Agar suami betah tinggal di rumah

Isteri yang bahagia adalah keluarga yang bahagia, demikian pula bila suami bahagia, maka keluarga pun bahagia. Keseimbangan kebahagiaan dalam keluarga hendaknya menjadi tujuan setiap anggota keluarga.

7,525 views   |   22 shares
  • Ada lelucon populer di antara kaum suami yang menggambarkan betapa takutnya suami terhadap isteri di rumah. Dalam suatu kegiatan, pembawa acara meminta para suami bediri. Katanya, "Siapa yang takut kepada isteri harap maju satu langkah." Maka semuanya maju satu langkah kecuali satu orang. Dengan heran dia berkomentar, "Wah, Anda benar-benar seorang pemberani!" Jawab lelaki tersebut, "Tidak pak, isteri saya menyuruh saya agar tidak maju selangkah!"

  • Berikut adalah beberapa langkah yang patut dipelajari agar suami lebih betah tinggal di rumah:

  • 1. Jangan mau menang sendiri

  • Entah karena sudah terlalu lama 'dimanja' oleh suami atau kebiasaan diperlakukan manis seperti puteri dalam keluarga, sehingga lama kelamaan ada sebagian kaum isteri yang tidak 'boleh' merasa bersalah. Baik dalam pembicaraan sehari-hari maupun dalam perbedaan pendapat, dia selalu merasa benar. Bila suami atau siapapun anggota keluarga tidak membenarkannya, dia akan menjawab, "Ya, sudah, lain kali tidak usah mengajak bicara lagi!" atau dia akan melakukan aksi bungkam mulut beberapa hari atau bahkan minggu, sehingga semua anggota keluarga merasa 'jera' berbincang kepadanya dan selalu mengalah setiap kali ada perbedaan pendapat atau yang sejenis itu terjadi. Dengan demikian, maka dia selalu merasa 'menang' terhadap semua anggota keluarganya.

  • 2. Jangan memberi kesan bahwa dia tidak dapat dibuat bahagia

  • Ada sementara suami yang mengeluh bahwa apapun yang dilakukannya untuk isterinya tidak pernah ditanggapi dengan gembira atau dianggap sepele. Sebaliknya, semua yang salah dari pihak suami selalu mendapat tanggapan negatif dari isteri.

  • 3. Jangan meminta sesuatu secara mendadak

  • Yang saya maksudkan bukan meminta dibelikan barang, tetapi meminta ditemani misalnya ke selamatan ibu-ibu yang hamil, atau belanja kebutuhan dapur. Kadang-kadang permintaan tersebut muncul ketika suami sedang asyik menyelesaikan atau memulai sebuah proyek kegemarannya, tiba-tiba, dia muncul dan berkata, "Saya mau belanja kebutuhan dapur ke supermarket anu… " Dengan sendirinya, permintaan tersebut 'tidak dapat ditolak', karena penolakan dengan alasan apa pun hanya akan membuatnya gusar atau uring-uringan sepanjang hari dan membuat suami merasa serba salah. Penolakannya pada hakikatnya mengundang hukuman yang seketika.

  • Saya pernah membaca ada seorang mekanik (Rhea Holt) yang bekerja di suatu bengkel mobil selama lebih dari 30 tahun dan tidak pernah sekali pun absen dari kerja meskipun sedang sakit. Ketika ditanya alasannya maka jawabnya adalah, "Karena kalau saya ada di rumah isteri saya selalu menyuruh saya melakukan sesuatu untuknya."

  • Advertisement
  • 4. Jangan terlalu bawel dengan hal-hal kecil

  • Hal kecil, seperti salah menempatkan piring yang baru dicuci, sudah membuatnya menggerutu ke mana-mana. Alasannya sederhana, dia tidak dapat menemukan piring yang seharusnya ada di tempat yang menurutnya wajib diketahui oleh setiap anggota keluarga, terutama suami.

  • Dalam dunia yang ideal, suami seharusnya adalah seorang lelaki yang super, serba bisa, dan memiliki otak seperti kamera, sehingga segala sesuatu yang rusak dapat diperbaikinya, segala sesuatu yang tidak beres dapat dibereskannya, segala sesuatu yang lewat di depan matanya dapat direkamnya dan diingatnya hingga 1000 tahun mendatang. Dengan demikian, maka isteri tidak perlu memiliki 'kesulitan' sekecil apa pun.

  • Sikap mental demikian memang sangat mengganggu, dan mungkin telah menjadi kebiasaan dan tradisi, namun dengan pengetahuan, kesadaran, dan usaha, kebiasaan apa pun dapat diubah.

  • 5. Jangan mengungkit-ungkit masa lampau

  • Ingatlah bahwa Anda tidak menikah dengan seorang malaikat. Suami Anda adalah insan normal yang kadang-kadang membuat keputusan 'bodoh', sehingga kesalahan dan kerugian dilakukannya. Kesalahan demikian mungkin terjadi jauh sebelum menikah atau selama dalam pernikahan, asalkan dia sudah menyesalinya dan bersedia belajar dari kesalahannya, maka sebaiknya tidak usah diungkit-ungkit lagi. Membangkitkan kesalahan lama, betapapun parahnya kesalahan tersebut, tidak memberi keadilan kepadanya dan dia tidak pantas menerima 'cap' apa pun seolah-olah itulah dia adanya.

  • 6. Jangan melarang dia bergaul lagi dengan teman-teman lamanya

  • Memang secara wajar begitu menikah, seseorang wajib meninggalkan masa remajanya. Namun demikian, sekali-kali seseorang ingin berkumpul dengan teman-teman bermain sebayanya dan mengenang kembali pengalaman lama. Walaupun demikian, sebagian isteri ada yang tidak mengizinkan mereka bergaul dengan teman-teman sebayanya kembali, mungkin takut dia bertemu dengan seseorang yang pernah dekat kepadanya, atau hanya sekadar curiga terhadap sesuatu yang tidak memiliki dasar.

  • 7. Jangan setiap kali diajak membahas masalah selalu berakhir dengan pertengkaran

  • Isteri terlalu defensive (merasa diserang dalam suatu pembicaraan). Dalam hidup berkeluarga, masalah selalu muncul tanpa diundang. Alangkah senangnya bila pasangan hidup dapat diajak bertukar pikiran dengan kepala dingin, sehingga tercapai solusi yang saling menguntungkan. Apabila isteri terlalu defensive, misalnya, suami ingin mengajak membicarakan anggaran belanja, belum apa-apa isteri sudah mulai memasang kuda-kuda dan merasa diserang seolah-olah dialah yang dituduh memboroskan penghasilan keluarga, sehingga bukan solusi yang didapat malah memicu masalah baru.

  • Advertisement
  • 8. Jangan menyepelekan hubungan intim

  • Mengutip karya tulis Becky Squire yang berjudul "Suami Anda Memiliki 5 Kebutuhan Dasar. Apakah Anda Akan Memenuhinya?", (http://keluarga.com/pernikahan/suami-anda-memiliki-5-kebutuhan-dasar-apakah-anda-akan-memenuhinya) saya menemukan bahwa salah satu kebutuhan dasar seorang suami adalah seks. Dia menulis "... jika hal itu penting buat suami Anda, maka hendaknya juga penting buat Anda."

  • Semoga Anda selalu belajar sehingga bila salah satu pasangan hidup kehilangan pegangan, yang lain dapat memberikan ketenteraman dan dukungan sehingga keajaiban keluarga yang serasi dan bahagia dapat terjadi.

Bantu kami menyebarkan

Sebagai penulis, Effian sangat terinspirasi dengan karya-karya John Grisham, Michael Creighton, David Baldacci, James Patterson dan Dan Brown. Kegiatan favoritnya selain menulis adalah memasak dan melukis.

Agar suami betah tinggal di rumah

Isteri yang bahagia adalah keluarga yang bahagia, demikian pula bila suami bahagia, maka keluarga pun bahagia. Keseimbangan kebahagiaan dalam keluarga hendaknya menjadi tujuan setiap anggota keluarga.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr