Kaidah Kencana: Perlakukanlah Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan

Selain memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Pikirkan tentang orang lain, tentang bagaimana Anda ingin orang lain berpikir tentang Anda.

8,735 views   |   35 shares
  • Ingatkah Anda tentang Kaidah Kencana?

  • "Perlakukanlah orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan."

  • Pepatah ini tidak hanya berarti bersikap baik terhadap sesama, atau selalu menyediakan diri untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan Anda. Memang, Anda ingin orang lain untuk dapat selalu membantu Anda atau selalu berbuat baik saat Anda berada dalam situasi yang tidak menguntungkan. Dengan sekedar menyesuaikan pandangan diri dan sikap Anda, banyak hal dapat dilakukan untuk menciptakan kesetaraan yang mungkin kurang begitu diperhatikan oleh orang lain

  • Selain memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan, pikirkan tentang orang lain, tentang bagaimana Anda ingin orang lain berpkir tentang Anda. Rasakan perasaan orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain merasakan perasaan Anda. Bicaralah terhadap orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain berbicara terhadap Anda atau tentang Anda.

  • Perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain memperlakukan Anda

  • Janganlah berfokus untuk membenci atau menghukum orang-orang yang telah berbuat kesalahan pada Anda atau pada orang lain, tapi pilihlah untuk membimbing mereka ke dalam kerangka pikiran yang lebih baik. Ajarkan mereka tidak hanya dengan menunjukkan kesalahan cara mereka, tetapi juga kesalahan dalam pemikiran mereka. Ini bukanlah pelajaran untuk merendahkan, atau bahkan untuk merubah mereka, tapi cara untuk memahami perkembangan dari pemikiran mereka yang menyebabkan mereka bertindak seperti itu. Jika seseorang percaya bahwa dia melakukan hal yang benar dengan mencoba untuk mengendalikan orang lain atau terlalu ikut campur dalam kehidupan orang lain. Pertama tama, cobalah untuk memahami bagaimana perasaan orang tersebut dengan menunjukkan bahwa tindakannya adalah hasil dari keinginannya. Kemudian, bantulah dia mengevaluasi akibat dari tindakan-tindakannya dan pilihlah cara yang lebih baik untuk mencapai tujuan dan juga pertimbangkanlah tujuan orang lain. Cobalah selalu terbuka untuk melihat dari sisi lain, Anda akan mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga.

  • Berbicara kepada orang lain dan tentang orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain berbicara kepada Anda dan tentang Anda

  • Kita semua memang berbicara tentang orang lain, tapi memberikan peranan kepada orang-orang dalam hidup kita dan berusaha untuk menimbulkan sandiwara yang sensasi tentang orang lain, tidak ada gunanya. (Meskipun sering kali terjadi.) Setiap orang berbeda-beda dan kita tidak dapat memasukkan mereka ke dalam satu kotak dimana mereka semua bisa dicetak dengan hasil yang sama. Bila Anda menceritakan kembali suatu cerita, pastikan untuk menceritakan cerita itu selengkapya, versi yang obyektif, dimana semua karakter diceritakan secara dalam dan cobalah untuk mengerti perasaan mereka. Janganlah meremehkan seseorang hanya karena Anda berbeda pendapat dengannya.

  • Advertisement
  • Mengerti perasaan orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain merasakan perasaan Anda

  • Memendam perasaan benci hanya akan merugikan Anda dan membuat Anda mengeraskan hati untuk merasakan cinta dan kasih sayang. Baik Anda bertanggung jawab atau tidak atas perasaan seseorang yang membenci Anda, memiliki perasaan ini sangatlah tidak menyenangkan. Apalagi jika Anda merasa telah diperlakukan tidak adil.

  • Berpikir tentang orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain berpikir tentang Anda

  • Jauhkan dari pemikiran, atau perkataan, dan perasaan kasihan terhadap seseorang - terutama jika Anda merasa bahwa Anda memiliki kehidupan yang lebih baik daripada dia. Mungkin situasi memang terlihat berbeda, tetapi saat Anda merasa seperti ini, orang lain mungkin dapat berpikir bahwa mereka berada dalam posisi yang lebih baik daripada Anda. Merasa diri Anda sebagai seorang yang superior, lebih kaya, atau lebih baik daripada orang di sekitar Anda, bukanlah cara berpikir yang dapat memberi kebaikan. Dalam memberi bantuan atau menerima bantuan, Jika Anda ingin membantu seseorang yang Anda anggap memerlukan bantuan, lakukanlah dengan kasih, bukan karena Anda merasa kasihan.

  • Berusaha untuk menghormati orang lain meskipun mereka tidak patut dihormati

  • Carilah satu pengalaman yang positif dari seseorang dan fokuslah pada hal itu. Terkadang Anda berada dalam situasi dimana Anda harus bersikap tegas, dan mereka tidak menghormati peran Anda dalam situasi ini, atau mereka mencari jalan untuk menghancurkan integritas atau reputasi Anda. Janganlah mengikuti jejak yang sama, meskipun Anda merasa bahwa perlakuan Anda adalah adil dan mereka layak mendapatkan perlakuan seperti itu. Anda tidak tahu apa yang terjadi di dalam pikiran orang lain atau apa yang memotivasi mereka untuk bertindak seperti itu. Yang bisa Anda lakukan adalah bertanggung jawab atas reaksi Anda terhadap situasi ini, dan memilih untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa hormat yang tertinggi walaupun sangatlah sulit untuk melihat kebaikan dari orang tersebut. Hal ini akan membuat Anda menjadi orang yang lebih baik dan menunjukkan ketulusan hati Anda yang sejati dan hampir mustahil untuk meragukan ketulusan hati Anda saat Anda dalam situasi seperti ini lagi.

  • Saya telah berusaha untuk menyadari bahwa semua orang adalah sama. Saya telah bertemu dengan banyak orang, umumnya dari agama tertentu atau orang yang tak beragama. Dari percakapan mereka dengan saya, dan tentang orang lain, dapat terlihat jelas bahwa mereka merasa lebih unggul dari orang-orang yang mempunyai filsafat hidup yang berbeda dengan mereka. Dari percakapan saya, saya mendapatkan kesimpulan bahwa saya tidak suka dipandang rendah baik oleh orang yang beragama ataupun orang tak beragama. Jadi, saya telah memutuskan diri untuk tidak memandang rendah pada siapa pun, atau mencoba untuk mengubah filsafat hidup mereka. Saya duduk dan berbicara dengan mereka, mengajukan pertanyaan, mendengarkan pendapat-pendapat yang berbeda, dan membagikan pengetahuan saya jika memungkinkan. Saya telah belajar untuk menikmati percakapan sebagai cara untuk bersosialisasi, bukan untuk mendapatkan sesuatu.

  • Advertisement
  • Bahkan Tuhan mengasihi orang-orang yang berdosa. Andapun dapat melakukan hal yang sama. Baik orang lain memperlakukan Anda dengan kasih ataupun perasaan kasihan, bukanlah panduan untuk bagaimana Anda memperlakukan mereka. Sangatlah mudah bagi seseorang untuk berbuat jahat kepada Anda jika Anda berbuat jahat kepada mereka. Jangan berikan mereka kesempatan untuk berbuat jahat. Jadikanlah sulit untuk mereka untuk tidak melihat kebaikan Anda. Buatlah mereka sulit untuk membenci Anda atau tidak menghormati Anda. Buatlah mudah bagi mereka untuk mencintai Anda, menghargai Anda, dan melihat Anda sebagai insan yang agung.

  • Diterjemahkan dan diadaptasi oleh Bobby Dapalangga dari artikel asli “The Golden Rule: Treat others how you want to be treated” karya Georgia Lee.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Georgia D. Lee is a graduate of the University of Miami School of Business and founder of www.Spiritual-Life-Skills.com, a multimedia self-help, self-actualization, spiritual education and personal empowerment system.

Kaidah Kencana: Perlakukanlah Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan

Selain memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Pikirkan tentang orang lain, tentang bagaimana Anda ingin orang lain berpikir tentang Anda.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr