10 cara mengurangi kepadatan isi rumah

Idealnya sebuah rumah, adalah tempat yang nyaman karena bersih dan rapi. Namun kadang kita terlalu semangat mengoleksi barang, hingga kemudian rumah mulai terasa sesak dan berantakan. lalu bagaimana cara mengurangi kepadatan tersebut?

985 views   |   5 shares
  • Memenuhi rumah dengan benda yang disenangi memang akan memperkuat rasa memiliki terhadap rumah. Juga akan membuat rumah terasa lebih istimewa. Namun, kepadatan seperti ini juga akan menimbulkan efek negatif, ya, jika kita terus menerus menambah jumlah koleksi tanpa menyingkirkan barang-barang lama, akibatnya tentu rumah akan nampak semrawut.

  • Dan rumah yang berantakan, tanpa penanganan, bisa jadi salah satu hal yang memicu pertengkaran dalam rumah tangga. Benar kan? Adakah di antara kita yang betah di rumah yang seperti tak terurus, penuh barang, dan tidak rapi? Barang yang terlalu banyak akan memancing debu, karena tidak "terpegang" untuk dibereskan setiap hari. Ini juga tidak baik bagi kesehatan seluruh anggota keluarga.

  • Jika hal ini terjadi pada Anda, berikut adalah tantangan yang besar, akan tetapi amat baik jika dilakukan. 10 cara mengurangi kepadatan isi rumah:

  • 1. Mulailah dari yang paling ringan

  • Kosongkan lemari dapur. Masukkan kembali barang-barang yang belum kadaluwarsa dan mungkin akan digunakan. Yang lain, langsung dibuang saja. Biasanya ada sedikit rasa ketergantungan pada bahan-bahan makanan yang disimpan.

  • 2. Uangkan barang-barang yang tak digunakan lagi

  • Kumpulkan seluruh barang di rumah Anda yang tak digunakan lagi, namun kondisinya masih bagus. Uangkan di toko online, pasar loak atau buatlah garage sale yang seru. Bisa dengan mengajak para tetangga juga, lakukan di taman kompleks agar lebih semarak. Rumah terasa lega, Anda pun jadi lebih akrab dengan tetangga.

  • 3. Baca dan daur ulang

  • Majalah-majalah dan bahan-bahan bacaan lain (tidak termasuk buku-buku) harus dibaca kembali sebelum didaur ulang, atau diloakkan. Halaman-halaman yang berisi informasi menarik bisa dipotong dan dikliping. Atau gambar-gambar yang bagus pun bisa digunting untuk dijadikan prakarya bersama anak-anak. Ini bahkan merupakan kegiatan kreativitas yang amat baik untuk meningkatkan keakraban dengan seluruh anggota keluarga.

  • 4. Mulailah berbagi

  • Jika barang yang sudah tak terpakai tadi ternyata tak laku dijual, maka jangan mengembalikannya ke dalam rumah lagi. Carilah warga sekitar, atau orang-orang kurang mampu dan terkena musibah. Berikan barang-barang tersebut. Berbagilah, dan rumah lapang hati pun tenang. Jangan lupa ajak anak-anak untuk turut serta.

  • 5. Jangan terlalu emosional

  • Apabila sanak saudara memberi Anda sesuatu yang sangat berharga bagi mereka, itu semata-mata karena mereka mau membantu Anda. Tetapi, Anda tentu mau agar isi rumah Anda berisi kenangan-kenangan bahagia pribadi, bukan kenangan orang lain. Maka, sikap selektif amat diperlukan saat menerima tawaran mereka. juga jangan merasa ada keharusan untuk memajang pemberian tersebut.

  • Advertisement
  • 6. Akui kekeliruan

  • Banyak orang membeli pakaian, namun tidak memakainya, karena terlalu sesak atau terlalu longgar. Jangan menumpuk barang-barang tak terpakai tersebut. Serahkan saja ke toko-toko amal, atau menjualnya.

  • 7. Bersihkan rak-rak

  • Lakukan hal ini secara rutin dan disiplin. Dengan ini, Anda akan mengetahui dengan detail, barang apa yang ternyata hanya memenuhi isi rumah, namun tak berguna. Sementara ada barang lain yang pernah Anda beli- misalnya souvenir dari tempat yang pernah dikunjungi- namun tergeletak begitu saja di dalam kardus. Lakukan rolling terus menerus, agar suasana rumah pun senantiasa segar.

  • 8. Melepaskan alat atau barang

  • Kita semua membeli alat atau perkakas dengan maksud untuk digunakan setiap hari. Kenyataannya sering terbalik. Pernahkah Anda memiliki alat-alat atau perkakas yang Anda tahu benar tidak akan pernah digunakan? Mengapa barang-barang tersebut tidak diserahkan saja ke orang lain yang lebih membutuhkan?

  • 9. Buat api unggun

  • Ini juga kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan bersama-sama tetangga. Ajak mereka mengumpulkan sampah, barang rusak atau apapun yang tak bisa digunakan lagi. Lalu berkemahlah di taman, bakar barang-barang tersebut dalam bentuk api unggun. Lalu Anda bisa menikmati marshmallow, bernyanyi dan berbagi bersama dalam satu kegiatan.

  • 10. Cari tahu soal bank sampah, atau komunitas yang memberdayakan manusia lewat sampah

  • Sekarang, ada begitu banyak kegiatan bank sampah, atau kumpulan aktivis yang memberikan pelatihan bagi ibu-ibu yang tak memiliki pekerjaan untuk mendaur ulang sampah. Baik bekas sabun-sabun, atau kardus dan sebagainya. Sumbangkanlah barang yang menumpuk itu kepada mereka. Niscaya akan lebih bermanfaat.

  • Nah, dengan melakukan langkah-langkah ini, semoga rumah Anda akan senantiasa rapi dan bersih. Selain untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan, juga untuk mengajarkan anak-anak bahwa sebuah rumah, idealnya bersih dan tertata. Hal ini akan menjadi pelajaran penting bagi mereka di masa depan.

1 menit saja untuk membagikan artikel ini..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

10 cara mengurangi kepadatan isi rumah

Idealnya sebuah rumah, adalah tempat yang nyaman karena bersih dan rapi. Namun kadang kita terlalu semangat mengoleksi barang, hingga kemudian rumah mulai terasa sesak dan berantakan. lalu bagaimana cara mengurangi kepadatan tersebut?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr