Mendengarkan penjelasan dari satu pihak saja? Bahaya!

Untuk memutuskan suatu persoalan dengan bijaksana, Anda perlu mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak. Sesudah itu barulah Anda dapat mempertimbangkannya dengan adil.

815 views   |   0 shares
  • Bayangkan bila anak Anda yang sudah menikah datang kepada Anda dan mengadu tentang suaminya lalu Anda terbawa emosi dan berkata "Ceraikan saja!" Apa yang akan terjadi bila anak Anda mengikuti saran Anda? Padahal mungkin anak Anda hanya perlu tempat mengeluarkan uneg-uneg dan dia tidak mengharapkan untuk bercerai. Belum tentu pula yang dikatakannya 100 persen benar. Bukan berarti dia berdusta atau memfitnah suaminya, dia mengatakan hal-hal yang dia lihat dari sudut pandangnya sendiri.

  • Tetapi bila Anda juga bertanya kepada menantu dan dengan bijak mendengarkan tanggapannya mengenai curhat anak Anda, Anda akan menemukan ada hal-hal yang berbeda dari sudut pandangnya.

  • Kasus 1

  • Anak: Dia selalu pulang telat.

  • Menantu: Saat ini di kantor banyak lemburan, karena kami mendapat proyek baru.

  • Kasus 2

  • Anak: Dia tidak perhatian, ulang tahunku dilupakan begitu saja.

  • Menantu: Saya sudah minta maaf. Saya sudah menabung untuk itu tetapi uangnya terpakai ketika si kecil sakit. Dan hari gajian baru tiga hari lagi.

  • Kasus 3

  • Anak: Dia tidak mau mengurus anak-anak. Hari Sabtu dia pergi main bola sendiri bersama teman-temannya.

  • Menantu: Itu hanya sebulan sekali saja dan sudah saya tawarkan untuk mengajak anak-anak agar mereka juga berminat main bola, tetapi dia melarang.

  • Inilah yang dikatakan orang dalam bahasa Inggris "the other side of the coin," sisi lain dari mata uang logam. Ada dua sisi yang gambarnya berlainan pada uang logam. Anda melihatnya dari sebelah mana. Kedua sisi itu benar, keduanya berbeda karena Anda melihatnya dari sisi yang berbeda.

  • Dalam keadaan seperti ini sebaiknya Anda berdiri di tengah-tengah, tidak memihak siapa pun dan tidak memberikan komentar yang salah. Biarkan yang bersangkutan menyelesaikan masalah mereka. Kalaupun Anda ingin membantu, jadilah seperti wasit, bersikap adil dan tidak berat sebelah. Kemukakan hal-hal yang dapat membantu pasangan itu mencapai persamaan titik pandang.

  • Contohnya:

  • Kasus 1

  • Kepada anak: Seharusnya kamu lebih menghargai suami yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga.

  • Kepada menantu: Mencari uang memang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan keluarga. Tentukan saat-saat di mana kalian dapat melewatkan waktu bersama, misalnya di akhir pekan.

  • Kasus 2

  • Kepada anak: Bukan dia tidak memperhatikanmu, keadaan yang memaksa membuat dia tidak mampu membeli hadiah untukmu.

  • Advertisement
  • Kepada menantu: Perhatian tidaklah selalu harus ditunjukkan dengan hadiah. Mungkin kamu dapat minta cuti setengah hari dari tempat kerja dan memasak makanan kegemarannya. Berikan pelukan dan ciuman mesra kepada istrimu dan sebagai pengganti hadiah, sisipkan catatan bahwa hadiah ditunda sampai tanggal tertentu ketika anggaran memungkinkan.

  • Kasus 3

  • Kepada anak: Biarkan suami memiliki hobi yang sehat, di samping itu dia ingin menanamkan kegemaran berolah raga kepada anak-anak, jangan melarang dia sehingga dia merasa terbelenggu. Beri kebebasan sepantasnya.

  • Kepada menantu: Selesai olah raga, kamu mungkin dapat mengajak keluarga bersantai pergi berjalan-jalan ke taman atau pusat perbelanjaan sehingga istrimu merasa diperhatikan.

  • Jadi, biasakan mendengar masalah dari dua belah pihak, ya!

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

Mendengarkan penjelasan dari satu pihak saja? Bahaya!

Untuk memutuskan suatu persoalan dengan bijaksana, Anda perlu mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak. Sesudah itu barulah Anda dapat mempertimbangkannya dengan adil.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr