Aktivitas seru untuk menstimulasi perkembangan sistem motorik anak

Stimulasi yang tepat pada sistem motoriknya dan dilakukan secara rutin akan menciptakan keterampilan dan kecerdasan anak Anda.

395 views   |   shares
  • Kemampuan motorik seorang anak dimulai sejak bayi. Lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sistem motoriknya termasuk sistem syaraf, kemauan anak untuk bergerak dan keinginan anak yang memotivasi dirinya untuk bergerak.

  • Perkembangan motorik anak, dibagi menjadi dua. Yang pertama, motorik halus. Motorik merupakan mesin penggerak keseluruhan proses pada tubuh baik proses koordinasi maupun proses pengendalian fisik (tubuh) yang melibatkan otot kecil, koordinasi mata dan tangan. Syaraf motorik halus dapat terus dikembangkan melalui kegiatan yang menciptakan rangsangan secara rutin seperti bermain puzzle.

  • Yang kedua, motorik kasar yang merupakan gerakan fisik yang menggunakan otot besar yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi seluruh anggota tubuh seperti berjalan, berlari, melompat dan lain – lain. Orang tuaperlu mengetahui tahap – tahap perkembangan sistem motorik anak, sehingga Anda menjadi tahu stimulasi apa yang tepat agar keterampilan dan kecerdasannya tercipta secara maksimal.

  • Memasuki umur 1 – 2 tahun, seorang anak sudah mampu untuk menarik benda, memegang gelas dengan kedua tangannya, memasukkan benda ke dalam wadah, meremas, merobek dan lain – lain. Banyak produsen yang menjual berbagai macam mainan edukasi yang mampu merangsang motorik dan panca indra anak dan Anda pun harus mempersiapkan budget untuk membelinya. Taukah Anda, jika anak bermain yang bersifat edukasi dan melatih motoriknya, bisa dilakukan dari apa yang tersedia di rumah?

  • Carilah aktivitas yang bisa melibatkan Anda dan di kecil untuk bermain bersama seperti memasak. Anda pasti bingung bagaimana masak bisa menjadi aktivitas bermainnya. Berikut tahap yang Anda bisa mainkan bersamanya:

    1. Pilihlah satu menu makanan kesukaannya, seperti omelet sayur.

    2. Siapkan dan potong kecil (dadu) semua bahan sayuran rebus seperti brokoli, wortel atau jamur. Hal ini dilakukan untuk menghindari anak memegang benda yang tajam.

    3. Letakkan telur, butter, bahan sayuran dan bahan pelengkap seperti susu, garam, merica ke dalam wadah - wadah kecil yang mudah untuk diangkat si kecil. Siapkan juga peralatan seperti mangkuk besar, pengocok telur, wajan dan lain – lain

    4. Panggilah anak Anda, ajaklah ia untuk memasak omelet sayur, lalu perlihatkan isi kulkas, sambil Anda bertanya, "Ini apa nak? Wor.." dan beri kesempatan anak untuk menjawab "tel ma..".

    5. Mintalah bantuannya untuk membawa semua sayuran ke meja. Pada tahap ini, Anda mulai menstimulasi otak, mata dan memorinya dalam memperkenalkan jenis – jenis sayuran serta menstimulasi motoriknya untuk mengangkat dan memegang sayuran.

    6. Letakkan mangkuk besar di depan Anda dan anak. Ambil wadah telur dan mintalah ia untuk mencium aroma telur atau bahan lainnya. Ia pun mulai menggunakan indra penciumannya dan menangkapnya dalam memori.

    7. Stimulasikan motoriknya dengan mengajarinya mengocok telur secara perlahan dan menuang satu persatu semua bahan ke dalam mangkuk. Ajaklah indra pendengarannya untuk peka akan bunyi saat mengocok telur. Biarkan jika saat ia mengocok telur banyak bahan yang terjatuh, karena di sini bukan rasa makanan yang diutamakan tapi stimulasi motoriknya.

    8. Gunakan indera peraba dan pengecapnya untuk merasakan tekstur dan rasa asin garam atau mintalah juga untuk merasakan manisnya susu, agar ia mengerti perbedaan rasanya.

    9. Ajaklah satu orang untuk menggendong si kecil selama Anda memasak, hal ini dilakukan agar anak aman dan ia tetap bisa melihatnya.

    10. Setelah omelet sayur jadi dan diletakkan di atas piring, ajari ia untuk memotongnya dengan menggunakan sendok dan ajaklah untuk mencicipi omelet telur hasil racikannya.

  • Advertisement
  • Lakukan kegiatan stimulasi motorik lainya secara rutin, seperti menyiram bunga dan lain – lain, agar keterampilan motoriknya berkembang dengan baik dan membuatnya percaya diri.

Bagikan pada teman dan keluarga..

Setelah melahirkan Raphael, Celerina memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga dan mengurus buah hatinya tanpa bantuan baby sitter. Disinilah ia kemudian menemukan passion-nya yang baru yaitu memasak khususnya menu MPASI (Makanan Pendamping ASI)

Aktivitas seru untuk menstimulasi perkembangan sistem motorik anak

Stimulasi yang tepat pada sistem motoriknya dan dilakukan secara rutin akan menciptakan keterampilan dan kecerdasan anak Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr