Letakkan sejenak, kembali ke dunia nyata.

"Lalu, saya berpikir, betapa sebuah smartphone bisa punya kendali atas kehidupan kita lebih dari apa yang kita bayangkan."

3,817 views   |   31 shares
  • <div id="fb-root"></div><script>(function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.3"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script><div class="fb-video" data-allowfullscreen="1" data-href="/FamilyShare/videos/vb.69001530484/10153466762810485/?type=3"><div class="fb-xfbml-parse-ignore"><blockquote cite="https://www.facebook.com/FamilyShare/videos/10153466762810485/"><a href="https://www.facebook.com/FamilyShare/videos/10153466762810485/">It's not about battery life — it's about real life</a><p>It's not about battery life — it's about real life.</p>Posted by <a href="https://www.facebook.com/FamilyShare/">I Love My Family (FamilyShare.com)</a> on Monday, August 31, 2015</blockquote></div></div>

  • Menonton video ini saya jadi teringat. Saya dan suami pernah tiba-tiba beradu mulut karena saya refleks menegurnya ketika saya menyadari betapa sibuknya dia dengan smartphone-nya. Ketika itu, kami sudah sama-sama bosan berjam-jam menunggu antrean masuk ke ruangan dokter kandungan di sebuah rumah sakit.

  • Saya merasa, melontarkan teguran dengan kata-kata berintonasi rendah, tapi tampaknya, kata-kata saya 'mendarat' di telinganya dengan intonasi berbeda. Entah kenapa.

  • Alhasil, dia tidak terima, saya pun tidak terima. Kami tidak jadi masuk ke ruangan dokter, karena saya memutuskan berjalan penuh emosi menuju parkiran untuk segera pulang dan membatalkan pemeriksaan.

  • Setelah berdebat panjang saling membela diri, kami mengakhiri perselisihan dengan saling meminta maaf—walaupun kekesalan juga tidak kunjung lenyap. Lalu, saya berpikir, betapa sebuah smartphone bisa punya kendali lebih dari apa yang kita bayangkan.

  • Bukan hanya mampu mengalihkan perhatian dan kepekaan kita dari orang yang kita sayangi dan dari apa yang terjadi di sekeliling, tapi juga sudah menjadi penyebab perselisihan yang (pastinya) sangat tidak perlu terjadi. Dalam hati, saya bilang "Sia-sia sudah menunggu antrean dokter berjam-jam dan hasilnya nihil.. dan itu semua hanya gara-gara sebuah smartphone!"

  • Rugi. Saya rugi waktu, rugi ongkos, rugi karena jadwal kontrol janin yang ada di perut juga jadi batal! Dan yang paling rugi adalah, saya jadi ribut sama suami tercinta.

  • Advertisement
  • Sejak saat itu saya dan suami punya kesepakatan. Kami sama-sama bekerja, waktu kami sehari-hari sudah habis untuk kewajiban kami sebagai karyawan di perusahaan masing-masing. Maka ketika kami akhirnya punya waktu untuk bertemu dan menghabiskan waktu berdua di luar waktu tersebut, kami berjanji untuk meletakkan smartphone masing-masing. Sederhana. Hanya dengan meletakkan.

  • Yang paling terasa adalah di saat makan bersama, dimanapun. Smartphone sama-sama kami letakkan di tengah-tengah meja dan tidak ada satupun yang boleh membukanya sampai kami selesai makan. Jika smartphone itu hukumnya 'haram' ketika menyetir mobil, begitu pula-lah pentingnya mengurangi keterlibatan smartphone di momen-momen bersama keluarga. Masuk akal 'kan?

  • Untungnya, kasus yang membuat saya dan suami sadar tidak perlu sampai ke urusan fatal seperti menggunakan smartphone sambil mengemudi. Ya, saya masih bersyukur, kami bisa belajar bersama dari pengalaman sepele. Anda bagaimana?

Klik pilihan berbagi di bawah ini

Lulus sebagai Sarjana Sastra dan menjabat sebagai Content Manager www.keluarga.com. Wiwin mengawali kariernya di media cetak harian nasional tertua di Indonesia, mengasah kemampuannya sebagai jurnalis mulai dari reporter junior hingga editor senior di beberapa majalah gaya hidup asing dan lokal Indonesia.

Situs: http://wiwinwiw.wordpress.com

Letakkan sejenak, kembali ke dunia nyata.

"Lalu, saya berpikir, betapa sebuah smartphone bisa punya kendali atas kehidupan kita lebih dari apa yang kita bayangkan."
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr