7 dosa besar yang dapat menghancurkan pernikahan Anda

Jika Anda dapat menghindari ketujuh dosa besar ini, hubungan Anda akan berjalan lancar. Ketika badai melanda rumah tangga Anda, cinta dan kasih sayang Anda terhadap satu sama lain tidak akan goyah.

57,761 views   |   315 shares
  • Dalam buku mereka, Fighting for Your Marriage (Memperjuangkan Pernikahan Anda), Dr. Markman dan Dr. Stanley memaparkan empat tanda yang mereka sebut peringatan yang menunjukkan rapuhnya hubungan pasutri: memuncaknya suasana negatif, kurang penghargaan, penafsiran negatif, sikap menghindari dan menarik diri. Inilah tiga dosa besar pertama yang dapat menghancurkan pernikahan Anda.

  • 1. Memuncaknya suasana negatif

  • Bila perselisihan tentang piring kotor beralih ke urusan perceraian, yang terjadi adalah memuncaknya suasana negatif. Hal ini dapat menghancurkan pernikahan Anda; hal ini menciptakan lingkungan di mana kritik dan keluhan berkembang biak. Suasana negatif dapat memuncak dengan cepat atau terbina selama beberapa waktu. Jika Anda terlibat dalam ketegangan yang meningkat dengan pasangan Anda, akuilah bahwa Anda perlu menghentikan perselisihan dan menetapkan waktu sore nanti untuk membahas persoalan itu dengan kepala dingin. Ulangi proses itu sampai Anda dapat menyelesaikan persoalan dengan tuntas tanpa adanya suasana negatif yang memuncak.

  • 2. Kurangnya penghargaan

  • Bila Anda tidak pernah merasa cukup berharga, dan pasangan Anda tampaknya tidak memahami Anda, mungkin ini karena tidak adanya penghargaan. Perasaan seperti ini timbul ketika Anda merasa tidak diberi kesempatan menjelaskan, bila perkataan Anda setiap kali dipotong dan bila Anda merasa pendapat Anda tidak berharga. Ini berbahaya karena kita semua ingin merasa dipahami. Jika Anda terus-terusan membuat pasangan Anda merasa tidak dihargai, dia mungkin mencari orang lain yang menghargai dan memahaminya, yang kemudian akan menjerumuskannya ke dosa-dosa lain yang tidak dibahas di sini.

  • 3. Penafsiran negatif

  • Anda menelepon pasangan Anda saat makan siang dan tidak ada jawaban. Anda segera berprasangka bahwa dia makan siang bersama wanita lain. Seorang suami yang bertugas keluar kota menelepon ke rumah dan istrinya tidak menjawab. Langsung dia berpikir bahwa istrinya menyeleweng. Bila ucapan atau perbuatan positif ditafsirkan negatif, rasa takut dapat menyelubungi rumah tangga Anda. Pasangan Anda tidak berani mengucapkan atau berbuat sesuatu yang baik karena takut dianggap mengajak perang. Hubungan pasutri tidak akan langgeng bila ada pasangan yang suka berprasangka buruk. Untuk mengatasi ini, anggaplah selalu bahwa perkataan maupun tindakan pasangan Anda berniat baik.

  • 4. Menarik diri

  • Umumnya kaum prialah yang suka menarik diri. Menghindari pasangan Anda atau suatu percakapan tertentu dapat menjadi masalah yang permanen. Keinginan Anda untuk menarik diri dan menghindari pasangan Anda akibat Anda berusaha menghindari satu lagi dari dosa besar yang dapat menghancurkan perkawinan Anda.

  • Advertisement
  • 5. Berkata "tidak"

  • Dibutuhkan kerendahan hati, cinta dan kepercayaan untuk tidak pernah berkata "tidak" kepada pasangan Anda. Sikap mementingkan diri biasanya merupakan alasan utama untuk berkata "tidak" kepada pasangan Anda. Pupuklah kebiasaan berkata "ya" terhadap permintaan pasangan Anda. Bila Anda dan pasangan Anda menjalankan falsafah ini dalam rumah tangga, cinta dan kebahagiaan akan berkembang dalam rumah tangga.

  • 6. Membaca pikiran

  • Kebalikan dari komunikasi ialah membaca pikiran. Menduga-duga apa yang dipikirkan dan dirasakan pasangan Anda dapat menimbulkan akibat buruk bagi rumah tangga Anda, khususnya bila Anda padu hal ini dengan penafsiran negatif. Untuk memberantas prasangka buruk, berkomunikasilah dengan pasangan Anda.

  • 7. Penyelewengan perasaan

  • Dr. Gail Saltz mengungkapkan tujuh lampu merah yang menunjukkan bahwa Anda telah melanggar garis penyelewengan perasaan. Jika Anda berbagi pengharapan dan impian dengan orang yang bukan pasangan Anda, Anda mungkin berada di jalan yang menuju penyelewengan. Beberapa lampu merah lain ialah berdandan untuk orang itu, mencari kesempatan untuk bersama, mengatakan atau melakukan hal-hal yang tidak pernah Anda katakan atau lakukan di depan pasangan Anda, membicarakan persoalan rumah tangga, ingin merahasiakan percakapan Anda dan Anda mulai merasa tergantung pada waktu yang Anda lewatkan bersama orang itu. Cara terbaik untuk menghindari penyelewengan jenis ini ialah jangan pernah berdua saja dengan lawan jenis.

  • Setiap dari ketujuh dosa besar yang dapat menghancurkan rumah tangga ini akan terus berusaha menyusup dalam perkawinan Anda. Memahami hal-hal ini dan membuat rencana untuk mengalahkannya dapat menyelamatkan Anda dari rasa duka yang akan muncul di kemudian hari.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irma Shalimar dari artikel asli berjudul "7 deadly sins that will destroy your marriage"_ karya Dustin Wiggins.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Dustin Wiggins is an optimist and entrepreneur. He owns Camistin Publishing, loves to learn and will often write about life lessons on his blog at www.LessonsOfWisdom.com. Follow him on twitter @_DustinWiggins or email him at wigginsda@camistin.com.

7 dosa besar yang dapat menghancurkan pernikahan Anda

Jika Anda dapat menghindari ketujuh dosa besar ini, hubungan Anda akan berjalan lancar. Ketika badai melanda rumah tangga Anda, cinta dan kasih sayang Anda terhadap satu sama lain tidak akan goyah.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr