Hal-hal yang telah mengubah pandanganku tentang pernikahan untuk selamanya

Suatu hari aku terbangun dan sadar aku tidak lagi mencintai suamiku. Kesadaran ini telah mengubah pandanganku tentang pernikahan.

5,098 views   |   24 shares
  • Aku tidak tahu seluk beluk dalam pernikahan sebelum aku menikah. Maksudku, bagaimana kita mengantisipasi apa yang akan terjadi sepanjang hidup ketika keputusan dibuat? Rasanya waktu itu aku hanya Kilee, seorang gadis yang senang main basket, melukis, berpacaran dan bersenang-senang dengan teman-teman. Kemudian, hari berikutnya aku menikah dengan seorang pria yang dengannya aku memulai petualangan baru yang menggelora – seharusnya aku bisa bahagia sepanjang sisa kehidupanku.

  • Banyak pasangan yang akan menikah mengharapkan taburan 'kupu-kupu dan pelangi'. Mungkin harapan itu berlebihan, tetapi kita benar-benar tidak mengantisipasi kenyataan hidup setelah menikah begitu sulit. Banyak alasannya. Salah satunya Anda sekarang menjadi bagian dari tim dan Anda perlu belajar untuk bekerja sama. Sebagai tim, seharusnya menjadi mudah bukan?

  • Kami masing-masing menghadapi tantangan setelah menikah, bahkan masalah serius dalam hubungan kami berdua.

  • Suatu hari aku terbangun dan sadar bahwa aku tidak mencintai suamiku

  • Dia seperti orang asing yang tidur di sebelahku. Pada saat itu, banyak pertanyaan atas semua yang telah terjadi dalam hidupku. Kesadaran bahwa aku tidak "jatuh cinta" dengan pria yang aku sudah berjanji sehidup semati mengubah pandanganku tentang pernikahan, selamanya.

  • Banyak orang menamainya "kehilangan cinta." Aku sendiri tidak tahu apa sebutannya. Kehilangan cinta terjadi mendadak, seperti suara bom – aku tidak mencintaimu lagi. Sebenarnya prosesnya tidak demikian. "Kehilangan" cinta terjadi secara bertahap hingga mencapai puncaknya pagi itu. Mulai dengan masalah yang berlarut-larut, kebohongan yang terungkap, serta keputusan-keputusan yang makin menjauhkan kami. Retaknya jalinan komunikasi dan keintiman secara emosional.

  • Ketika aku sadar tidak mencintainya, aku menghadapi keputusan yang penting. Akankah kami menyelesaikannya bersama-sama? Atau aku menyerah meninggalkannya?

  • Setelah banyak berdoa, aku memilih menghadapinya. Aku memilih tetap bersamanya, dan aku telah belajar banyak pelajaran yang berharga.

  • Cinta adalah pilihan

  • Aku pikir aku telah memahami arti cinta. Kami telah jatuh cinta saat pacaran. Ternyata aku belajar bahwa 'taburan kupu-kupu' saat berpacaran/tunangan/baru menikah tidaklah bertahan lama. Itu hanya awal bagi perjalanan cinta yang dalam dan membara.

  • Untuk sesaat, aku duduk dalam kebimbangan cinta. Aku telah mengalami banyak emosi saat itu, dan mencapai titik terendah. Aku hanya merenung dalam kepedihan, menunggu suatu perubahan. Suamiku mencoba untuk berubah, dan aku akhirnya sadar tidak sesuatu pun bisa berubah jika aku tidak berusaha untuk mencintainya. Cinta tidak akan kembali dengan sendirinya.

  • Advertisement
  • Setiap hari, aku harus membuat pilihan: Aku memilih untuk mencintai suamiku. Ketika cinta itu meredup, aku bertanya pada diriku mengapa. Kenapa aku merasa seperti ini? Apa aku penyebabnya? Jika dia membuat pilihan-pilihan yang mengurangi rasa cintaku, aku mengevaluasi tindakan-tindakannya dan bertanya pada diriku apa yang terjadi padanya hingga dia bertindak demikian? Introspeksi dan mawas diri terjadi padaku.

  • Karena aku memilih tetap bersatu, aku memilih untuk mencintai. Aku melakukan hal-hal untuk melayaninya. Sewaktu aku melayaninya, kelembutan dan cintaku kembali membara.

  • Pernikahan tidaklah mudah. Memberikan dirimu sepenuhnya untuk seseorang tidaklah mudah. Mencintai tidaklah mudah.

  • Bila hidup makin sulit kelihatannya mudah untuk menyerah. Namun menyerah bukan selalu pilihannya. Itulah yang aku putuskan, bahkan sampai sekarang.

  • Kadang bisa juga berpisah. Atau Anda terpaksa harus meninggalkannya

  • Bukan karena aku tidak memilih untuk berpisah aku tidak belajar bahwa aku bisa melakukannya bila itu yang terbaik. Aku berbohong jika aku tidak pernah berpikir ingin bercerai. Sebelum aku menikah, aku berpikir perceraian bukanlah suatu pilihan. Aku sekarang tahu perceraian bisa terjadi, dan aku mengerti alasannya kenapa seseorang memilih jalan itu terutama jika pasangan telah menyerah atau jika ada pelecehan.

  • Ketika aku terbangun dan sadar bahwa aku tidak mencintainya, aku berubah. Perubahan itu mengajarkanku tiga ajaran penting: Aku tahu cinta adalah sebuah pilihan. Aku tahu bagaimana memilih cinta. Dan aku tahu kadang Anda harus berpisah.Karena pengalaman ini, aku berubah, selamanya.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Steffie Subandriyo dari artikel asli yang berjudul "Things that changed my view of marriage forever" oleh Kilee Luthi.

Anda suka artikel ini? Bagikan..

Kilee lulus dari Brigham Young University dengan jurusan Family and Consumer Science Education. Ia punya ketertarikan dalam hal perkembangan anak dan pengasuhan, hubungan antarmanusia, nutrisi, kesejahteraan dan fashion design.

Hal-hal yang telah mengubah pandanganku tentang pernikahan untuk selamanya

Suatu hari aku terbangun dan sadar aku tidak lagi mencintai suamiku. Kesadaran ini telah mengubah pandanganku tentang pernikahan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr