Siapa sih yang boleh dicurhati mengenai kehidupan rumah tangga Anda?

Sejauh apa batasan kita untuk menceritakan kisah pribadi dalam rumah tangga? Dan siapa saja orang yang berhak mendengar cerita privat Anda dan pasangan? Lalu apa dampaknya jika terlalu banyak bercerita mengenai kehidupan dengan pasangan?

2,875 views   |   9 shares
  • Pernahkah Anda berpikir, sejauh apa, Anda curhat mengenai hal-hal personal yang terjadi dalam hidup dan keseharian? Dan dengan siapa saja kita berbagi?

  • Mungkin tidak menjadi masalah jika kita menceritakan kisah pribadi kepada sahabat terdekat, untuk melegakan perasaan. Namun, yang menjadi masalah adalah jika sudah kebablasan berkisah di depan umum, dan terdengar banyak orang yang tidak terlalu akrab. Dampaknya bisa menjalar kemana-mana, sebab tidak semua orang bisa kita percaya, bukan?

  • Akan menjadi hal yang mengerikan, jika cerita Anda tadi menjadi konsumsi publik, dan mengubah sudut pandang seseorang dalam memandang Anda dan keluarga. hal kecil, yang tadinya bermula dari sekadar curhat keceplosan, bisa berakibat hingga jangka panjang. Tidak semua orang bisa menjadi teman, karena banyak kepala berarti banyak pemikiran.

  • Akan menjadi tidak nyaman jika pasangan atau anak Anda mendengar kisah hidupnya atau permasalahan internal rumah, dibicarakan oleh orang banyak di sekitar mereka. belum lagi jika ujung-ujungnya menjadi konflik. Anda bisa saja menjadi amat marah, saat mendengar banyak orang membicarakan tentang keluarga Anda di luar. Apalagi jika sampai ke permusuhan antar teman, dan tetangga.

  • Padahal, jika ditelusuri, hal ini bahkan dimulai dari mulut Anda sendiri.

  • Lagi pula, tidak jarang, pihak ketiga, yang bisa jadi sahabat, saudara, atau bahkan orangtua sendiri bisa menjadi sumber retaknya hubungan. "Ini terjadi ketika salah satu dari Anda lebih mendengarkan pihak ketiga daripada pasangannya sendiri," kata Anna Surti Ariani, psikolog yang mendalami masalah hubungan pernikahan dan keluarga.

  • Ya, tanpa disadari, seringkali istri atau suami lebih mendengarkan apa kata orang lain dibandingkan apa kata pasangannya. Saat hubungan sedang bermasalah, biasanya Anda mencurahkan isi hati pada orang lain yang Anda percayai. Tidak ada yang salah dengan curhat. "Itu keinginan yang wajar bahkan perlu dilakukan, karena curhat dapat melepaskan diri dari perasaan jengkel," ujar Anna. Di saat-saat tertentu Anda memang perlu mendengar apa kata orang lain.

  • Namun jika itu membuat telinga Anda tertutup dari kata-kata pasangan, ini yang menjadi masalah. Jika orang ketiga lebih dekat dengan Anda dibanding pasangan, tandanya ada yang perlu Anda benahi. Apalagi, ketika kondisi sedang emosi, apa kata orang kepercayaan cenderung menjadi pertimbangan terpenting.

  • Padahal, banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan saat memutuskan siapa yang akan Anda percaya. "Pertimbangan itu bisa berupa perasaan Anda terhadap suami, perasaan anak-anak terhadap ayahnya, perasaan orangtua juga mertua dan perasaan suami itu sendiri, pikirkan dengan matang," tegas Anna.

  • Advertisement
  • Jadi, sebaiknya bersikaplah elegan. Biarkanlah konflik yang terjadi dalam rumah tangga Anda, menjadi urusan Anda dan keluarga. Tidak perlu keluar, apalagi sampai menyebar kemana-mana. Jagalah nama baik pasangan dan anak-anak.

  • Akan lebih baik, jika masalah tersebut dibicarakan dan diselesaikan bersama-sama keluarga di rumah saja. Toh, curhat kepada orang lain juga tidak selalu bisa menjadi solusi. Sebab, kadang Anda hanya ingin didengar, toh? Terapkanlah komunikasi yang baik antar anggota keluarga, agar semua pihak bisa menjadi pendengar yang baik bagi satu sama lain.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Siapa sih yang boleh dicurhati mengenai kehidupan rumah tangga Anda?

Sejauh apa batasan kita untuk menceritakan kisah pribadi dalam rumah tangga? Dan siapa saja orang yang berhak mendengar cerita privat Anda dan pasangan? Lalu apa dampaknya jika terlalu banyak bercerita mengenai kehidupan dengan pasangan?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr