Menjadi cantik bagi suami, pentingkah?

Mempertahankan hubungan pernikahan memang biasanya lebih sulit ketimbang memulainya. Ya sebab, bertahan untuk tetap konsisten dalam menjalani sebuah komitmen, adalah PR besar bagi banyak orang. Termasuk di dalamnya tetap cantik di depan suami.

1,350 views   |   16 shares
  • Banyak perempuan yang memiliki kekhawatiran akan ditinggalkan suaminya, atau merasa was-was dan mudah cemburu karena takut suaminya selingkuh. Kemudian bertengkar, hanya karena hal kecil seperti pesan singkat dari teman perempuan di ponsel suami.

  • Namun memang, mempertahankan sebuah hubungan, biasanya lebih sulit ketimbang memulainya. Sebab, banyak hal yang harus dilakukan secara terus-menerus. Menjadi konsisten, memang seringkali membosankan bagi banyak orang.

  • Sayangnya, mungkin menjadi konsisten dalam menjalani sebuah komitmen, mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk mempertahankan hubungan. Misalnya, dengan berusaha untuk selalu tampil cantik di depan suami. Bukan hanya cantik saat keluar rumah untuk bekerja, atau bertemu teman-teman saja. Namun juga di rumah, saat menyambut suami pulang kantor, atau menemaninya makan malam.

  • Ya menjadi cantik, tidak melulu harus penuh dengan make up, dan mengenakan baju terbaik seperti akan pergi ke pesta. Tetapi menghindari daster bolong yang super nyaman, menyisir rambut, tampil segar dan sehat, hingga berusaha agar tetap harum saat memeluk suami, meski baru usai menemani anak-anak bermain, mungkin masih bisa diupayakan.

  • Ini biasanya menjadi masalah yang kerap diributkan kaum perempuan. Seperti halnya menjaga kerapian dan kebersihan rumah. Banyak perempuan yang menyebutkan; suami harusnya tidak banyak tuntutan agar rumah selalu rapi, istri selalu cantik, dan masakan selalu enak. Iya memang. Suami, sebaiknya tidak menuntut agar hal itu selalu terjadi setiap saat.

  • Namun, alangkah baiknya jika ratunya rumah ini bisa konsisten menjaga kerapian rumah, kebersihan penampilan, rutin berolahraga, dan rajin belajar agar hasil masakan bisa enak dimakan. Ini bukan hanya demi suami, namun juga pendidikan anak-anak dan diri sendiri.

  • Bagaimana Anda membayangkan masa depan anak-anak yang terbiasa dengan rumah berantakan, penampilan ibunya yang kusut dan bau bumbu masak, serta malas makan karena masakannya tidak enak? Lalu bayangkan lagi, dampak baik apa yang akan terjadi pada masa depan anak-anak yang terbiasa merapikan mainannya setelah usai bermain, anak-anak yang terbiasa melihat ibunya menjaga kebersihan rumahnya, anak-anak yang selalu melihat ibunya yang juga rajin menjaga kebersihan diri sendiri dan selalu terlihat cantik?

  • Lebih baik mana?

  • Lalu bayangkan juga perasaan suami yang pulang kerja dalam keadaan amat lelah, menatap rumah yang seperti kapal pecah, apalagi kemudian terpeleset kepingan lego yang berserakan di mana-mana? Bayangkan lagi, setelah melihat kekacauan, ia melihat juga wajah istrinya yang berantakan, berpeluh, dengan daster bolong yang kedodoran? Ditambah lagi makanan yang disajikan, rasanya tidak pernah enak, sebagai tanda bahwa istrinya tak pernah mau belajar untuk memasak lebih baik?

  • Advertisement
  • Bayangkan jika Anda menjadi dirinya.

  • Masih betahkah Anda di rumah? Salahkah ia jika kemudian tertarik pada perempuan lain?

  • Mulai berbenah memang harus dari diri sendiri. Jangan menyalahkan orang lain, sebelum kita bisa belajar lebih banyak, berbuat lebih baik, dan memberikan segala yang paling maksimal untuk orang yang paling istimewa. Tuntutan agar suami betah di rumah, harus dimulai dari membuatnya betah. Begitu juga pada anak-anak, kan?

  • Setidaknya Anda sudah berusaha, suami Anda pasti sudah melihat juga usaha tersebut. Ia pasti akan menghargai segala jerih payah tersebut. Anda ingin ia pulang dengan senyum? Mulailah tersenyum. Mulailah berikan kehangatan dari rumah yang bersih, penampilan yang baik, dan masakan yang enak.

  • Menjadi bersih dan rapi, takkan ada ruginya. Lagipula sebetulnya untuk siapa kita harusnya tampil cantik, kalau bukan untuk suami? Ingatlah juga bahwa pendidikan anak-anak dimulai sejak dini, dan dimulai dari rumah. Berikanlah contoh terbaik, untuk hasil terbaik ke depannya.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Menjadi cantik bagi suami, pentingkah?

Mempertahankan hubungan pernikahan memang biasanya lebih sulit ketimbang memulainya. Ya sebab, bertahan untuk tetap konsisten dalam menjalani sebuah komitmen, adalah PR besar bagi banyak orang. Termasuk di dalamnya tetap cantik di depan suami.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr