Jangan pernah ucapkan 3 ungkapan manis ini untuk pasangan Anda

Hindari dengan sengaja menenggelamkan hubungan Anda melalui 3 ucapan manis yang mematikan.

101,538 views   |   194 shares
  • Bagaimana mungkin 3 ungkapan manis bisa menyinggung pasangan Anda?

  • Dalam sajaknya, T.S. Eliot menulis, 'kebanyakan kejahatan dunia dilakukan dengan niatan yang baik.'

  • Inilah 3 ungkapan yang tulus yang dapat mengguncang pernikahan.

  • 1. Selalu berkata, 'Ya, sayang'

  • Anda sangat mencintai pasangan Anda sehingga Anda akan melakukan apa saja untuknya ― bahkan bila hal tersebut tidak menyenangkan Anda. Di saat terjadi cekcok, Anda yakin bila Anda menahan kekecewaan dan memaksa diri berkata 'ya, sayang', maka keadaan akan membaik, Ini Anda lakukan demi ketentraman. Inilah yang dilakukan di zaman dulu, bukan?

  • Sementara mengalah pada pasangan untuk beberapa hal dapat menghindarkan percekcokan, hindari sikap 'yes man'. Suami dan istri perlu karakter yang kuat agar pernikahan bisa langgeng. Pasangan yang menikah yang selalu mengabaikan ketidaksukaannya dan bersikap berpura-pura rukun, pertentangan yang tidak terselesaikan berubah menjadi frustasi yang pada akhirnya menggerogoti hubungan.

  • Ingatlah, menikah bukan untuk mati syahid, ini adalah kesetaraan. Suarakan hati Anda. Kompromi. Setuju dalam perbedaan ― lakukan dalam kelembutan.

  • 2. Pujian yang semu: 'Kamu belum pernah terlihat secantik sekarang'

  • 6 Bulan setelah melahirkan, istri Anda mulai program pelangsingan, dan Anda akan menggemarinya. Sewaktu sudah ada tanda-tanda keberhasilan, Anda dengan semangat berkata, 'Sayang, kamu belum pernah terlihat secantik seperti sekarang'. Hati-hati sewaktu memberikan pujian. Bila berlebihan bisa menyusahkan pasangan atau bila merendahkan Anda berpura-pura menyenangi hal yang sebenarnya bertolak belakang.

  • 3. Mempermalukan tanpa sengaja, 'Saya merasa kamu ...'

  • Dalam banyak cerita komedi romantik, Anda menyaksikan pasangan bertengkar secara santun dengan berkata, 'Saya merasa'. Hal ini disebut 'pesan ku' kemudian digabung dengan menyimak secara aktif ― memberikan pesetujuan dengan cara mengulang pesannya dan memberikan dukungan. Kira-kira begini dialognya:

  • Istri: 'Kamu belum membantu saya mencuci piring. Saya merasa kamu kurang peduli'

  • Suami: 'Ya saya menyadarinya, maafkan saya'

  • Terbayang kedua pasangan saling memeluk, berjalan bergandengan. Sayangnya, hal ini tidak pernah terjadi.

  • Ucapan 'Saya merasa' tampaknya mempermanis masalah namun belum tentu dilaksanakan pasangan Anda. Mengatakan 'Saya merasa kamu kurang dewasa' tidak lebih kurang menyakitkan dibanding 'Kamu kurang dewasa'. Sampai kapan pun, ucapan-ucapan seperti itu tidak menyelesaikan masalah.

  • Advertisement
  • Gunakan pernyataan 'Saya merasa' secara tepat ― dalam mengungkapkan isi hati Anda jangan dengan serta merta mencap pasangan tidak becus, bodoh. Sebaliknya, langsung tunjukkan apa yang mengganggu Anda, tunjukkan kesalahan yang perlu dikerjakan ― bukan pribadinya. Saling tenggang rasa itu baik, namun yang lebih penting adalah menyelesaikan masalah dengan melakukan tindakan.

  • Ungkapkan isi hati Anda. Pujilah pasangan Anda dengan tulus, tanpa berpura-pura. Hindari mendiskreditkan pasangan Anda.

  • Artikel ini diterjemahkan oleh Steffi Subandriyo dari artikel asli berjudul "3 nice things you should never say to your spouse" oleh Lindsey Graf.

Luangkan waktu sejenak dan bagikan!

Lindsey adalah pengajar yang kemudian juga banyak terlibat dalam pekerjaan editing. Tapi dari semua kegiatan dan keahliannya, Lindsey paling bahagia dengan perannya sebagai seorang ibu. Ia banyak menghabiskan waktu berkebun dan membuat kue untuk keluarganya.

Jangan pernah ucapkan 3 ungkapan manis ini untuk pasangan Anda

Hindari dengan sengaja menenggelamkan hubungan Anda melalui 3 ucapan manis yang mematikan.
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr