Aku membuat istriku menangis, dan peristiwa itu membuat pernikahan kami berubah

Kejadian malam itu, saat istriku menangis ketika sedang menikmati makan malamnya. Itulah awal yang mengubah pernikahan kami selamanya hingga saat ini.

471 views   |   1 shares
  • Kami tidak pernah memiliki tahun yang buruk dalam pernikahan kami. Dan itu benar adanya. Ada saat-saat sulit dimana kami sama-sama stres dan penat. Tetapi kami melewatinya dengan mudah. Saya sendiri berusaha menjelaskan pada istri saya, bahwa ada kalanya setiap pernikahan akan melewati tahun yang buruk.

  • Ada satu waktu di mana saya membuat istri saya menangis. Saat itu pernikahan kami berusia 5 tahun. Di mana Emily putri pertama kami masih berusia 4 bulan. Sekitar 8 bulan sebelumnya, kami baru saja pindah rumah.

  • Pada saat itu istri saya masih mengandung. Kami pergi keluar untuk makan malam. Saat makanan baru saja dihidangkan, saya memulai percakapan dan menanyakan kabar istri saya. Dan seketika saat itu ia langsung menangis, dan tangisannya itu merubah pernikahan kami selamanya hingga sekarang.

  • Saat berbicara, saya menyadari saya pribadi diliputi stres perihal hal lain di luar kehidupan rumah tangga saya. Dan sejak itu saya sadar bahwa ternyata selama ini, saya telah melakukan sesuatu yang buruk sebagai seorang suami. Sehingga saya tidak pernah tahu apa yang sedang terjadi di dalam hati istri saya. Saya sadar saya tidak mencintainya dengan cukup baik. Dan saya tidak memahami perasaannya.

  • Orang lain mungkin akan berpikir, saya adalah suami yang memahami perasaan istri saya. Karena beberapa bulan lagi ia akan menjadi seorang ibu. Orang lain mungkin juga berpikir, saya sangat perhatian kepada istri saya. Dan banyak hal lainnya tentang saya, yang mungkin tidak sesuai dengan keadaan saya sebenarnya.

  • Malam itu, saat istri saya menangis ada sebuah pelajaran berharga yang saya petik sebagai seorang suami. Yaitu saat semuanya berubah dalam hidup kita. Begitu pun saat perubahan itu terjadi pada istri kita. Maka ada satu hal yang harus kita lakukan. Yaitu sikap kita dalam mencintai pasangan juga harus disesuaikan. Dan ketahuilah, tidak pernah ada kata berhenti untuk terus belajar mencintai pasangan kita, apapun kondisinya.

  • Sudah waktunya bagi saya untuk belajar bagaimana caranya menjadi suami yang baik. Dengan belajar mendengarkan lebih banyak bagaimana perasaan istri saya. Sehingga saya mulai membiasakan diri untuk memulai percakapan untuk setiap pembahasan dalam pernikahan kami. Awalnya sulit tapi seiring waktu, hal itu menjadi saat-saat termanis bagi keintiman rumah tangga kami.

  • Saya dan istripun akhirnya membuat sebuah aturan dalam percakapan kami. Supaya pembicaraan yang terjadi menjadi obrolan yang sehat dan bukan sekedar adu argumen belaka. Berikut ini adalah aturan yang kami buat bersama.

  • Advertisement
    1. Kami selalu mempunyai giliran untuk berbicara

    2. Kami harus jujur, tentu saja itulah yang seharusnya dilakukan oleh suami istri. Dan harus spesifik.

    3. Kita harus mendengarkan dan tidak membela diri jika kita mendengar sesuatu yang tidak kita suka.

    4. Kita berkomitmen untuk melakukan yang lebih baik dan saling membantu satu sama lain.

  • Kemudian kita akan saling bertanya seperti ini :

    1. Apakah ada sesuatu yang kamu butuhkan dari saya?

    2. Apakah aku melakukan sesuatu atau mengucapkan perkataan yang tidak kamu suka?

    3. Apakah perhatianku memang sesuai dengan yang kamu butuhkan?

    4. Apakah ada sesuatu yang terjadi denganmu yang perlu aku tahu. Sehingga aku bisa mencintaimu lebih baik lagi.

  • Pada awalnya percakapan ini sedikit menakutkan bagi kami. Tapi seiring waktu justru hal ini membuat kami semakin mencintai. Sekarang kami tidak perlu lagi menjadwalkan pembicaraan seperti dulu. Kini kami hanya menjalani seluruh perjalanan pernikahan kami sepanjang hidup kami saat ini.

  • Jika teringat malam di mana pertama kali istri saya menangis. Hal itu tidak akan pernah saya lupakan. Tetapi saya juga sangat bersyukur hal itu terjadi malam itu. Karena peristiwa itulah yang akhirnya mengubah pernikahan kami menjadi lebih baik saat ini.

  • Percakapan itu membuat saya mengetahui seberapa besar cinta istri saya kepada saya selama ini. Dia mendengarkan sepenuh hati. Dia selalu memberi dukungan di saat saya merasa lemah. Dia juga selalu jujur apa adanya. Dia menyanyangi dan mencintai saya, bahkan ketika saya tidak memahami apa yang telah dilakukannya. Dia tetap setia berada di samping saya selama ini.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Irni Fatma Satyawati dari artikel asli berjudul "I made my wife cry and it changed our marriage" oleh Doug Hunt.

Anda suka artikel ini? Bagikan dengan teman-teman

Doug Hunt, seorang pastor dan ayah dari 3 anak. Saat ini Doug dan keluarganya menetap di Fort Smith, tempat Doug merintis pelayanannya.

Aku membuat istriku menangis, dan peristiwa itu membuat pernikahan kami berubah

Kejadian malam itu, saat istriku menangis ketika sedang menikmati makan malamnya. Itulah awal yang mengubah pernikahan kami selamanya hingga saat ini.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr