Jangan tidur dalam keadaan marah

Tidur dalam keadaan marah adalah hal yang dilarang sejak dahulu, artinya kita harus mampu menyelesaikan penyebab kemarahan sebelum tidur. Namun ternyata, dalam keadaan marah pun seseorang akan mengalami sulit tidur. Wah, bahaya juga ya!

36,961 views   |   175 shares
  • Setiap manusia pasti pernah marah. Ya wajar, sebab marah adalah sesuatu yang bisa muncul kapan saja. Begitupun dengan saya, dan Anda ya? namun, sejak kecil, orangtua saya selalu mengajarkan untuk menyelesaikan kemarahan, saat itu juga dengan cara yang baik, tentunya. Dan satu hal yang selalu ditekankan oleh mereka, adalah pepatah yang menyatakan bahwa "Jangan tidur dalam keadaan marah".

  • Kemarahan pada apapun, kapanpun, dan siapapun, selesaikanlah di tempat saat itu juga. Jangan menunda-nunda menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan kemarahan. Sebab hal itu hanya akan mengakibatkan persoalan berjalan hingga berlarut-larut tanpa solusi. Hal ini akan membuat hati dan pikiran selalu dipenuhi kemarahan. Dan Anda akan sulit tidur karenanya.

  • Wah, ini bagaikan makan buah simalakama ya, rasanya? Membiarkan rasa marah tanpa melakukan penyelesaian, akan membuat sulit tidur. Hal ini pernah diungkapkan dalam sebuah artikel di huffingtonpost.com, yang menjelaskan bahwa ada penelitian menemukan bahwa mereka yang melepaskan amarah lebih cepat tidur dengan nyenyak di malam hari. Ini menunjukkan bahwa tingkat kualitas tidur bisa dipengaruhi suasana hati. Saat marah, memang pikiran jadi dipenuhi rasa benci dan pikiran buruk lainnya.

  • Padahal yang paling dibutuhkan untuk bisa tidur adalah rasa nyaman dan santai. Anda mungkin bisa tidur dalam keadaan marah, namun itu biasanya terjadi karena Anda sudah kelelahan. Dan bukan karena rasa marah yang telah hilang. Rasa marah yang merlarut-larut juga akan memperburuk kesehatan batin Anda. Karena marah yang dipendam akan berubah menjadi beban pikiran dan menjadikan Anda stres.

  • Sementara, apa yang terjadi jika kita memaksakan tidur, dalam keadaan marah? Sebuah penelitian terbaru yang dimuat dalam Journal of Neuroscience, para ilmuwan menemukan bahwa saat marah ada emosi negatif dalam tubuh yang dapat mempengaruhi kualitas tidurnya. Studi melibatkan 106 laki-laki dan perempuan yang dihadapkan pada beberapa gambar yang menimbulkan berbagai emosi, termasuk emosi negatif.

  • Diketahui perasaan marah atau pengalaman meresahkan yang muncul bisa membuat orang sulit tidur dan otak berusaha menjaga memori atau emosi tersebut. Dr Alexander Golbin menuturkan kemarahan terutama yang sudah bersifat kronis bisa meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, meningkatkan tekanan dalam tengkorak, membuat nafas jadi tidak teratur, menyebabkan kejang otot kronis, penurunan aktivitas insulin serta gejala lainnya.

  • Advertisement
  • Jika seorang mencoba untuk tidur dalam kondisi marah, maka bukan tidur nyenyak yang bisa didapatkannya melainkan seseorang bisa mengalami insomnia. Kalaupun ia bisa tertidur, maka berisiko lebih sering terbangun di malam hari dan membuatnya lemas, menurunkan sistem kekebalan tubuh serta mengantuk keesokan harinya yang dapat mengganggu aktivitas. Hal ini dikarenakan saat tidur tubuh mengaktifkan fungsi fisiologis yang membuat seseorang siap untuk beraksi. Ketika terbangun di malam hari, maka bisa saja ia menjadi semakin marah.

  • Respons fisiologis yang dipengaruhi oleh suasana hati ini membuat orang sangat sulit untuk tertidur nyenyak sehingga menyebabkan berbagai macam ketidakseimbangan dalam tubuh yang mengakibatkan memburuknya kesehatan.

  • Maka pepatah kuno dan perintah kedua orangtua saya jadi benar adanya ya? ini menjadi hubungan sebab akibat yang tak ada ujungnya, jika tidak diselesaikan. Maka, mungkin, cara terbaiknya memang melepaskan kemarahan tersebut. Dan solusinya adalah menyelesaikan masalah yang ada. Tidur diketahui bisa meningkatkan kenangan, terutama kenangan yang emosional seperti marah. Sehingga tidur bukanlah cara yang ampuh untuk menenangkan diri atau melupakan kemarahan, karena justru emosi ini bisa semakin meningkat.

  • Emosi marah adalah sesuatu yang nyata dan kadang diperlukan dalam hidup. Meski memiliki peran, tapi seseorang harus tahu kapan ia harus berhadapan dengan marah serta kapan harus menetralisirnya. Itulah mengapa pada akhirnya banyak orang menyarankan Anda untuk lebih bersabar dan mengembangkan sikap pemaaf.

  • Memaafkan kesalahan orang lain dan diri sendiri itu penting. Menyadari bahwa setiap orang bisa membuat kesalahan dan tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dengan begini, hati Anda jadi lebih lega dan enteng.

Bantu kami menyebarkan

Yasmina Hasni adalah seorang ibu dari satu anak lelaki, mantan jurnalis, blogger, yang suka bikin kue. Ia lulus dari FISIP Universitas Padjadjaran, pada 2006, dan kini tinggal di Bekasi bersama suami, anak dan lima ekor kucing. Twit saya

Situs: http://yasminahasni.com

Jangan tidur dalam keadaan marah

Tidur dalam keadaan marah adalah hal yang dilarang sejak dahulu, artinya kita harus mampu menyelesaikan penyebab kemarahan sebelum tidur. Namun ternyata, dalam keadaan marah pun seseorang akan mengalami sulit tidur. Wah, bahaya juga ya!
Advertisement
Beritahu kami opini Anda
 

Terima kasih telah berlangganan. Silakan nikmati artikel-artikel terbaru kami

tumblr