Saat masalah terjadi dalam pernikahan, apa yang harus dilakukan?

Menahan bukan berarti memendam rasa sakit hati dan merasa kalah. Menahan emosi penting dilakukan demi mempertahankan pernikahan.

2,157 views   |   9 shares
  • Dalam sebuah pernikahan, acapkali perjalanannya tidak akan semulus kereta api ataupun bus patas. Di dalamnya selalu akan muncul berbagai hal yang terduga dan tidak terduga, yang mungkin hal-hal tersebut akan berdampak baik pada pernikahan yang kita jalani. Atau justru sebaliknya akan berdampak buruk dan menghancurkan pernikahan yang telah kita bina.

  • Banyak hal yang akan menjadi sumber masalah, dan sudah banyak orang pula yang mengakui bahwa hal-hal tersebut menjadi retaknya pernikahan mereka, hingga berakibat pada perceraian. Sebut saja, masalah anak, ekonomi, kesetiaan, masalah orangtua atau keluarga besar, pekerjaan, masalah kebiasaan negatif dari pasangan, serta masalah lain yang seringkali menjadi penyebab utama sebuah perceraian.

  • Ini nyata, dan perhatikan sekitar Anda. Bukan cuma satu atau dua orang yang akhirnya berpisah karena masalah-masalah tersebut, tetapi cukup banyak yang akhirnya memilih jalan pintas bercerai.

  • Saya sering berdiskusi dengan suami, menceritakan beberapa poin tentang penyebab perceraian yang dialami oleh beberapa teman-teman saya. Kami mencoba merefleksikan ke dalam diri kami sendiri. Kami mencoba berkaca pada pernikahan kami yang belum genap lima tahun. Mencoba merefleksikan beberapa perbedaan pendapat yang pernah terjadi. Lalu kami pun berpikir, setiap masalah yang muncul sangat kuat dipengaruhi oleh masing-masing individu itu sendiri. Tidak terlepas dari kami berdua.

  • Jika salah satu sudah sangat memaksakan kehendak, tanpa mau lagi berdiskusi dengan pasangan. Tanpa mau lagi merendahkan diri sebentar untuk menyadari "mungkin saya yang salah". Tanpa mau lagi untuk berbicara sekedar meminta maaf. Dan kemudian terbersit pikiran saya mampu melakukan itu tanpamu. Bisa saja perceraian akan terjadi.

  • Tetapi jika sebaliknya ketika masalah-masalah itu muncul dan kita mampu untuk sejenak menahan emosi. Menahan bukan berarti memendam rasa sakit hati dan merasa kalah. Menahan yang saya maksud untuk sekadar tidak terjadi keributan yang lebih besar. Memberi ruang sesaat kepada diri sendiri dan pasangan agar berdamai dengan emosi masing-masing. Mencoba menelaah pernyebab, sumber masalah dan hal-hal yang mempengaruhi itu hingga akhirnya menjadi keributan antara kita dan pasangan.

  • Saya yakin, masih banyak cara lain untuk menyelesaikan masalah rumah tangga tanpa harus berakhir perceraian. Tentu saja ketika keduanya mau untuk menyadari, berdiskusi, merefleksikan, mendengar, mencoba memposisikan diri pada posisi pasangan, serta menahan diri untuk tidak larut dalam kesedihan dan amarah.

  • Advertisement
Bagikan hasil Anda kepada teman..

Profil Penulis Irni, lulusan Sarjana Psikologi UBAYA. Saat ini menetap di Jepang mendampingi suami bersama dua buah hatinya. Aktif menulis di berbagai media dan buku Pengembangan Diri. Baginya menulis adalah media berbagi pada sesama.

Situs: http://www.irniis.com

Saat masalah terjadi dalam pernikahan, apa yang harus dilakukan?

Menahan bukan berarti memendam rasa sakit hati dan merasa kalah. Menahan emosi penting dilakukan demi mempertahankan pernikahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr