah badai berlalu.

70,907 views   |   460 shares
  • Pertengkaran suami istri tidak selalu berakhir dengan pelukan hangat dan ciuman mesra. Sebab pertengkaran yang terjadi biasanya disebabkan oleh perbedaan pendapat. Karenanya saling berteriak dan memaki, seringkali menjadi bagian di dalamnya. Kadang, pertengkaran juga membuat satu sama lain saling mendiamkan yang efeknya bahkan bisa jadi lebih mengerikan. Bertengkar wajar, selama masih mengingat caranya untuk berbaikan kembali, lalu melangkah bersama lagi.

  • Berikut adalah beberapa tips, hal-hal yang tak boleh dilakukan setelah pertengkaran usai.

  • 1. Menceritakan kisahnya ke seluruh dunia

  • Setiap manusia suka berbagi, dan merupakan hal yang wajar jika kita ingin curhat mengeluarkan uneg-uneg kepada anggota keluarga juga teman dekat. Ya, memang lebih baik demikian, ketimbang menulis status di media sosial atau menelepon ibu hanya untuk mendapatkan pembenaran dan menjelek-jelekan pasangan.

  • Anda tak bisa menarik omongan yang sudah terlanjur keluar, lho. Sebab, biasanya pertengkaran yang tadinya begitu membara kemudian berakhir, dan hubungan Anda dengan pasangan pun kembali baik-baik saja. Sayangnya, karena Anda sudah terlanjur mengumumkan rasa kesal yang penuh amarah itu, orang lain akan mengingat dan memberikan penilaian terhadap Anda. Memberikan cap, yang muncul karena curhat penuh amarah. Kemudian Anda pun akan merasa menyesal karena sudah menceritakan masalah kepada orang lain. Maka, lebih baik simpanlah konflik itu sendiri hingga semuanya baik-baik saja. Agar Anda juga bisa berpikir lebih jernih.

  • 2. Membiarkan masalah terkatung-katung tanpa penyelesaian

  • Semakin lama Anda membiarkan pertengkaran tanpa solusi, malah akan membuat masalah semakin berlarut-larut. Membiarkan luka hati tanpa berusaha mengobatinya, hanya akan membuat Anda dan pasangan menjadi lebih mudah marah jika tersenggol perkara tersebut. Ada orang yang butuh waktu sebentar untuk menenangkan pikiran, pergi keluar menghirup udara segar lalu berjalan-jalan agar bisa memikirkan pertengkaran yang terjadi. Tidak masalah, asalkan saat hati sudah kembali tenang, kembalilah kepada pasangan dan tuntaskan dengan solusi. Memang ada kemungkinan menyebabkan pertengkaran lagi, tetapi semakin cepat Anda menyelesaikannya, semakin mudah pula Anda berdua dapat maju dan menyejajarkan langkah bersama lagi.

  • 3. Menyimpan amarah terlalu lama

  • Menyimpan kemarahan di hati, adalah hal yang mudah dilakukan. Memaafkan dan menyadari bahwa tidak semua orang sempurna seperti yang Anda inginkan bahkan menerima kesalahan lalu mencintainya apa adanya, jelas lebih sulit dilakukan. Setelah marah berlalu, akan lebih baik jika kita mengingat hal-hal baik tentang pasangan. Apa yang membuat kita memilihnya, dan menyayanginya. Melakukan hal ini akan membantu melepaskan amarah, dan melangkah maju. Jelas lebih baik ketimbang membiarkan amarah terus bercokol di kepala.

  • Advertisement
  • 4. Bertengkar atas hal yang sama, berkali-kali

  • Jika Anda dan pasangan bertengkar, meributkan hal yang sama, berkali-kali, terus menerus, artinya masalah tersebut belum selesai dan akan terus terulang. Carilah waktu yang tepat saat Anda dan pasangan sedang tenang dan santai, lalu bicarakan masalah tersebut hingga tercapai kesepakatan. Atau jika sulit, mencari mediator yang dapat membantu Anda berdua saling mengungkapkan rasa tanpa adu mulut penuh amarah juga bisa jadi solusi.

  • 5. Tidak menerima permintaan maaf

  • Meskipun Anda sangat marah dan kecewa, jika seseorang meminta maaf, berikanlah. Menahan diri karena gengsi, hanya akan memanjangkan masalah dan membuat situasi memburuk. Jika Anda masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, beritahu dia, namun tetaplah usahakan untuk menerima permohonan maaf tersebut.

  • 6. Bersikap permisif, seolah tak ada yang terjadi

  • Salah satu sikap terburuk yang bisa Anda lakukan adalah berpura-pura, seolah tak ada masalah yang terjadi. Jika ada sesuatu yang membuat Anda kesal dan kecewa, katakan sejujurnya pada pasangan. Sehingga Anda berdua bisa mendiskusikannya hingga sepakat. Jika tidak, Anda seperti gunung merapi yang aktif. Sewaktu-waktu bisa meledak dan memuntahkan segala hal yang selama ini disimpan saja dalam hati. Namun, tetap kenalilah diri Anda dan apa yang Anda rasakan. Sebab, tak semua hal juga harus terus menerus dikatakan, apalagi jika Anda adalah orang yang amat cerewet pada hal-hal kecil. Pilih dan pilah dengan bijak hal-hal yang penting untuk didiskusikan, dan hal-hal yang harus dilupakan begitu saja, karena tidak penting-penting amat.

  • 7. Bersikap keras kepala

  • Sikap macam ini biasanya akan menyebabkan masalah lebih lama mengganggu, ketimbang amarah. Jika Anda merasa benar, dan tidak bersedia menerima pandangan dari orang lain, bahkan hingga tak mau mengalah, berhentilah sejenak. Pikirkan dengan tenang dan bijak, sebetulnya apa yang Anda cari dari pertengkaran ini? Apakah menyelesaikannya dengan baik, atau hanya membela diri karena merasa paling benar? Jangan keras kepala demi membela sikap keras kepala.

  • 8. Mengumbar kata "Cerai"

  • Jika setiap pertengkaran, Anda dengan mudah mengeluarkan kata cerai, maka ke sanalah hidup Anda akan terarah. Sebab, apabila seseorang terus menerus merasa ingin cerai setiap kali mengalami konflik, artinya, orang ini tidak ingin berusaha untuk mencari solusi dari masalah, namun lebih memilih untuk lari. Memang, ada pasangan yang benar-benar tidak bisa menyelesaikan masalah dan harus berpisah. Tetapi, kebanyakan masalah pasti bisa diselesaikan kok. Terapkan aturan pada diri sendiri agar tak pernah mengungkap kata itu. Rasakanlah perbedaan besarnya.

  • Advertisement
  • 9. Tidak berciuman dan berbaikan

  • Mencapai kesepakatan adalah hal yang amat penting dari setiap pertengkaran yang terjadi. Namun setelahnya jangan lupa berciuman, berpelukan, dan berbaikan. Saling memaafkan dan saling mengatakan kata cinta akan membantu Anda berdua untuk maju. Jika salah satu masih merasa kesal, carilah waktu yang tepat untuk melakukannya saat ia sudah baikan. Jangan pergi begitu saja usai kesepakatan. Jadikan sentuhan penuh kasih ini sebagai prioritas yang menandakan pertengkaran sudah benar-benar selesai sebelum melakukan hal lain.

  • Bertengkar tidak pernah menyenangkan, namun dengan menghindari sembilan kesalahan tadi, pertengkaran Anda dan pasangan akan lebih mudah terselesaikan. Ingatlah untuk melanjutkan lagi rasa cinta dengan dia, dan sadari bahwa Anda berdua selalu bisa melewati perbedaan pendapat.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Yasmina Hasni dari artikel asli "9 things you should never do after a fight" karya Megan Shauri.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Megan Shauri mengantongi gelar Master-nya di bidang Psikologi dan ia juga seorang Sarjana bidang Antropologi. Saat ini, ia dan keluarga kecilnya menetap di Orange County, California. Megan adalah ibu dari sepasang anak kembar, Anda bisa menghubunginya di

9 hal yang tidak boleh dilakukan setelah pertengkaran

Masa-masa sulit biasanya memang wajar terjadi usai terjadinya pertengkaran, dengan pasangan. Bisa dimaklumi, namun tetap harus ingat hal-hal yang pantang dilakukan setelah badai berlalu.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr