Curhat masalah rumah tangga ke orangtua, bijaksanakah?

Orangtua telah membesarkan dan mendidik kita sejak bayi hingga dewasa. Kini saat kita telah menjalani rumah tangga sendiri, masalah pasti akan selalu ada. Namun pantaskah jika kita terus menerus mengikutsertakan orangtua di dalamnya?

12,250 views   |   162 shares
  • Menjadi orangtua, bukan tugas mudah. Anda, yang sudah merasakan pasti tahu benar, bagaimana perjuangan orangtua dalam mendidik dan membesarkan Anda. Anda juga jadi tahu benar, seberapa dalam mereka mengenal Anda. Sama halnya seperti Anda yang amat mengenal diri anak-anak Anda.

  • Tak hanya itu, menjadi orangtua juga seringkali membuat kita menjadi subjektif, saat mendengar cerita yang datang dari mulut anak. Hal ini baik, namun juga bisa menjadi buruk. Ya, bayangkan, jika Anda mendengar anak Anda bercerita mengenai luka di tangannya. Ia mengatakan bahwa seorang teman mencakarnya tanpa alasan. Anda bisa saja langsung berangkat ke sekolah dan marah-marah, bukan?

  • Padahal, kisah yang diceritakan si anak belum tentu benar. Bisa saja, sebetulnya anak Anda yang memulai pertengkaran itu. Namun Anda sudah terlanjur marah-marah, maka menjadi sulit untuk menarik lagi omongan tersebut. Biasanya berakhir runyam.

  • Kini, tempatkanlah kisah tersebut dalam kehidupan berumah tangga Anda. Pikirkan dalam-dalam, apa yang ada di kepala orangtua Anda, saat Anda menceritakan secara detail mengenai hubungan Anda dengan suami? Apa yang biasa Anda ungkapkan? Pertengkaran yang membuat Anda menangis? Suami yang cuek dan tidak romantis? Mertua yang tidak sejalan dengan Anda?

  • Sekarang bayangkan, jika Anda menjadi mereka. Apa yang kira-kira mereka rasakan?

  • Ya begitulah. Hubungan Anda dan suami, sebetulnya adalah milik Anda berdua saja. Tidak perlu jadi konsumsi publik, kecuali membahayakan keselamatan. Orangtua Anda kini sudah tua, mereka berhak atas kehidupan yang tenang dan menjalani hari tuanya dengan nyaman. Menceritakan kisah rumah tangga Anda, apalagi jika ditambah air mata, hanya akan menambah beban pikiran mereka.

  • Menceritakan soal sulitnya Anda menyesuaikan diri dengan mertua, apalagi ditambah membicarakan kejelekan mereka, hanya akan membuat orangtua Anda membenci kedua orangtua suami Anda. Padahal, biasanya itu hanya masalah adaptasi yang seiring waktu akan membaik. Alih-alih melegakan perasaan, dampak jangka panjangnya biasanya hanya akan membuat masalah menjadi tambah runyam.

  • Ingatlah selalu bahwa setiap permasalahan yang Anda alami, membutuhkan solusi. Dan menceritakannya pada orangtua, demi melegakan perasaan semata, bukanlah solusi. Lain halnya jika Anda bercerita dengan objektif, agar orangtua bisa menyikapi kisah tersebut juga dengan objektif dan kemudian menemukan solusi.

  • Lagipula, Anda sudah dewasa, bukan? Jika hal yang terjadi bukan sesuatu yang pelik, berhentilah berlaku drama. Anda bukan lagi gadis kecil mereka yang gemar bermain peran menjadi putri di kisah dongeng. Ceritakanlah yang baik saja, atau beritakan masalah tersebut saat sudah usai dan Anda sudah mendapatkan solusinya, jika Anda hanya ingin melegakan perasaan.

  • Advertisement
  • Sebisa mungkin, selesaikanlah setiap gesekan dengan yang terkait. Tidak perlu menyeret-nyeret pihak lain terlalu jauh ke dalam problematika kehidupan. Ingatlah bahwa sesungguhnya setiap masalah telah diturunkan Tuhan, bersama dengan solusinya. Jadi, berpikirlah lebih keras, berusahalah lebih giat, belajarlah lebih banyak.

  • Akan lebih baik, jika orangtua merasa tenang karena melihat putri kesayangannya bahagia. Kebahagiaan itu sesungguhnya menular. Mereka akan turut senang, dan bukankah itu hal yang baik? Mengurus Anda sejak kecil hingga menikah, bukan perkara mudah. Anda sendiri tahu kan rasanya? Saat mereka melepas Anda untuk menjalani kehidupan sendiri, maka jadilah orang yang bisa dipercaya.

  • Jadilah sosok yang akan membuat hati keduanya tenang dan merasa bangga, bahwa mereka berhasil membesarkan anak yang mampu mengatasi setiap masalah dalam kehidupannya dengan baik. Anda sudah bukan lagi tanggungan mereka, dan karena itu, Anda tidak lagi pantas untuk mengandalkan mereka terus menerus menjadi telinga buat segala kesusahan yang Anda alami.

  • Meski sebetulnya, mereka pasti tak keberatan dengan segala curhat Anda. Namanya juga orangtua.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Curhat masalah rumah tangga ke orangtua, bijaksanakah?

Orangtua telah membesarkan dan mendidik kita sejak bayi hingga dewasa. Kini saat kita telah menjalani rumah tangga sendiri, masalah pasti akan selalu ada. Namun pantaskah jika kita terus menerus mengikutsertakan orangtua di dalamnya?
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr