Mengatasi kebiasaan buruk yang menghancurkan keromantisan

Rasa cinta biasanya berubah seiring berjalannya hubungan pernikahan Anda. Tindakan-tindakan spontan yang romantis perlahan menghilang dan menyisakan hangatnya rasa sayang. Namun, kejadian ini tak berarti Anda dan pasangan tak bisa lagi romantis.

2,216 views   |   21 shares
  • Saat Anda dan pasangan baru menikah, setiap momen kebersamaan selalu terasa romantis. Menjalani kehidupan baru, tinggal bersama, tidur bersama bahkan memiliki nama belakang yang sama terasa begitu menggairahkan. Cara Anda dan pasangan saling mencintai, desir bahagia dalam kebersamaan meski hanya dengan bergandengan tangan pun selalu mampu membangkitkan api asmara. Jika seluruh pasangan di dunia saling mencinta seperti itu, nampaknya tak ada masalah yang berarti dan Anda takkan pernah mengalami serangan jantung hingga usia 40 tahun.

  • Sayangnya, rasa sayang pasti mengalami perubahan seiring berjalannya hubungan. Tindakan spontan ala pasangan yang baru jatuh cinta, lama kelamaan menghilang. Debar jantung saat bersamanya, degup adrenalin, dan segala bentuk cinta yang penuh gairah itu lama kelamaan berubah menjadi hubungan hangat layaknya sahabat. Namun sebetulnya, perubahan ini bukan berarti Anda dan pasangan kehilangan keromantisan juga gairah. Yang harus tetap dilakukan adalah intensitas dalam segala perlakuan yang mampu membangkitkan kembali getar bahagia seperti dulu. Meski kadang ada masalah saat kebiasaan-kebiasaan asli mulai muncul, Anda tetap bisa kok, beradaptasi dan selalu romantis. berikut adalah kebiasaan-kebiasaan yang perlu diwaspadai:

  • Kaus kaki kotor

  • Pakaian dan barang-barang lainnya yang kotor, memang sangat ampuh dalam menghilangkan romantisme, namun menurut saya, kaus kaki kotor adalah perihal yang paling parah. Saat suami saya pulang kerjam ia akan membuka kaus kaki dan meletakkannya sembarangan di tengah rumah. Untuk kemudian saya temukan dan memungutnya dengan perasaan kesal. Padahal sudah ada keranjang baju kotor, yang jaraknya hanya satu ruangan dari situ. Tapi nampaknya ia tidak bisa meletakkan kaus kaki kotornya dengan tertib. Keberadaan kaus kaki yang sembarangan itu akan memicu saya untuk mengomel, lalu membuatnya membela diri. Dilengkapi dengan kelelahan, dan tak berjumpa seharian, maka kaus kaki kotor saja bisa membuat kami bertengkar. Jika cucian kotor adalah pemicu Anda kehilangan gairah, maka, bicarakanlah baik-baik dengan si dia. Jangan diam dan membuatnya menebak-nebak.

  • Ritual sebelum tidur

  • Terutama jika sudah memiliki anak, waktu terbaik setelah seharian merasa kelelahan, adalah saatnya berpelukan dan bertingkah romantis di tempat tidur. Namun, jika Anda dan pasangan tidak punya waktu tidur yang sama, maka tidak akan ada waktu lagi untuk saling memadu kasih. Jadi, tidur di waktu yang bersamaan akan menjadi salah satu langkah besar ke arah hubungan yang lebih baik, bagi Anda berdua. Coba juga sesekali berpakaian yang agak sexy dan berdandan tipis. Daster memang lebih nyaman, namun lelaki akan mudah terpancing gairahnya dari apa yang dia lihat.

  • Advertisement
  • Aktivitas malam hari

  • Merupakan hal yang wajar, jika saat malam tiba, Anda merasa seluruh badan rontok dan yang Anda inginkan hanya tidur. Apalagi setelah mengurus anak-anak seharian, sekaligus bekerja. Namun, kelelahan adalah alasan yang amat tidak kondusif bagi kebutuhan untuk malam yang romantis bersama suami. Sebab, kadang, di saat saya sudah merasa begitu letih, suami masih ingin bercanda dan bersenang-senang. Saya tidak suka jika harus menolaknya, namun kadang memang sudah tak ada lagi energi. Maka, sebaiknya, persiapkan keromantisan malam itu sejak pagi. Hemat-hematlah tenaga, dan mulailah melakukan pancingan-pancingan. Kirimkan pesan-pesan singkat yang romantis sejak pagi, berpelukan dengannya saat ia pulang dari kantor, hal ini akan membangkitkan gairah dan mood saat Anda berdua sudah berada di kasur dan siap melakukan keromantisan.

  • Tidak menghargai suami Anda

  • Cara yang paling jitu untuk membunuh keromantisan antar pasangan, ya dengan tak lagi saling menghargai. Bahkan kadang kita melakukannya tanpa sadar. Misalnya dengan menganggap bahwa suami Anda baik-baik saja meski disuruh menyiapkan meja makan padahal ia sudah lelah bekerja seharian, atau, suami Anda menganggap Anda senang-senang saja disuruh memijat kakinya sebelum tidur. Sepele, namun kadang memicu kemarahan. Maka, akan lebih baik jika Anda memujinya, dan mengataka hal-hal baik tentangnya.

  • Keromantisan tidak muncul begitu saja dalam hubungan mana pun. Setiap pasangan menikah pasti akan melewati masa-masa jatuh cinta yang menggebu, lalu berganti dengan rasa sayang yang menetap lama di hati. Karena itu, menjaga rasa agar tetap penuh kasih, adalah dengan terus melakukan tindakan manis dan saling menjaga perasaan agar dapat berlangsung seumur hidup. Jangan memanjakan diri dengan keegoisan, hingga terus melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk dan mengakibatkan pernikahan berjalan dengan hambar.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Yasmina Hasni dari artikel asli "overcoming bad habits that destroy romantic love" karya Katie Nielsen.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Katie Nielsen mengantongi gelar sarjana Bahasa Inggris dengan spesialisasi bidang teknik penulisan. Saat ini ia menyibukkan dirinya dengan mengajar dan menjadi penulis lepas. Anda dapat menghubungi Katie di

Mengatasi kebiasaan buruk yang menghancurkan keromantisan

Rasa cinta biasanya berubah seiring berjalannya hubungan pernikahan Anda. Tindakan-tindakan spontan yang romantis perlahan menghilang dan menyisakan hangatnya rasa sayang. Namun, kejadian ini tak berarti Anda dan pasangan tak bisa lagi romantis.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr