Pola pengasuhan permisif. Apa itu?

Sering melihat orangtua yang "mudah menyerah" saat anaknya merengek atau ngambek? Kemudian melakukan segala cara untuk mendiamkan anak. Atau orangtua yang melakukan seluruh tugas anaknya, agar anak tidak kesulitan? Benarkah cara-cara seperti ini?

1,758 views   |   5 shares
  • Anda pernah mendengar istilah "overparenting"? Kata tersebut digunakan untuk menyebut pola asuh yang terlampau memanjakan, atau melakukan semua yang anak inginkan. Sering juga disebut dengan gaya pengasuhan yang permisif.

  • Contohnya, jika ada tugas di sekolah, apakah Anda biarkan si kecil berusaha keras untuk mengerjakannya sendiri, membantu seperlunya, atau mengerjakan semua tugas tersebut hingga anak tak perlu mengerjakan apapun? Jika Anda yang mengerjakan setiap tugas anak karena gemas, Anda bisa jadi menerapkan pola pengasuhan permisif.

  • Menurut buku bicara bahasa anak yang ditulis oleh Rani Razak Noe'man, pola asuh permisif lebih mengedepankan kasih sayang, tetapi tidak memberi batasan berupa tuntutan. Orangtua yang permisif biasanya sangat toleran, lembut dan tidak menuntut anak untuk berperilaku matang, mandiri atau bertanggung jawab.

  • Mereka lebih suka menghindari konfrontasi dan membiarkan anak melakukan semua hal yang disukainya. Anak-anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini, menurut Ibu Rani, akan memiliki kemampuan yang sangat rendah untuk mengontrol diri dan cenderung menuntut setiap keinginannya. Kelak, ketika dewasa, anak-anak permisif akan menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Termasuk korupsi, menindas orang lain, atau berbagai bentuk kejahatan lainnya.

  • Ngeri, bukan? Padahal, naluri orangtua ingin bisa memenuhi segala keinginan anak. Namun ternyata ini berdampak buruk di masa depan.

  • Hal yang serupa juga diungkapkan dalam buku Passing the True Wealth yang ditulis oleh Benny Santoso, Sally Azaria, David Tan dan Jenny Tan. Menurut mereka, orangtua perlu menghindari kata-kata "Tidak apa-apa, dia masih kecil. Nanti jika besar, ia akan sadar dengan sendirinya."

  • Namun bagaimana jika saat besar nanti ternyata ia malah bertambah buruk? Siapa yang paling bertanggung jawab akan hal ini? Orangtua, kan?

  • Banyak anak yang terlalu dimanjakan oleh orangtuanya berakhir di rehabilitasi. Karena apa pun yang diinginkan akan diberikan, maka mereka lebih tidak selektif dalam memilih teman bergaul, dan tidak ragu-ragu mengeluarkan uang yang dengan mudah didapatkan. Ingat, tidak ada anak yang manja. Yang ada adalah anak yang dimanjakan oleh orangtuanya.

  • Menurut buku ini juga, kebanyakan orangtua yang memanjakan anaknya karena terlalu sibuk. Akhirnya mereka memanjakan anak untuk mengatasi rasa bersalah mereka. Orangtua akan memberikan pelayanan penuh sehingga anak-anaknya tak memahami konsep tanggung jawab, serta mengontrol keinginan.

  • Advertisement
  • Berhentilah terus-menerus memenuhi keinginan anak, mengerjakan hal-hal yang seharusnya mereka selesaikan, dan memberi solusi dengan mudah sebelum mereka berhasil memikirkannya sendiri.

  • Maka, bertahanlah. Ajak anak bicara baik-baik, bahwa ia harus mampu mengerjakan tugasnya sendiri. Berikan ia semangat, bantu ia mampu bertahan juga di tengah teman-temannya. Sebab sebetulnya, di masa depan nanti, anak yang dibiasakan mandiri dan mengenal tanggung jawab akan tumbuh lebih baik ketimbang mereka yang dimanja.

  • Anak Anda adalah pribadi utuh, yang harus bisa berdiri sendiri. Ia harus bisa menghadapi dunia ini, dan segala tantangannya, dengan atau tanpa Anda. Kini, pilihan ada di tangan Anda. Akan jadi seperti apa anak Anda di masa depannya?

Bagikan pada teman dan keluarga..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Pola pengasuhan permisif. Apa itu?

Sering melihat orangtua yang "mudah menyerah" saat anaknya merengek atau ngambek? Kemudian melakukan segala cara untuk mendiamkan anak. Atau orangtua yang melakukan seluruh tugas anaknya, agar anak tidak kesulitan? Benarkah cara-cara seperti ini?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr