Mitos tentang bayi yang tidak selalu benar. Apa saja?

Seorang ibu yang baru pertama kali memiliki bayi tentu mempunyai banyak pertanyaan. Kadang-kadang mereka bertanya kepada orang-orang yang lebih tua. Apakah semua keterangan yang mereka terima itu benar?

426 views   |   0 shares
  • Seorang ibu yang baru pertama kali memiliki bayi tentu banyak mempunyai pertanyaan. Kadang-kadang mereka bertanya kepada orang-orang yang lebih tua. Apakah semua keterangan yang mereka terima itu benar?

  • Sebagai orangtua yang masih baru, Anda mungkin takut membuat kesalahan dalam mengasuh bayi Anda. Di samping itu Anda mungkin pula banyak mendengar tentang apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan terhadap bayi Anda.

  • Mitos 1

  • Bayi harus diberi minum air, kalau tidak lidahnya akan putih dan bisa kena sariawan.

  • Kata dokter: air tidak mengandung gizi, sering-sering memberi anak Anda air membuat dia kenyang tetapi tidak memperoleh gizi. Sebaiknya beri dia ASI atau susu lain. Jika dia menangis haus atau lapar dan ibunya atau susu tidak tersedia, air dapat diberikan sebagai selingan.

  • Mitos 2

  • Madu sangat berkhasiat bagi orang dewasa, tentu akan baik juga bagi anak-anak atau bayi.

  • Kata pakar: Menurut Akademi Kedokteran Anak Amerika dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) anak berusia di bawah 12 bulan hendaknya tidak diberi madu. Madu, baik yang mentah maupun yang dimasak dalam makanan lain atau yang dicampur bahan lain, dapat menyebabkan keracunan botulisme. Lebah mengisap madu dari bunga yang mungkin tumbuh di tanah yang mengandung spora klostridium botulinum. Spora inilah yang mengakibatkan botulisme. Gejala botulisme antara lain sembelit, lemah otot, nafsu makan kurang, dll. Anak yang lebih besar memiliki sistem pencernaan yang sudah sempurna jadi mampu mengatasi penyakit ini.

  • Mitos 3

  • Jangan mengajak bayi keluar saat Maghrib. Kata nenek-nenek nanti diganggu roh jahat. Bukan saja nenek-nenek, ibu saya yang berpendidikan Belanda ikut percaya hal ini.

  • Menurut akal sehat: Di petang hari keadaan di luar gelap banyak rintangan yang tidak terlihat. Jika bayi diajak berjalan di luar kemungkinan jatuh atau terkena sesuatu, lebih baik mengajak jalan di pagi hari.

  • Mitos 4

  • Bayi suka tertawa atau tersenyum dalam tidurnya. Nenek-nenek berkata bahwa "penjaganya" sedang mengajaknya bercanda.

  • Kenyataan: Bayi yang sedang berkembang susunan syarafnya melakukan hal-hal yang sama dalam tidur seperti ketika sedang bangun. Bayi belum mempunyai kemampuan untuk bermimpi dan tidak ada roh halus yang iseng mengajak bayi bercanda.

  • Mitos 5

  • Kuburlah ari-ari bayi di halaman rumah supaya anak itu kelak selalu ingat orangtua.

  • Kenyataan: Bukan soal ari-ari, melainkan pendidikan orangtua, jika penuh kasih sayang tentu anak itu juga akan mengasihi orangtuanya.

  • Advertisement
  • Mitos 6

  • Bayi ngiler karena mamanya ngidam sesuatu tidak kesampaian.

  • Kenyataan: sudah pembawaan bayi untuk ngiler karena syaraf dan ototnya belum terkendali dan berkembang sempurna.

  • Mitos 7

  • Bayi harus diberi pisang yang dikerok halus sebagai makanan pertama.

  • Menurut ahli nutrisi: bayi boleh makan makanan lain asalkan halus. Selain makanan bayi merek Gerber, Anda dapat membuatkan bubur ceker ayam. Ceker ayam banyak mengandung nutrisi tetapi hati-hati dengan tulangnya. Ketika anak saya masih berusia 5 bulan kami memberinya bubur sayur bayam dan hati ayam yang dihaluskan lebih dulu ditambah kaki ayam untuk kaldunya. Suatu hari dia mengunyah-ngunyah sewaktu makan bubur. Segera penulis periksa dan ternyata ada serpihan tulang yang lumayan besar. Rupanya penulis lupa membuang kaki-kaki ayam sebelum menghaluskan bubur di blender. Dengkul terasa lemas, langsung saja sisa bubur saya buang.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mitos tentang bayi yang tidak selalu benar. Apa saja?

Seorang ibu yang baru pertama kali memiliki bayi tentu mempunyai banyak pertanyaan. Kadang-kadang mereka bertanya kepada orang-orang yang lebih tua. Apakah semua keterangan yang mereka terima itu benar?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr