Perceraian: Bila tak ada lagi yang bisa dipertahankan

Setiap pasangan pasti pernah mengalami kesulitan. Sebaiknya mereka berusaha mencari pemecahan. Tetapi ada keadaan yang lebih buruk dari perceraian. Baca lebih lanjut untuk mengetahui sampai di mana Anda harus bertahan.

3,195 views   |   12 shares
  • Setiap pasangan pasti pernah bertengkar. Seringkali pertengkaran ini tidak berlangsung lama, dan hubungan Anda kembali harmonis. Namun kadang-kadang pertengkaran ini memakan waktu lama. Jauh lebih lama. Begitu lama sehingga tampaknya Anda lebih banyak bertengkar daripada memiliki hubungan yang sehat. Bila hal ini terjadi dalam pernikahan Anda, Anda akan bertanya-tanya apakah Anda keliru memilih pasangan. Lalu timbul lagi pertanyaan apakah sebaiknya Anda bertahan atau bercerai.

  • Jika saja ada cara yang tepat untuk mengetahui apakah pernikahan Anda sudah diambang kehancuran atau apakah semua ini hanya pasang-surutnya rumah tangga yang dijalani setiap pasangan. Jika ada cara untuk mengetahui kapan pernikahan Anda tidak dapat dipertahankan lagi. Di bawah ini ada empat tanda yang akan membantu Anda mengetahui hal itu.

  • 1. Apakah Anda mengalami perundungan atau diabaikan?

  • Menurut pengalaman saya sebagai penasehat perkawinan, perundungan dalam bentuk apa pun adalah yang paling menyakitkan dan paling sulit diperbaiki dalam pernikahan.

  • Statistik menunjukkan kasus seperti ini sulit ditangani khususnya bila si perundung tidak bertanggung jawab atas perbuatannya dan mau meminta bantuan psikolog. Pernikahan sebaiknya tidak dipertahankan dan Anda dapat mencari hubungan yang lebih sehat.

  • 2. Apakah Anda atau pasangan Anda menarik diri?

  • Sesudah bertengkar begitu lama tidak jarang salah satu pasangan merasa jenuh. Anda tidak ingin berbaikan hanya untuk bertengkar lagi dua minggu kemudian. Karena itu Anda memilih untuk berdiam diri. Anda bahkan berusaha menghindari pasangan Anda supaya tidak perlu berbicara dengan dia. Dan bila diajak berbicara Anda menjawabnya dengan baik-baik namun singkat saja.

  • Peneliti terkenal, John Gottman dari Universitas Washington, menganggap sikap menarik diri adalah salah satu dari empat unsur yang paling berbahaya dalam pernikahan. Bila salah satu pasangan menarik diri, kemungkinan untuk menyelamatkan perkawinan mereka makin kecil.

  • 3. Anda selalu minta maaf, tetapi pasangan Anda tidak pernah

  • Ketika Anda minta maaf, Anda mengakui kesalahan Anda dalam situasi itu. Anda berusaha memperbaiki kesalahan dan berdamai. Permintaan maaf penting dalam hubungan pasutri. Tetapi jika hanya Anda saja yang minta maaf dan pasangan Anda tidak pernah, berarti pasangan Anda tidak sadar apa kesalahannya. Dia tidak dapat mengubah apa yang tidak dia sadari.

  • Banyak pasangan datang kepada saya dengan keluhan "sulit berkomunikasi." Sesudah berbicara beberapa saat ternyata tidak ada kesulitan komunikasi sama sekali. Pasangan mereka mendengar dengan jelas dan mengerti apa yang mereka katakan, tetapi mereka tidak ingin tahu dan tidak mau berubah.

  • Advertisement
  • Dalam keadaan seperti ini Anda harus memutuskan apakah Anda mau hidup dengan pasangan yang bersikap begitu atau Anda menginginkan perubahan—dengan atau tanpa pasangan Anda.

  • 4. Pasangan Anda kecanduan

  • Saya masih ingat salah satu pasangan pertama yang minta bantuan saya. Si istri kecanduan alkohol. Dia kehilangan beberapa pekerjaan dan SIM-nya dicabut akibat mabuk. Anak-anak, suami, orangtua dan teman-teman semua mengatakan dia mempunyai masalah. Bahkan dokternya berkata bahwa dia memperpendek usianya dan tidak lama lagi hatinya perlu dicangkok. Namun dia sendiri tidak berusaha mencari bantuan untuk mengatasi kecanduannya. Dia yakin bahwa masalah dalam rumah tangganya adalah suaminya yang cerewet dan selalu mengatai dia kecanduan alkohol. Katanya jika suaminya tidak selalu ribut tentang soal ini mereka dapat hidup lebih harmonis.

  • Seperti wanita di atas, seringkali kecanduan merusak pernikahan, tetapi si pecandu tidak menyadari atau tidak mau berubah. Bila ini terjadi, Anda menghadapi keputusan yang sulit.

  • Pada akhirnya, keputusan untuk bercerai atau tidak, ada di tangan Anda. Tidak ada orang lain yang dapat memutuskannya. Namun contoh-contoh di atas dapat membantu Anda mengambil keputusan apakah perkawinan Anda layak untuk diselamatkan.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irma Shalimar dari artikel asli berjudul "

  • "_ karya Aaron Anderson.

Bagikan kepada teman-teman Anda!

Aaron Anderson adalah seorang terapis dan pemilik dari The Marriage and Family Clinic di Denver, Colorado. Dia seorang penulis, pembicara dan ahli hubungan. Kunjungi blognya RelationshipRx.net untuk informasi ahli guna memperbaiki hubungan Anda.

Perceraian: Bila tak ada lagi yang bisa dipertahankan

Setiap pasangan pasti pernah mengalami kesulitan. Sebaiknya mereka berusaha mencari pemecahan. Tetapi ada keadaan yang lebih buruk dari perceraian. Baca lebih lanjut untuk mengetahui sampai di mana Anda harus bertahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr