3 kisah pentingnya memaafkan dan melepaskan masa lalu

Tidak saja kita perlu memaafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita, kita juga perlu memaafkan diri kita sendiri. Perasaan dendam seperti juga rasa bersalah dapat menggerogoti nurani dan menghancurkan kehidupan kita.

8,137 views   |   55 shares
  • Tidak saja kita perlu memaafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita, kita juga perlu memaafkan diri kita sendiri. Perasaan dendam seperti juga rasa bersalah dapat menggerogoti nurani dan menghancurkan kehidupan kita.

  • Antoine Leiris kehilangan istrinya yang cantik dalam kerusuhan di Paris baru-baru ini. Kata-kata perpisahannya bagi istrinya di FaceBook telah dilihat puluhan juta orang dan menyebabkan para pembacanya menitikkan air mata. Pada intinya dia berkata bahwa dia tidak akan memberi para teroris ganjaran kebencian. Kehidupannya akan berlangsung seperti biasa walau anaknya yang masih kecil tidak akan menikmati belai kasih ibunya lagi.

  • Betapa bijaknya orang ini! Dia tahu kebencian dan dendam tidak akan mengembalikan istrinya yang secara kejam telah direnggut dari sampingnya. Perasaan negatif hanya akan meracuni jiwa dan merusak kehidupannya. Dia lebih suka mengisi hidupnya dengan hal-hal yang positif dan membangun.

  • Dendam, kebencian dan penyesalan seharusnya tidak kita biarkan menyesakkan hati maupun pikiran kita. Baik terhadap orang lain mau pun diri kita sendiri. Pria yang kehilangan istri ini bisa saja menyalahkan dirinya, mengapa dia membiarkan istrinya pergi menonton konser waktu itu. Kesedihan dapat menjadi perasaan pahit yang menimbulkan perasaan benci kepada dirinya, orang lain dan bahkan seluruh dunia.

  • Bagaimana kita dapat mengubah perasaan bersalah menjadi perasaan damai yang berasal dari kerelaan untuk memaafkan?

  • Di Las Vegas ada seorang ibu kehilangan putrinya yang masih kecil karena ditabrak mobil seorang nenek tua. Kesedihannya tidak dapat digambarkan, namun dia rela memaafkan nenek itu karena dia tahu perasaan terhukum si nenek sudah cukup merupakan siksaan baginya tanpa ditambah denda atau kurungan penjara.

  • Sebaliknya ada kisah seorang ibu yang kehilangan anak tunggalnya dan keliling ke mana-mana untuk mencari seorang sakti yang dapat menghidupkan anaknya kembali. Sesudah bertemu dengan banyak orang sakti ternyata tidak ada satu pun yang mampu menghidupkan kembali anaknya. Akhirnya sorang kakek tua yang bertampang bijaksana menyanggupi pekerjaan sulit itu dengan syarat ibu tadi harus membawa kembang yang tumbuh di pekarangan rumah orang yang belum pernah kehilangan kerabatnya akibat kematian. Tentu saja si ibu tidak pernah menemukan kembang serupa itu. Akhirnya dia sadar bahwa dia meminta sesuatu yang bukan-bukan, yang tidak mungkin dikabulkan.

  • Perbandingan antara kedua ibu di atas bagaikan langit dengan bumi. Yang pertama sadar bahwa bersedih hati saja tak ada gunanya, sedangkan si ibu yang kedua terpuruk dalam duka sehingga tidak dapat berpikir secara sehat. Walau akhirnya dia sadar bahwa dia tidak sendiri dan tidak ada gunanya memupuk kesedihan itu dalam hatinya.

  • Advertisement
  • Begitu pula seseorang yang tidak ingin berkubang dalam lumpur dosanya dapat mencari jalan keluar dengan cara tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, mengakui kesalahannya, menerima hukumannya dan menjadi seorang yang "baru." Bukan saja orang lain tidak berhak mengungkit-ungkit kesalahannya, dia sendiri juga tidak pantas menyalahkan dirinya atas apa yang telah terjadi. Dia sudah meninggalkan masa lalunya, tidak ada beban atau belenggu yang mengikatnya dengan kesalahannya di masa lalu.

Bagikan hasil Anda kepada teman..

Irma Shalimar graduated from BYU-Idaho in 2004 majoring in English Literature and minoring in Family Science and Spanish. She met her husband because of Superman and has 2 grown-up kids. You could know her better through

Situs: https://joojoo.com

3 kisah pentingnya memaafkan dan melepaskan masa lalu

Tidak saja kita perlu memaafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita, kita juga perlu memaafkan diri kita sendiri. Perasaan dendam seperti juga rasa bersalah dapat menggerogoti nurani dan menghancurkan kehidupan kita.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr