Mengapa sering lupa?

Anda sering diprotes pasangan karena kerap lupa pada hal-hal penting, seperti letak barang atau bahkan janji bertemu? Jangan-jangan Anda mengalami dementia dini. Mari cegah sebelum terlambat..

2,523 views   |   3 shares
  • Anda sering diprotes pasangan karena mudah lupa? Lupa meletakkan gunting, tertinggal dompet, atau lupa dengan janji makan malam yang sudah dibuat, misalnya. Lalu apakah lupa ini kerap menjadi akar dari permasalahan hubungan Anda? Wah...mungkin artikel dari Dr Tan Shot Yen berikut ini dapat menjadi solusi dari "penyakit lupa" Anda.

  • Jadi, menurut Dr Tan, lupa bisa dilihat dari dua sisi. Yakni sisi emosional dan sudut pandang nutrisi. Artinya, tidak semua lupa itu buruk. Bisa jadi, lupa yang Anda alami adalah mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi banyak hal, misalnya tekanan emosi. Sebab, tubuh juga memiliki kemampuan melindungi diri, bahkan terhadap perusak kesehatan jiwa.

  • Alam bawah sadar mempunyai mekanisme yang begitu canggih untuk membuat kita bisa terus berfungsi. Dalam hal ini, contohnya seseorang yang mengalami trauma emosional berat, seperti korban kekerasan. Lupa, menjadi baik, untuk membantunya sembuh dari trauma. Di situlah peran otak yang sedang berusaha mengimbangi trauma dengan menjadi lupa.

  • Nah, sementara kasus lupa lainnya, pada kita yang tidak mengalami masalah emosional berat, memang banyak terjadi karena faktor nutrisi. Ilmu kedokteran menyebut kecenderungan pelupa dengan istilah dementia/pikun. Dan, menurut Dr Tan, banyak kasus dementia bisa dihentikan, atau dibalik kembali (reversed) bila ditangani dini.

  • Rendahnya kadar vitamin B12 dan perubahan kadar gula darah, garam serta kalsium dikategorikan sebagai penyebab metabolik. Penyebab laninya bisa akibat penggunaan obat penurun kolesterol, obat sakit lambung, dan penyalahgunaan alkohol.

  • Namun, menurut Dr Tan, tidak ada resep mujarab untuk masalah apapun dalam kesehatan. "Semua yang kita makan dan lakukan merupakan kontribusi yang saling mendongkrak, apabila salah satu unsur hilang, maka gagal semua tujuan yang ingin dicapai."

  • Ya, bukan berarti tak ada solusinya. Maka, untuk tidak mudah lupa, ada beberapa hal yang perlu dijalankan bersamaan, yakni:

    1. Nikmati hidup. Menjalani rutinitas, mudah bosan, akhirnya membuat otak lesu. Sebaiknya saat bangun pagi, tubuh luar dalam pun terasa bangun. Bersyukurlah, dan jalani hari dengan semangat.

    2. Orang yang menikmati hidup, tentu makan dengan nikmat dan bertujuan. Karbohidrat yang cepat diubah menjadi gula (semua turunan gula, terigu, beras, pati) sudah terbukti bukan sahabat otak manusia. Menurunnya asupan gula akan memperbaiki stabilitas emosional.

    3. Semakin seringnya asupan karbohidrat baik dari sayur dan buah asli, bersama kecukupan protein dan lemak yang baik membuat kita menadi lebih nyaman dengan diri, daya tahan dan kekebalan tubuh kian baik, ketangkasan berpikir kembali didapatkan

    4. Lakukan juga perbaikan pola makan mencegah anemia (yang berkontribusi pada faktor lupa). Artinya cukup vitamin B12 dan zat besi. Bisa didapatkan dari semua sayur segar berwana hijau gelap hingga agak keunguan.

    5. Jangan lupa juga olahraga. Sebab, berolahraga dapat meningkatkan fungsi otak secara keseluruhan melalui aktivasi Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) untuk memperbaiki, dan mencetuskan perkembangan sel-sel saraf baru di otak. Pada saat sel otot memerlukan asam amino dari makanan kaya protein, sel saraf di otak membutuhkan DHA (bagian dari omega 3) yang bekerja sama dengan BDNF untuk performa saraf maupun fungsi otak

    6. Kinesiologi adalah ilmu tentang gerak dan sangat erat hubungannya dengan kemampuan manusia mengakses seluruh bagian otaknya, termasuk kemampuan mengingat dan berpikir. Temukan asyiknya bergerak mencegah kepikunan, sekaligus meningkatkan performa otak.

  • Advertisement
  • Jadi, memaksa otak untuk mencegah pelupa, melalui drill, fokus berlebihan, catatan yang semakin banyak, justru akan membuat otak semakin buntu. Bagaimana kalau kita kembali ke segala sesuatu yang lebih alami. Makan sehat, cukupi kebutuhan vitamin B12 dan zat besi, tidur cukup dan bergerak!

  • Semoga tidak ada lagi pertengkaran pasangan, karena "penyakit lupa" ya...

Baca, hidupkan, bagikan!

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Mengapa sering lupa?

Anda sering diprotes pasangan karena kerap lupa pada hal-hal penting, seperti letak barang atau bahkan janji bertemu? Jangan-jangan Anda mengalami dementia dini. Mari cegah sebelum terlambat..
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr