Cegah anemia pada bayi Anda

Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan penyakit yang disebabkan berkurangnya sel darah merah dan zat besi pada tubuh. Waspadai gejala awal anemia pada anak Anda dan periksa kadar zat besinya dengan melakukan tes darah sedini mungkin.

1,145 views   |   shares
  • Sesaat saya terkejut saat berbincang dengan teman dan mengetahui jika bayi bisa terkena anemia, bahkan bayi ASI juga memiliki risiko tersebut. Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan penyakit yang disebabkan berkurangnya sel darah merah dan zat besi pada tubuh sedangkan zat besi memiliki peranan penting dalam perkembangan sistem saraf, sumber energi otot yang mempengaruhi ketahanan fisik.

  • Ada beberapa faktor risiko terjadinya ADB, diantaranya ibu hamil yang kurang gizi dan anemia, bayi lahir prematur, bayi kembar, anak yang tidak mendapatkan asupan zat besi dari makananya dan infeksi karena cacingan. Lalu mengapa bayi ASI juga memilki resiko ADB sedangkan ia mengambil nutrisi dari ibunya?

  • ASI maupun susu formula (sufor) tidak mengandung cukup zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi terutama pada masa pertumbuhannya. Bayi ASI tidak cepat kekurangan zat besi dibandinglkan bayi sufor, hal ini dikarenakan 48% kadar besi dalam ASI mampu diserap bayi.

  • Terkadang kita tidak menyadari tanda gejala awal ADB karena tidak terlihat pada bayi atau anak di atas 1 tahun. Pantau setiap keadaan bayi atau anak jika ia mulai terlihat pucat, lemas, letih, lesu, rewel, sulit berkonsentrasi, malas makan dan minum. Dalam tahap akut, kekurangan zat besi dapat menggangu fungsi jantung, sesak napas dan bengkak di kaki. Jika anak Anda mengalami beberapa gejala tersebut, segera konsultasikan ke dokter spesialis anak, karena ADB bisa menyebabkan:

    • Berkurangnya kemampuan hemoglobin dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh sehingga menggangu metabolisme dan menyebabkan kekurangan tenaga.

    • Jika ADB terjadi pada bayi umur 6 – 18 bulan, ADB bisa menyebabkan gangguan otak permanen dan mempengaruhi sistem imun, kecerdasan serta psikomotorik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan di tahap usia selanjutnya.

  • Sebelum hal ini terjadi, Anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk memeriksa kadar zat besi pada tubuh anak Anda sedini mungikn dengan melakukan pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar hemoglobin (Hb), Iron Serum, dam Iron Binding Capacity. Kadar Hb nomal pada bayi umur 6 bulan adalah 12 mg, jika kurang, tanyakah ke dokter, apakah anak Anda membutuhkan suplemen tambahan yang mengandung zat besi.

  • Selain itu, Anda bisa melakukan pencegahan dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, setelah itu tambahkan Makanan pendamping ASI (MPASI) dengan memberinya menu dari bahan yang mengadung banyak zat besi seperti daging merah tanpa lemak, hati ayam dan kuning telur. Ayam, ikan, brokoli, tomat, jeruk, dan strawberry juga dapat membantu penyerapan zat besi. Hindari teh, paprika, kunyit, kacang – kacangan dan gandum karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Cegah anemia pada bayi Anda

Anemia Defisiensi Besi (ADB) merupakan penyakit yang disebabkan berkurangnya sel darah merah dan zat besi pada tubuh. Waspadai gejala awal anemia pada anak Anda dan periksa kadar zat besinya dengan melakukan tes darah sedini mungkin.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr