11 cara menenangkan anak di tengah ancaman terorisme di tempat publik

Kejadian terorisme kini marak terjadi, di berbagai negara. Meski jauh dari negara kita, namun informasi mengenai berbagai insiden ini, kini amat mudah diakses. Lalu bagaimana mengatasi rasa takut anak yang terpapar berita mengenai hal ini?

373 views   |   0 shares
  • Ancaman terorisme belakangan ini semakin marak. Di berbagai belahan dunia, dalam kurun waktu dua bulan ini, tercatat ada banyak kasus kejahatan pada kemanusiaan yang memakan korban jiwa. Ada bom dan penembakan warga di Beirut, Nigeria, Suriah, Baghdad, Ankara dan Kunduz. Serta yang paling baru adalah ancaman terorisme yang memakan korban hingga ratusan jiwa, di Paris.

  • Semua kejadian tersebut terpampang di berbagai laman media sosial, berita online, serta televisi. Sajian yang bisa dilahap setiap orang, di seluruh belahan dunia, termasuk anak-anak. Betapa mengerikan, karena tayangan semacam ini sudah pasti menimbulkan kekhawatiran dan situasi penuh trauma bagi banyak anak.

  • Lalu bagaimana cara mengatasinya? Sebab sudah pasti, orangtua adalah pihak yang lebih khawatir lagi, akan keselamatan putra putrinya. Berikut 11 cara menenangkan anak-anak Anda di tengah ancaman terorisme pada tempat-tempat publik:

  • 1. Orangtua harus menjadi pihak yang paling mengerti akan berbagai situasi konflik tersebut

  • Sebelum menenangkan anak, Anda lah yang harus tenang terlebih dahulu. Salah satu caranya adalah dengan membaca lebih banyak mengenaik konflik yang terjadi, kemudian mengetahui dengan detail agar tidak terlibat dalam emosi perang. Tujuannya tentu agar bisa meluruskan informasi yang didengar atau dilihat oleh anak. Juga agar orangtua memiliki banyak sudut pandang dari kejadian.

  • Dengan memahami benar tentang konflik yang terjadi, maka orangtua juga bisa memilih bahasa yang terbaik untuk menjelaskan terorisme kepada anak. Misalnya dengan menghindari kata "pembantaian" atau "pertumpahan darah". Di sini, fungsi orangtua adalah sebagai "penyaring" kabar yang didengar anak, agar mereka tidak terlalu takut.

  • 2. Batasi "screen time" pada anak

  • Dalam masyarakat yang disesaki informasi, memang sulit menyembunyikan berita utama. Namun, orangtua harus berperan sebagai pelindung saat info mengenai kekerasan menyebar. Maka, sebaiknya berikan kegiatan positif agar mereka tak terlalu banyak terpapar informasi dari televisi atau media sosial.

  • 3. Persiapkan anak

  • Persis seperti menyiapkan anak-anak agar mampu menjaga dirinya sendiri dari berbagai kejahatan. Misalnya, mengajari mereka untuk berteriak kencang meminta tolong saat keadaan darurat, hindari tempat-tempat sepi dan sebagainya.

  • 4. Perbanyak diskusi dengan anak

  • Jangan menunda memberitahu anak jika ia bertanya. Lebih baik ia mendengar langsung dari mulut orangtuanya, ketimbang mendapatkan informasi yang simpang siur dan menimbulkan ketakutan. Di kesempatan yang sama, orangtua juga bisa mencari tahu pandangan anak terhadap insiden ini. Dengan berdiskusi, orangtua dapat membantu anak membangun keterampilan mengatasi masalah dengan sehat.

  • Advertisement
  • 5. "Kenali" anak-anak Anda dengan baik

  • Ketahui dengan benar, ke mana ia akan pergi, dengan siapa. Bahkan catat nomor telepon teman-temannya, orangtua temannya. Kenali siapa temannya, dan ketahui dengan detail kegiatan-kegiatannya. Tidak perlu terlalu khawatir dengan membuntuti anak, dan menelepon anak setiap 30 menit. Kenali saja dunianya. Anda lebih tenang, anak akan ikut tenang.

  • 6. Fokuskan pada hal-hal baik yang bisa dilakukan

  • Jangan terfokus pada sikap takut atau pesan negatif lainnya saat anak bertanya mengenai terorisme. Fokuslah pada rasa empati dan simpati terhadap korban, biarkan mereka mengetahui bahwa kita dan orang-orang lain bisa saling membantu dalam peristiwa ini. Berikan aksi dan reaksi positif.

  • 7. Berikan anak-anak perhatian yang cukup

  • Peluk anak-anak dan tenangkan mereka. Tekankan bahwa Anda akan selalu ada untuk mereka. Buatlah mereka merasa dicintai.

  • 8. Jangan berbohong

  • Ketimbang berbohong, lebih baik untuk agak dikaburkan. Katakanlah bahwa 'pejuang telah menyerang negara' atau Anda cemas ada hal-hal serius terjadi di dunia orang dewasa yang tidak berkaitan dengan dunia mereka.

  • 10. Jadilah pendengar yang baik

  • Dengan menjadi pendengar, Anda bisa membantu memberi pemahaman. Mengoreksi jika ada misinterpretasi. Beri mereka interpretasi yang lebih faktual. Dan tak kalah penting, tanya bagaimana perasaan mereka.

  • 11. Tidak perlu memberitahu jika merek belum terekspos berita itu

  • Jika mereka tidak tahu apapun mengenai kejadian terorisme, terutama pada anak yang lebih kecil. Maka sebaiknya tidak perlu memberitahu mereka. Jaga saja keamanan mereka, dan jangan terlihat terlalu khawatir.

  • Terutama untuk anak-anak yang berusia di bawah enam tahun, lebih baik tidak diceritakan mengenai masalah ini karena mereka belum bisa membedakan antara fakta dan ketakutan. Mereka hanya bisa memahami emosinya, tanpa memahami maknanya. Jadi, sebaiknya tidak perlu membahas atau menonton berita mengenai terorisme, di depan mereka.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

11 cara menenangkan anak di tengah ancaman terorisme di tempat publik

Kejadian terorisme kini marak terjadi, di berbagai negara. Meski jauh dari negara kita, namun informasi mengenai berbagai insiden ini, kini amat mudah diakses. Lalu bagaimana mengatasi rasa takut anak yang terpapar berita mengenai hal ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr