Menjalani pernikahan tanpa anak, Bisakah?

Memiliki anak adalah anugerah yang takkan bisa digambarkan dengan kata-kata. Namun, bagaimana jika sudah lama menikah dan tidak juga dikaruniai momongan? Masih bisakah hubungan pernikahan berlangsung baik?

2,364 views   |   16 shares
  • Kehadiran anak melengkapi pernikahan. Anak, biasa disebut sebagai perekat hubungan, dan penerus garis keturunan keluarga. Kehadiran anak selalu mampu memberikan rasa bahagia, tak hanya bagi suami istri namun juga bagi seluruh anggota keluarga besar. Bagi ayah dan ibunya, memiliki anak, merupakan anugerah terindah.

  • Karena itu tak jarang, baik pria maupun wanita, merasa gagal dan tak berdaya saat sudah menikah cukup lama, namun tak juga diberi keturunan. Jika kedua belah pihak sudah amat menginginkan kehadiran buah hati untuk meramaikan rumah, namun tak kunjung hadir, biasanya pertengkaran mulai terjadi.

  • Haruskah demikian? Lalu bagaimana jika sudah lama menikah, namun tak juga diberikan momongan?

  • Tetaplah berusaha

  • Perkaya diri dengan berbagai ilmu pengetahuan mengenai sistem reproduksi dan makanan terbaik atau aktivitas yang cocok agar mempermudah prosesnya. Sebab, proses hamil dan memiliki anak adalah sebuah alur yang amat alamiah. Namun kerapkali, kita, manusia, yang tidak menjalani kehidupan dengan alami. Maka, belajar lagi, dan berusaha lagi.

  • Tidak ada salahnya juga mencoba berbagai cara yang direkomendasikan dokter. Namun, sebaiknya teliti lagi sebelum mencoba karena hasrat yang menggebu. Pilih alternatif usaha untuk hamil, yang aman dan tidak menimbulkan komplikasi pada kesehatan Anda.

  • Pikiran positif

  • Berhentilah menempatkan diri sebagai pihak yang paling sedih. Dan berhentilah membanding-bandingkan kisah hidup Anda dengan kisah hidup orang lain. Ingatlah bahwa setiap orang punya jalan rezekinya masing-masing. Jika Anda belum memiliki anak sekarang, sementara teman-teman hamil dengan mudahnya, bukan berarti Tuhan tidak sayang pada Anda.

  • Bahkan, memiliki anak juga bukan jaminan bahwa pernikahan menjadi lebih erat dan tidak akan terjadi perceraian. Jadi, belum dianugerahi anak bukan berarti dunia Anda runtuh begitu saja. Masih banyak hal-hal indah di kehidupan.

  • Pasrah

  • Jika Anda sudah berusaha semaksimal mungkin, sudah melakukan banyak cara untuk memiliki anak, namun tak juga memilikinya, maka mungkin tiba saatnya Anda menyerahkan segala daya upaya tadi kepada Tuhan.

  • Berdoalah agar Tuhan selalu memberikan yang terbaik, dan ikhlaskanlah seluruh hidup dan keinginan Anda. Percayalah, bahwa memiliki anak atau tidak, Anda tetap bisa berbahagia.

  • Bangun hubungan dengan pasangan

  • Ketimbang bertengkar dan saling menyalahkan, lebih baik Anda dan pasangan menikmati saat-saat berduaan. Mungkin Tuhan hanya memberikan waktu yang lebih panjang untuk Anda dan si dia "pacaran". Anda pasti sering mendengar keluhan dari pasangan-pasangan lain yang merindukan saat-saat kencan, atau me-time, namun sulit lagi dilakukan karena sudah memiliki anak?

  • Advertisement
  • Bersyukurlah karena anda masih punya banyak waktu untuk berkencan. Gunakan kelebihan uang Anda dan pasangan untuk berpetualang ke daerah lain, atau ke luar negeri. Manfaatkan waktu untuk belajar dan saling menyayangi satu sama lain.

  • Tidak perlu memaksakan diri

  • Jika Anda masih kerap merasa sedih saat mendengar teman hamil, artinya, Anda masih harus menenangkan diri. Untuk itu, tidak perlu memaksakan diri untuk hadir di acara baby shower teman. Atau tidak perlu juga terus menerus harus datang ke acara ulang tahun anak teman. Sesekali, boleh. Tapi jangan siksa batin Anda.

  • Tanya pada diri sendiri, apakah ini yang Anda inginkan?

  • Ya, benarkan Anda ingin punya anak? atau jangan-jangan hasrat tersebut muncul karena tidak tahan dengan tekanan sosial di sekitar Anda? Orangtua yang meminta cucu, atau tetangga yang usil? Kenali diri Anda dulu, kemudian pahami mengenai hasrat memiliki anak ini. Benarkah Anda yang ingin menggendong si kecil, atau Anda ingin memuaskan harga diri di hadapan orang-orang lain?

  • Adopsi

  • Ini adalah langkah terakhir yang harus Anda dan pasangan pikirkan dengan amat matang. Pilih dengan baik, dari mana Anda akan mengambil anak, dan pertimbangkan secara mendalam mengenai masa depan Anda berdua, juga masa depan si anak. Pertimbangkan juga aspek perasaan Anda. Jangan terburu-buru. Namun, adopsi sebetulnya juga merupakan langkah yang baik, kok.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjalani pernikahan tanpa anak, Bisakah?

Memiliki anak adalah anugerah yang takkan bisa digambarkan dengan kata-kata. Namun, bagaimana jika sudah lama menikah dan tidak juga dikaruniai momongan? Masih bisakah hubungan pernikahan berlangsung baik?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr