Kebahagiaan: Apakah Itu Benar-Benar Terserah Saya?

Adalah satu hal yang harus diingat ketika kita menempuh jalan kehidupan, yaitu, bahwa kita memiliki hak istimewa untuk menjadi bahagia.

1,697 views   |   3 shares
  • Menjadi bahagia adalah sebuah pilihan yang bisa kita pelajari bagaimana cara untuk mewujudkannya. Berikut adalah sedikit arahan cara bagaimana kita bisa membuat kehidupan kita lebih bahagia.

  • Pernahkah Anda melihat orang-orang yang selalu kelihatan bahagia? Sepertinya mereka tidak memiliki kepedulian pada dunia. Rasa iri mulai merasuk di dalam benak saya. Seandainya saja kehidupan Anda sama cerianya seperti mereka, tapi kehidupan Anda tidak melulu ceria, bukan? Apa yang tidak kita selalu sadari adalah bahwa setiap orang memiliki tantangan dan pencobaan. Tidak seorang pun mampu melewati kehidupan ini dengan mudah. Memahami apa itu kebahagiaan dan bagaimana kita bisa belajar untuk mengendalikan kebahagiaan kita haruslah menjadi tujuan setiap orang.

  • Abraham Lincoln suatu kali pernah berkata, “Kita boleh mengeluh karena mawar berduri atau bergembira karena duri memiliki mawar.”

  • Kebahagiaan adalah sikap dari pikiran, itu adalah optimisme, kepuasan hati, dan perasaan hidup yang baik. Ini adalah cahaya hangat yang berasal dari hati yang menenangkan. Inilah yang kita rasakan ketika kita hidup dalam keselarasan dengan cita-cita tinggi. Pada dasarnya kebahagiaan kita atau kesedihan tergantung pada apa yang kita pikirkan dan lakukan.

  • “Kita menciptakan kebahagiaan kita sendiri.” Pernyataan membawa kembali kenangan ke awal tahun 1980an ketika lagu Don William “Lord, I hope this day is good” sangat populer dan saya mengalami salah satu dari masa sulit tersebut yang kita semua juga memiliki. Sewaktu saya mempersiapkan makan pagi untuk keluarga saya, lagu tersebut diputar di radio dan setelah itu saya menundukkan kepala saya dan berdoa, “Tuhan, saya mohon jadikan hari saya baik.” Saya benar-benar tidak mengharapkan jawaban tetapi saya mendapatkannya saat itu, “Hal ini terserah Anda untuk mebuat hari Anda baik.”

  • Terserah sampai kapan, saya tidak pernah berpikir bahwa itu akan menjadi tanggung jawab saya untuk membuat hari saya baik. Kebahagiaan saya terletak di tangan saya, tapi bagaimana?

  • Sementara merenungkan dan mempelajari mengenai bagaimana saya bisa mengendalikan kebahagiaan saya, berikut adalah beberapa hal yang saya pelajari:

  • Rahasia kebahagiaan tidak dari apa yang kita miliki, tapi dari mau menjadi apa kita Apa yang seseorang miliki adalah selalu tergantung pada orang lain, tapi seseorang mau jadi seperti apa hanya tergantung pada dirinya sendiri. Hidup sesuai standar yang kita yakini akan membawa kita ke kebahagiaan. Kita bahagia ketika kita mampu mengendalikan nafsu jasmani. Kebiasaan-kebiasaan adalah bentuk dari perbudakan. Bekerja dengan bahagia.Kita akan melihat hasil dari usaha-usaha kita. Kesehatan yang baik membawa kebahagiaan. Keindahan alam membawa sukacita kepada kita ketika kita berhenti untuk menghargainya. Menjadi yang terbaik yang kita bisa lakukan dan bekerja keras untuk membawa kebahagiaan yang lebih baik. Teman-teman membawa kebahagiaan, sebaliknya kita juga hendaknya membawa kebahagiaan bagi mereka. Iman adalah dasar dari segala sesuatu, termasuk kebahagiaan. Kembangkanlah itu.

  • Advertisement
  • “Adalah satu hal yang harus diingat ketika kita menempuh jalan kehidupan, yaitu, bahwa kita memiliki hak istimewa untuk menjadi bahagia. Saya mengatakan “hak istimewa” karena kebahagiaan berasal dari menjalani hidup sebaik mungkin di dalam diri kita. Jika kita melakukannya, bahkan jika kita gagal dalam meraih tujuan kita, kita boleh merasa puas.” (David O. Mackay)

  • Sama seperti anak laki-laki saya yang paling muda mengalami saat-saat yang paling sulit dalam hidupnya dia berulang kali mendengarkan lagu Bobby McFerrin, "Don’t worry, be happy." Itu adalah penopang yang dia kenakan. Temukan penopang Anda sendiri sewaktu Anda memperbanyak tingkat kebahagiaan Anda setahap demi setahap, satu hari setiap saat. Setiap dari kita bisa belajar untuk menjadi lebih bahagia sewaktu kita bekerja keras setiap hari untuk menjadi yang terbaik.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Agung Candra Setiawan dari artikel asli “Happiness: Is it really up to me?” karya Marian Griffith.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Marian Griffith is a mother of 9 with a wide variety of entrepreneural experiences. She earned her BA in Natural Health.

Kebahagiaan: Apakah Itu Benar-Benar Terserah Saya?

Adalah satu hal yang harus diingat ketika kita menempuh jalan kehidupan, yaitu, bahwa kita memiliki hak istimewa untuk menjadi bahagia.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr